Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Novel Favorit Sebastian Stan, Layak Dibaca saat Senggang
Sebastian Stan dalam A Different Man (dok. A24/A Different Man)
  • Sebastian Stan dikenal memiliki selera baca yang unik, memilih novel dengan tema emosional, eksistensial, dan humor gelap yang mencerminkan kedalaman karakter yang sering ia perankan.
  • Lima buku favoritnya meliputi karya Tom Robbins, J.D. Salinger, Julian Rubinstein, Yuval Noah Harari, dan Alain de Botton—dengan genre beragam dari fiksi absurd hingga nonfiksi sejarah.
  • Pilihan bacaan tersebut menonjolkan minat Stan pada kisah pencarian jati diri, realitas hubungan manusia, serta refleksi filosofis tentang kehidupan modern dan kebebasan individu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sebastian Stan dikenal sebagai aktor dengan pilihan peran emosional dan kompleks. Di balik penampilannya di layar lebar, ternyata ia juga memiliki selera membaca yang unik. Buku-buku favoritnya bukan cuma novel ringan, tetapi juga kisah kriminal yang penuh humor gelap. Tidak heran kalau pilihan bacaannya terasa lebih dalam dan berkesan dibandingkan dengan novel populer biasa.

Menariknya lagi, beberapa buku favorit Sebastian Stan memiliki tema tentang pencarian jati diri hingga sisi aneh kehidupan modern. Ada yang puitis, ada yang satir, bahkan ada yang terasa sangat eksistensial. Kalau kamu sedang mencari rekomendasi bacaan yang tidak mudah dilupakan, daftar ini bisa jadi pilihan yang tepat untuk mengisi waktu santai.

1. Still Life With Woodpecker — Tom Robbins

Still Life with Woodpecker (dok. Penguin Random House)

Novel karya Tom Robbins ini mungkin terdengar aneh melalui premisnya yang disebut sebagai kisah cinta di dalam bungkus rokok Camel. Namun, justru di situlah daya tariknya. Ceritanya penuh humor absurd, kritik sosial, dan filosofi unik tentang cinta serta kebebasan hidup. Robbins menulis dengan gaya liar yang terasa seperti campuran puisi, satire, dan komedi surealis.

Sebastian Stan memasukkan buku ini sebagai salah satu favoritnya saat acara Fandemic Tour Houston tahun 2018. Tidak mengherankan karena novel ini punya energi yang eksentrik dan sulit ditebak, sama seperti beberapa karakter yang pernah ia perankan. Pembaca yang suka cerita tidak biasa kemungkinan akan langsung jatuh hati pada novel ini.

2. The Catcher in the Rye — J.D. Salinger

The Catcher in the Rye (dok. Britannica)

The Catcher in the Rye adalah salah satu novel coming of age paling legendaris. Ceritanya mengikuti Holden Caulfield, remaja yang kabur dari sekolah dan berkeliling New York sambil mencoba memahami dunia yang menurutnya penuh kepalsuan. Sepanjang perjalanan itu, Holden bertemu banyak orang, tetapi justru semakin merasa kesepian dan kehilangan arah hidup.

Novel karya J.D. Salinger ini terkenal karena gaya narasinya yang personal dan emosional. Banyak pembaca merasa dekat dengan Holden karena pikirannya terasa realistis, kacau, dan penuh keresahan masa muda. Sampai sekarang, The Catcher in the Rye masih dianggap sebagai salah satu novel yang paling berpengaruh untuk generasi muda yang sedang mencari identitas diri.

3. Ballad of the Whiskey Robber — Julian Rubinstein

Ballad of the Whiskey Robber (dok. Hachette book group)

Kalau kamu suka kisah kriminal nyata yang terasa lebih liar daripada film Hollywood, buku karya Julian Rubinstein ini wajib masuk daftar bacaan. Ballad of the Whiskey Robber menceritakan kehidupan seorang perampok bank asal Hungaria yang juga pemain hoki es profesional. Premisnya saja sudah terdengar gila, dan isi bukunya bahkan lebih kacau!

Buku ini dipenuhi karakter-karakter eksentrik, mulai dari rapper pecandu narkoba hingga pengacara nyentrik di Budapest. Namun, di balik semua kekonyolan itu, ada potret tentang perubahan Eropa Timur pasca runtuhnya komunisme. Novel nonfiksi ini benar-benar menawarkan pengalaman membaca yang unik. Sulit percaya bahwa kisah seperti ini benar-benar terjadi di dunia nyata.

4. Sapiens — Yuval Noah Harari

Sapiens (dok. Goodreads)

Berbeda dengan daftar lainnya, Sapiens bukan novel, melainkan buku sejarah dan antropologi populer yang sangat terkenal. Yuval Noah Harari membahas perjalanan manusia dari zaman purba hingga era modern dengan cara yang mudah dipahami. Buku ini menjelaskan bagaimana revolusi pertanian, agama, uang, hingga teknologi membentuk kehidupan manusia saat ini.

Sapiens menarik karena caranya menghubungkan sejarah dengan kehidupan modern secara tajam dan kadang mengejutkan. Banyak pembaca merasa buku ini mengubah cara mereka memandang dunia. Sebastian Stan memilih buku ini sebagai favorit karena isinya memang memancing rasa penasaran. Meski cukup tebal, pembahasannya tetap terasa mengalir dan penuh ide menarik yang sulit dilupakan.

5. The Course of Love — Alain de Botton

The Course of Love (dok. Goodreads)

Alain de Botton dikenal lewat tulisan-tulisannya yang membahas cinta dan kehidupan modern secara filosofis tetapi tetap relatable. Dalam The Course of Love, ia mencoba menjawab pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi setelah dua orang jatuh cinta dan memulai hidup bersama. Fokusnya bukan pada kisah cinta ideal ala film romantis, melainkan pada realitas hubungan sehari-hari.

Novel ini mengikuti pasangan bernama Rabih dan Kirsten saat mereka menghadapi rutinitas, konflik kecil, ekspektasi, hingga perubahan emosi dalam pernikahan. Buku ini berbeda karena adanya komentar filosofis di sela cerita, seolah pembaca sedang mendapat panduan untuk memahami hubungan manusia. Bagi pembaca yang suka novel romantis dengan pendekatan lebih dewasa dan realistis, buku ini terasa sangat menarik.

Pilihan buku favorit Sebastian Stan menunjukkan bahwa ia menyukai cerita yang emosional, unik, dan penuh pemikiran mendalam. Dari semua buku di atas, mana yang paling membuat mereka penasaran untuk segera dibaca?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article