Minority stress adalah tekanan psikologis yang dialami seseorang karena menjadi bagian dari kelompok minoritas, baik berdasarkan ras, etnis, agama, disabilitas, orientasi seksual, identitas gender, maupun kondisi lainnya. Tekanan ini tidak hanya berasal dari pengalaman diskriminasi secara langsung, tetapi juga dari rasa khawatir akan penolakan, stigma, hingga prasangka yang terus-menerus dihadapi. Jika berlangsung dalam jangka panjang, minority stress dapat berdampak pada kesehatan mental maupun fisik.
Karena itu, melakukan self care menjadi salah satu cara penting untuk menjaga keseimbangan diri saat menghadapi tekanan tersebut. Self care bukan berarti mengabaikan masalah yang ada, melainkan memberikan ruang bagi diri sendiri untuk memulihkan energi dan mengelola emosi dengan lebih sehat. Nah, berikut ini lima jenis self care yang bisa kamu lakukan untuk membantu menghadapi minority stress. Simak sampai habis, yuk!
