Setiap bulan, kamu berhasil menyisihkan Rp200 ribu dari gaji. Jumlahnya memang tidak terlalu besar, tetapi kamu senang melihat saldo tabungan bertambah sedikit demi sedikit. Masalahnya, uang itu terkumpul karena kamu sudah lama gak membeli baju baru untuk bekerja, membatasi makan di luar, dan selalu menolak ajakan pergi yang membutuhkan ongkos tambahan. Bahkan, ketika teman bertanya kenapa kamu jarang ikut, kamu bilang sedang ingin istirahat daripada menjelaskan kondisi keuanganmu.
Kalau dilihat dari catatan keuangan, kamu termasuk orang yang berhasil menabung. Kamu punya simpanan, tetapi belum tentu bisa menggunakannya untuk kebutuhan yang sebenarnya penting tanpa merasa khawatir. Situasi ini menunjukkan bahwa kemampuan menabung dan kehidupan yang layak tidak selalu berjalan beriringan. Sebab, uang yang berhasil disimpan belum tentu menandakan bahwa kebutuhan sehari-hari sudah terpenuhi dengan baik. Mengapa bisa begitu?
