5 Buku Favorit America Ferrera, Ada yang Kamu Baca?

- America Ferrera memilih The House on Mango Street karena menjadi karya pertama yang membuatnya merasa terwakili sebagai tokoh utama, melalui kisah gadis Latina bernama Esperanza.
- Pilihan Ferrera juga mencakup Bonjour Kale, memoar ringan tentang hidup di Prancis; A Separate Peace tentang persaingan remaja; serta How to Be a Woman yang membuatnya tertawa.
- The Warmth of Other Suns mengubah pandangan Ferrera tentang sejarah Amerika Serikat lewat dokumentasi Great Migration dan pengalaman manusia yang jarang mendapat sorotan.
America Ferrera dikenal sebagai aktris dengan perjalanan karier yang panjang. Namun, ternyata minatnya terhadap cerita tidak hanya terlihat di dunia film dan televisi. Ia juga punya sejumlah buku favorit yang menurutnya mampu memberikan perspektif baru, menghibur, bahkan membuatnya melihat pengalaman hidup dengan cara yang berbeda.
Menariknya, beberapa buku yang dipilih Ferrera bukan sekadar bacaan ringan. Ada cerita tentang perjuangan perempuan hingga pengalaman kelompok masyarakat yang selama ini kurang mendapat ruang dalam sejarah. Bagi yang sedang mencari rekomendasi buku dengan cerita kuat dan sudut pandang yang beragam, lima judul buku favorit America Ferrera ini bisa menjadi pilihan menarik.
1. The House on Mango Street — Sandra Cisneros The House on Mango Street

The House on Mango Street (dok. Penguin Random House) The House on Mango Street menjadi salah satu buku yang memiliki arti sangat personal bagi America Ferrera. Novel ini diceritakan melalui rangkaian vignette pendek tentang Esperanza, seorang gadis Latina yang tumbuh di kawasan Chicago. Melalui pengalaman sehari-harinya, pembaca diajak melihat bagaimana ia memahami keluarga, lingkungan, identitas, sekaligus impiannya tentang masa depan.
Ferrera pernah menyebut buku ini sebagai karya pertama yang membuatnya bisa melihat dirinya sendiri sebagai tokoh utama dalam sebuah cerita. Ia juga mengingatnya sebagai buku pertama karya penulis Latina yang ia baca di sekolah. Pengalaman tersebut membuat tulisan Cisneros meninggalkan pengaruh yang cukup besar dalam dirinya, terutama karena Ferrera bisa merasa terwakili melalui karakter dan pengalaman yang ada di dalamnya.
2. Bonjour Kale — Kristen Beddard

Bonjour Kale (dok. Publishers Weekly) Buku karya Kristen Beddard ini merupakan memoar tentang seorang perempuan Amerika yang pindah ke Prancis bersama suaminya dan justru menghadapi masalah yang cukup unik. Ia kesulitan menemukan kale di Paris. Alih-alih menyerah, Beddard kemudian berusaha memperkenalkan sayuran tersebut kepada masyarakat Prancis.
Ferrera sendiri pernah merekomendasikan buku ini sebagai memoar yang lucu, menyentuh, sekaligus menggugah selera. Daya tarik Bonjour Kale memang terletak pada cara Beddard mengubah pengalaman sederhana menjadi perjalanan yang penuh cerita. Buku ini cocok untuk pembaca yang senang membaca memoar tentang kehidupan di tempat baru tanpa suasana yang terlalu berat.
3. A Separate Peace — John Knowles

A Separate Peace (dok. Simon and Schuster) A Separate Peace membawa pembaca ke sebuah sekolah asrama khusus laki-laki di New England pada masa awal Perang Dunia II. Di tengah lingkungan tersebut, cerita berfokus pada sisi gelap masa pertumbuhan.
John Knowles menggambarkan masa remaja bukan hanya sebagai periode penuh kebahagiaan dan persahabatan, tetapi juga sebagai fase ketika rasa tidak aman dan persaingan dapat memengaruhi seseorang secara mendalam.
Bagi Ferrera, buku ini menjadi salah satu pengalaman membaca yang cukup berkesan ketika masih bersekolah. Ia mengatakan bahwa meskipun awalnya membaca karena mendapat tugas dari sekolah, ia justru benar-benar menyukai ceritanya. Bahkan, buku tersebut menjadi salah satu karya yang membuatnya merasa bahwa ia mungkin akan memilih membacanya sendiri meskipun tidak diwajibkan.
4. How to Be a Woman — Caitlin Moran

How to Be a Woman (dok. Goodreads) Jika mencari bacaan yang membahas feminisme dengan gaya santai dan penuh humor, How to Be a Woman karya Caitlin Moran bisa menjadi pilihan. Buku ini membicarakan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan perempuan, mulai dari standar sosial hingga cara perempuan memandang dirinya sendiri. Moran menyampaikan gagasannya dengan gaya yang blak-blakan, jenaka, dan terkadang sengaja provokatif.
America Ferrera sendiri punya pengalaman yang cukup lucu ketika membaca buku ini. Ia pernah mengatakan bahwa tulisan Moran membuatnya tertawa sampai merasa malu ketika membacanya di tempat umum, termasuk di kereta bawah tanah. Karena terlalu sering dibuat tertawa, Ferrera akhirnya memilih melanjutkan buku tersebut hanya ketika berada di rumah.
5. The Warmth of Other Suns — Isabel Wilkerson

The Warmth of Other Suns (dok. Penguin Random House) Buku ini menawarkan pengalaman membaca yang jauh lebih mendalam karena mengangkat salah satu bagian penting dalam sejarah Amerika Serikat. Buku ini mendokumentasikan Great Migration, yaitu perpindahan jutaan warga kulit hitam dari wilayah Selatan menuju kota-kota di bagian Utara dan Barat Amerika Serikat selama beberapa dekade.
Wilkerson tidak hanya mengandalkan data sejarah, tetapi juga melakukan wawancara dengan banyak orang yang mengalami atau memiliki hubungan langsung dengan peristiwa tersebut. Dengan begitu, sejarah yang besar terasa lebih dekat karena disampaikan melalui pengalaman manusia.
Ferrera mengungkapkan bahwa buku ini mengubah cara pandangnya terhadap sejarah Amerika Serikat. Ia merasa terdorong untuk mengetahui lebih banyak tentang berbagai kisah sejarah yang selama ini tidak banyak dibicarakan. Itulah salah satu kekuatan buku Wilkerson, yakni memperlihatkan bahwa sejarah sebuah negara tidak hanya dibentuk oleh tokoh-tokoh terkenal, tetapi juga oleh jutaan orang biasa.
Lima buku favorit America Ferrera tersebut memperlihatkan bahwa selera membaca sang aktris cukup beragam. Dari lima buku favorit America Ferrera ini, mana yang paling ingin kamu masukkan ke reading list?






















