Di tengah ramainya buku self-improvement dan buku teori yang sering dikaitkan dengan kesuksesan, buku fiksi masih sering dipandang sebelah mata. Banyak yang menganggap membaca novel atau cerpen cuma sebatas hiburan dan tidak terlalu berdampak bagi kecerdasan. Padahal, anggapan ini belum tentu tepat.
Literasi tidak selalu soal seberapa banyak informasi yang kamu serap dari bacaan. Ada juga proses memahami cerita, membaca emosi, dan melihat sudut pandang yang berbeda, dan semua itu justru banyak dilatih lewat buku fiksi. Kalau masih ragu, lima manfaat ini bisa jadi alasan kenapa buku fiksi tetap penting untuk dibaca.
