Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Keberanian yang Hanya Dimiliki Penulis Sejati, Patut Diapresiasi!

7 Keberanian yang Hanya Dimiliki Penulis Sejati, Patut Diapresiasi!
ilustrasi seorang penulis (pexels.com/Ron Lach)

Menjadi penulis itu seru dan mengasyikkan. Diam-diam menghasilkan. Dalam senyap membuat gebrakan, bahkan menyihir lewat kata-kata yang magis nan mengesankan.

Namun, pernahkah terbesit di pikiranmu bahwa penulis itu memiliki keberanian? Pasalnya, apa saja yang mereka tulis kemudian dipublikasikan. Lantas, apa saja keberanian mereka? Temukan jawabannya di sini!

1. Berani membaca

Seorang pria mengenakan jas dan kacamata sedang membaca buku di kafe modern dengan secangkir kopi di atas meja.
ilustrasi membaca (pexels.com/Vitaly Gariev)

Kamu tidak salah baca. Seorang penulis lahir dari seorang pembaca ulung. Artinya seorang penulis harus berani banyak membaca. Karena dengan membaca ia bisa pahami beragam hal yang ada di dunia ini. Nantinya itulah yang akan dituangkannya pada bait-bait aksara indahnya.

Selain itu, membaca juga berguna untuk memperkaya diksi seorang penulis. Dengan diksi yang melimpah, maka karya yang dihasilkan bakal lebih menawan. Karena selain tidak membosankan, diksi-diksi segar dapat mengajak pembaca untuk mencari tahu artinya. Sebab mereka pasti penasaran. Poin plusnya apa? Penulis dan pembaca sama-sama belajar.

2. Berani meriset

Seorang pria mengenakan kemeja putih sedang menulis di buku catatan sambil bekerja di depan laptop di area luar ruangan.
ilustrasi seorang penulis (pexels.com/ Ketut Subiyanto)

Untuk tulisan-tulisan dengan topik yang agak berat, sebuah keharusan bagi seorang penulis untuk melakukan yang namanya riset. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), riset didefinisikan sebagai penyelidikan (penelitian) suatu masalah secara bersistem, kritis, dan ilmiah untuk meningkatkan pengetahuan dan pengertian, mendapatkan fakta yang baru, atau melakukan penafsiran yang lebih baik.

Dari penjelasan di atas, satu hal yang dapat disimpulkan. Bahwa riset itu adalah sesuatu yang kompleks. Jadi ia butuhkan yang namanya keberanian. Apakah seorang penulis menyanggupinya? Tentu iya. Tidak sedikit penulis yang rela berkorban tenaga dan pikiran untuk riset yang berkepanjangan. Kenapa mereka tidak keberatan? Karena hasil yang diperoleh nantinya sepadan dan memuaskan.

3. Berani berinovasi

Seorang pria duduk di meja kerja dengan laptop di depannya, mengenakan hoodie gelap di ruangan minimalis dengan tanaman hias kecil.
ilustrasi seorang penulis (pexels.com/cottonbro studio)

Inovasi dapat dimaknai sebagai penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya (gagasan, metode, atau alat). Sebagaimana yang disebutkan di dalam KBBI.

Seorang penulis adalah pribadi yang punya inovasi dan orientasi. Yaitu bagaimana tema tulisannya itu relevan dengan apa yang dibutuhkan zaman. Misal, apa sih yang digandrungi Gen Z. Generasi masa kini. Maka seorang penulis harus dapat membaca situasi. Menemukan celah. Tujuannya apa? Biar ia dapat mengedukasi semua kalangan termasuk anak-anak muda kekinian. Dengan penyajian menarik sampai mereka bergumam "ini aku banget sih".

4. Berani menuangkan ide

Seorang penulis sedang mengetik di mesin tik di meja kayu dengan buku terbuka, lembar naskah, pensil, dan secangkir teh di sampingnya.
ilustrasi seorang penulis (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Terkadang, ada orang yang takut untuk menuangkan idenya. Entah karena kurang percaya diri. Atau khawatir untuk dihakimi. Tapi hal itu tidak berlaku bagi seorang penulis. Mereka mendobrak pagar itu. Karena bagi mereka, ide-ide itu mesti dipublikasikan. Selagi ia membawa manfaat dan informasi penting untuk khalayak umum.

Tapi, memang harus diakui. Bahwa penulis itu punya keberanian. Betapa banyak karya-karya yang penuh dengan penentangan. Bahkan isinya adalah kritikan-kritikan tajam yang membangun. Begitulah para penulis. Mereka tidak hanya merangkai kata-kata, tapi juga merajut keberanian pada tiap kalimatnya.

5. Berani berbagi

Seorang pria berkacamata sedang mengetik di mesin tik di ruang kerja dengan rak buku besar di latar belakang.
ilustrasi seorang penulis (pexels.com/Ron Lach)

Apakah penulis itu tidak dermawan? Apakah penulis itu pelit? Tentu tidak. Mereka adalah personal yang gemar berbagi. Berbagi inspirasi dan motivasi. Untuk tumbuh bersama. Berkembang sampai tahap yang sempurna. Dengan semangat yang terus membara.

Satu fakta yang tidak terbantahkan, bahwa penulis rela menyisihkan waktunya untuk orang lain. Jangan anggap menyusun kalimat menjadi paragraf, bahkan hingga tercetak sebuah buku sebuah hal yang sederhana. Itu semua melalui proses yang tidak main-main. Penuh perjuangan dan kegihihan. Tapi disitulah nampak ketulusan dari seorang penulis. Jadi tolong, hargai karya mereka ya.

6. Berani berinvestasi

Seorang pria mengenakan setelan jas mengetik di laptop sambil memegang pena dengan secangkir kopi di meja kerja.
ilustrasi seorang penulis (pexels.com/Gustavo Fring)

Investasi jangka panjang itu tidak melulu soal uang. Tapi ide dan gagasan juga termasuk di dalamnya. Seorang penulis sedang menyiapkan masa tuanya dengan produktif di usia mudanya. Karena mereka paham, apa yang hari ini di tanam, itulah esok yang akan dipanen.

Hari ini menulis, maka memori akan tersimpan dengan rapi. Gagasan-gagasan yang kemarin ditulis akan tetap abadi. Bahkan ketika sang penulis berpulang. Apa yang ditulisnya masih bisa diwariskan pada generasi mendatang. Sungguh sebuah hal yang mengagumkan.

7. Berani menulis

Seorang penulis mengetik di laptop di atas meja dengan buku catatan, pena, dan kacamata di sampingnya.
ilustrasi seorang penulis (pexels.com/Arina Krasnikova)

Terakhir jelas ya. Seorang penulis berani untuk menulis. Berani melawan kemalasannya. Untuk hanya rebahan seharian. Sembari bermain ponsel di kasur kesayangan.

Pada akhirnya, seorang penulis adalah manusia biasa. Mereka bisa saja memilih untuk berleha-leha layaknya kebanyakan orang. Tapi mereka punya jalan lain. Berani mengambil resiko sebagai seorang penulis. Mereka siap untuk dirundung rasa bosan rasa lelah, bahkan mungkin terkadang mau menyerah. Tapi mereka terus mendorong dirinya. Sampai tercipta sebuah karya yang memukau banyak mata.

Itulah tujuh dari keberanian seorang penulis. Kalau dipikir-pikir, mereka memang layak untuk diapresiasi dan mendapat status kesatria. Apakah kamu setuju?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Related Articles

See More

5 Hal Ini Menunjukkan Kamu Layak Tampil Dewasa, Setuju Gak?

10 Mei 2026, 06:18 WIBLife