Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Kebiasaan yang Gak Sadar Merusak Skin Barier Saat Gelombang Panas

4 Kebiasaan yang Gak Sadar Merusak Skin Barier Saat Gelombang Panas
ilustrasi perempuan becermin (pexels.com/ANTONI SHKRABA)
Intinya Sih
  • Gelombang panas menuntut penyesuaian skincare karena skin barrier melindungi kulit dari iritan serta membantu mengunci hidrasi.
  • Tidak memakai sunscreen saat cuaca panas dapat melemahkan skin barrier akibat paparan UV, memicu sunburn, kulit kering, iritasi, sensitif, dan kasar.
  • Membersihkan wajah terlalu lama, melewatkan pelembap, serta eksfoliasi berlebihan dapat merusak skin barrier; eksfoliasi idealnya dilakukan 1–2 kali seminggu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Musim panas yang terjadi di Indonesia belakangan ini tidak hanya memengaruhi aktivitas masyarakat sehari-hari, melainkan juga rutinitas skincare mereka. Dengan datangnya gelombang panas, secara tidak langsung kamu dituntut untuk mengubah rutinitas perawatan kulit agar sesuai dengan kondisi cuaca saat ini sehingga kulit tetap sehat.

Skin barrier merupakan lapisan pelindung kulit yang berfungsi menjaga kulit dari bakteri berbahaya, iritan, alergen, dan partikel kimia saat cuaca panas. Dokter kulit bersertifikat di Union Derm di New York City, Robyn Gmyrek, MD, dikutip dari Self, juga mengatakan bahwa skin barrier dapat membantu mengunci hidrasi kulit supaya tidak kering.

Lantas, kebiasaan apa saja yang tanpa disadari dapat merusak skin barrier saat gelombang panas? Yuk, temukan jawabannya dalam artikel ini!

1. Tidak menggunakan tabir surya

sunscreen lotion
ilustrasi sunscreen lotion (pexels.com/Elif Çamlı)

Masih dikutip dari Self, Mona Gohara, MD, profesor klinis madya dermatologi di Yale School of Medicine, mengungkapkan bahwa ada sejumlah faktor internal dan eksternal yang dapat merusak atau melemahkan skin barrier. Jika dilihat dari faktor internal umumnya ada dua penyebab, yakni genetik dan penuaan, sedangkan dari faktor eksternal sendiri cukup banyak, salah satunya tidak memakai tabir surya (sunscreen).

Di tengah gelombang panas penggunaan sunscreen sangatlah penting demi melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB. Gak cuma itu, pemakaian sunscreen sering dianggap sebagai langkah termudah dalam mencegah hiperpigmentasi, kusam, hingga tanda-tanda penuaan dini yang kerap muncul akibat efek buruk sinar matahari.

Bayangkan, bila kamu tidak memakai sunscreen secara rutin, terlebih ketika cuaca panas, kulitmu bukan hanya mengalami sunburn, tetapi juga terasa begitu kering, mudah iritasi, lebih sensitif, dan kasar. Sebab, fungsi skin barrier telah melemah akibat paparan sinar UV yang berlebihan.

2. Membersihkan wajah terlalu lama

mencuci muka dengan facial foam
ilsutrasi mencuci muka dengan facial foam (pexels.com/Karolina Grabowska)

Cuaca panas sering kali memperburuk kualitas udara, menyebabkan polusi udara, debu, dan partikel halus lebih mudah menempel ke kulit. Gak heran, jika kamu mungkin mengira kalau membersihkan wajah lebih lama bisa membantu membersihkan kulit lebih optimal.

Meskipun beberapa orang menganggap bahwa mencuci muka selama 1 menit bisa mengangkat kotoran secara menyeluruh. Melissa Piliang, MD, seorang dokter kulit dalam laman Cleveland Clinic, mengungkapkan bahwa mencuci muka kurang dari 1 menit sebenarnya sudah cukup.

Menurut Dr. Piliang, wajah yang dibersihkan terlalu lama justru bisa merusak skin barrier. Cara yang paling tepat dalam membersihkan wajah adalah bukan terletak pada seberapa lama kamu menggosoknya, melainkan bagaimana cara kamu memijat wajah agar kotoran dapat terangkat sempurna.

“Tidak ada manfaatnya memijat wajah terlalu lama. Bahkan, tanpa disadari tindakan itu malah merusak kulit karena lapisan lemak skin barrier mulai rusak,” imbuhnya.

3. Tidak memakai pelembap secara teratur

ilustrasi pelembap di wajah
ilustrasi pelembap di wajah (pexels.com/Anna Shvets)

Bagi pemilik kulit berminyak menghadapi cuaca panas bisa menjadi tantangan tersendiri. Ini karena suhu udara lebih tinggi dari biasanya, kulit akan lebih banyak mengeluarkan minyak dan keringat. Pemilik kulit berminyak pun sering kali mengurangi atau bahkan melewatkan pelembap saat cuaca panas karena merasa kulitnya sudah cukup lembap akibat produksi minyak alami yang meningkat.

Padahal menurut Lauren Ploch, MD, seorang dokter kulit bersertifikat di Augusta, Georgia, penting memakai pelembap setiap hari apa pun jenis kulitmu. minyak (sebum) dan kelembapan (hidrasi) adalah dua hal yang berbeda. Kulit mungkin bisa terlihat sangat berminyak dari luar, tetapi sebenarnya mengalami dehidrasi karena kekurangan air.

“Kulit kering adalah kulit yang rentan. Agar skin barrier tetap sehat, gunakanlah pelembap yang mengandung bahan-bahan yang menghidrasi sekaligus menjaga fungsi skin barrier,” ujar Ploch, dilansir Everyday Health.

Saat ini, sudah tersedia berbagai jenis pelembap dibuat khusus sesuai tipe kulit. Bagi kulit kering, pelembap bertekstur krim adalah pilihan tepat karena efektif melembapkan secara maksimal. Sementara, khusus pemilik kulit berminyak disarankan memilih pelembap berbasis gel atau watery gel karena formulanya lebih ringan, bisa mengontrol produksi minyak berlebih, dan cepat meresap ke kulit.

4. Melakukan eksfoliasi kulit secara berlebihan

melakukan eksfoliasi wajah
ilustrasi melakukan eksfoliasi wajah (pexels.com/IslandHopper X)

Idealnya, eksfoliasi kulit dilakukan 1-2 kali seminggu. Namun, sebagian orang masih berpikir bahwa eksfoliasi yang lebih sering akan membuat wajah terasa lebih bersih, apalagi jika dilakukan saat cuaca panas.

Menurut Dr. Piliang, eksfoliasi kulit terlalu sering justru bisa melemahkan fungsi skin barrier. Dahulu, produk eksfoliasi berbentuk scrub sangat populer. Walaupun bisa membuat kulit terasa halus seketika, butiran scrub yang terlalu kasar dapat berpotensi merusak skin barrier.  

“Pemakaian produk eksfoliasi kimia dalam bentuk toner atau serum lebih direkomendasikan karena formulanya yang cair langsung meresap ke dalam kulit. Eksfoliasi kimia dengan kandungan alpha hydroxy yang lembut merupakan pilihan terbaik,” pungkasnya.

Nah, itu dia beberapa kebiasaan buruk yang tanpa disadari bisa merusak skin barrier saat gelombang panas. Jadi, perlu diingat bahwa kondisi skin barrier sangat berpengaruh terhadap kesehatan kulit. Artinya, jika kamu ingin kulitmu tetap sehat, jagalah skin barrier agar tidak rusak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More