Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menaker Dorong Generasi Muda Membangun Pola Pikir Inovasi
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam acara Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2026. (dok. Tanoto Foundation)
  • Menaker Yassierli menekankan generasi muda perlu membangun spirit inovasi berbasis empati, kreativitas, pengetahuan, dan keinginan memperbaiki masalah di masyarakat.
  • Indonesia berada di peringkat 55 Global Innovation Index 2025, namun pemerintah optimistis kompetensi inovasi generasi muda mendukung visi Indonesia Emas 2045.
  • Yassierli mendorong growth mindset, mentor, dan pemagangan nasional; program ini menargetkan 150 ribu fresh graduate, dengan 30 persen peserta sudah mendapat tawaran kerja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pola pikir inovasi (innovation mindset) merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki setiap orang agar dapat menghadapi berbagai tantangan dan perubahan, terutama dalam dunia profesional. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Prof. Yassierli menggarisbawahi pentingnya spirit dan kompetensi inovasi, khususnya bagi generasi muda.

Ia mengaku, Indonesia kerap ditempatkan di posisi bawah dalam pemeringkatan indeks inovasi dunia. Seperti direkam Global Innovation Index 2025, yaitu kecakapan Indonesia dalam melahirkan inovasi berada di peringkat 55.

Meskipun begitu, Yassierli tetap optimis bahwa Indonesia mampu menjadi bangsa inovatif sesuai dengan visi besar pemerintah saat ini untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Keyakinan ini tidak lepas dari lahirnya anak-anak muda yang dibekali berbagai kompetensi inovasi. Mereka tidak hanya siap menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana, tetapi juga menjadi pemangku kepentingan dan para profesional di masa depan.

1. Menggali spirit inovasi

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam acara Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2026. (dok. Tanoto Foundation)

Banyak orang mengira bahwa inovasi hanya sebatas menghasilkan produk baru. Padahal, kemampuan dalam menghasilkan suatu nilai baru juga termasuk salah satu bentuk inovasi. Pengembangan suatu inovasi memang perlu pengetahuan, teknologi, dan kreativitas. Namun, yang paling penting adalah inovasi justru lahir dari spirit dan prinsip-prinsip sederhana, contohnya rasa empati.

Yassierli menerangkan bahwa aplikasi transportasi daring yang ada di Indonesia saat ini, sebenarnya muncul dari rasa empati untuk memecahkan persoalan. Kepekaan terhadap kesulitan orang-orang saat mencari moda transportasi dan para pengemudi ojek yang juga terlalu lama menanti pelanggan inilah yang mendorong terciptanya aplikasi transportasi daring.

Kehadiran aplikasi tersebut tidak hanya membantu masyarakat saat hendak bepergian, tetapi juga memudahkan pengemudi ojek mendapatkan penumpang. Seiring dengan rasa empati ini adalah spirit untuk menjadikan segala sesuatunya lebih baik.

“Dengan empati, kita punya perhatian dan perasaan yang sama dengan orang-orang ketika menghadapi masalah. Inovasi-inovasi yang lahir dan sekarang menjadi produk dan layanan besar berangkat dari empati,” tuturnya.

2. Menumbuhkan growth mindset

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam acara Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2026. (dok. Tanoto Foundation)

Tak hanya itu, Yassierli juga mengajak generasi muda untuk memupuk growth mindset, yaitu pola pikir yang percaya bahwa kecerdasan, bakat, dan kemampuan dasar bisa diperoleh atau ditingkatkan lewat usaha, latihan, dan ketekunan. Saat ini, masih banyak generasi muda yang takut mencoba hal baru, mudah menyerah, cenderung menghindari tantangan, dan bahkan menganggap keberhasilan orang lain sebagai ancaman.

Padahal dengan menumbuhkan growth mindset, seseorang bisa termotivasi untuk terus mencoba hal baru, memiliki sifat pantang menyerah, dan lebih siap menghadapi rintangan yang terjadi di masa depan. Yassierli pun memberitahu rahasia untuk memiliki dan mempertahankan growth mindset pada diri anak muda.

“Belajarlah dan carilah mentor atau coach sebagai role model. Lihat bagaimana mereka bisa survive, lihat bagaimana mereka berkembang, siap menghadapi tantangan, dan pantang menyerah saat menghadapi hambatan,” ungkapnya.

3. Menuju bangsa inovatif

Potret acara Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2026 (dok. Tanoto Foundation)

Yassierli mengatakan bahwa kini hanya 14 persen dari total 155 juta angkatan kerja yang memperoleh kesempatan emas untuk menempuh pendidikan tinggi. Sementara itu, terdapat 86 persen angkatan kerja yang pendidikan hanya setingkat SMA dan SMK.

Berbagai upaya pun telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas angkatan kerja nasional. Salah satunya adalah program pemagangan nasional yang digagas Kemenaker dengan kuota sebanyak 150 ribu fresh graduate. Mereka menjalani magang di perusahaan terkemuka selama satu tahun.

“Sebelum masa magang selesai, sebanyak 30 persen peserta magang sudah ditawari kerja. Ini adalah bentuk bagaimana kita ingin memberikan satu impact dan kontribusi kepada bangsa,” tuturnya.

Di samping itu, upaya meningkatkan kualitas angkatan kerja juga perlu dukungan dari semua pihak. Seperti halnya langkah Tanoto Foundation, di mana para peraih Beasiswa TELADAN dibekali dengan pelatihan kepemimpinan, pengembangan diri, dan peningkatan kapasitas untuk melengkapi kemampuan akademik dari kampus.

Melalui beasiswa ini, Yassierli melihat Tanoto Foundation memiliki spirit inovasi, serta berkomitmen untuk menghasilkan pemimpin dan inovator. Dukungan ini menjadi modal penting untuk mewujudkan bangsa inovatif di masa mendatang.

Pendaftaran Program Beasiswa dan Pengembangan Kepemimpinan TELADAN Cohort 2027 masih dibuka hingga 7 September 2026, bagi mahasiswa semester pertama (S1) di 10 perguruan tinggi mitra Tanoto Foundation yaitu IPB University, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Institut Teknologi Bandung, Universitas Hasanuddin, Universitas Mulawarman, dan Universitas Riau.

Pendaftaran dapat dilakukan melalui bit.ly/JadiTELADAN2027. Tak sampai di situ, kamu juga bisa mengunjungi Instagram resmi @tanotoeducation untuk memperoleh informasi lebih lanjut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article