Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Rekomendasi Buku Bacaan Emma Roberts, Suka Vintage Books!
Emma Roberts dan vintage books (instagram.com/emmaroberts) | (gramedia.com)

Emma Roberts dikenal sebagai aktris Hollywood yang gemar sekali membaca buku. Pemain serial TV American Horror Story dan Screem Queens ini sampai punya klub buku online sendiri, namanya Belletrist.

Tak sembarang buku, Emma sendiri hobi mengoleksi buku-buku klasik (vintage books), karena ia juga fans berat dari tema vintage, yang ia aplikasikan pada gaya fashion hingga interior rumah. Jika kamu penasaran, inilah beberapa rekomendasi buku bacaan vintage Emma Roberts!

1. Madonna in a Fur Coat - Sabahattin Ali

Madonna in a Fur Coat - Sabahattin Ali (gramedia.com)

Rekomendasi buku bacaan Emma Roberts pertama berjudul Madonna in a Fur Coat karya Sabahattin Ali, yang ia bagikan di salah satu postingan instagramnya. Ini adalah sebuah karya klasik sastra Turki yang published pada tahun 1943. Novel ini berkisah tentang penyesalan, cinta yang mendalam, dan rasa terasing di tengah masyarakat.

Seorang pemuda menemukan sebuah buku harian milik temannya yang meninggal, Raif Efendi. Buku itu berisi kisah masa muda Raif saat tinggal di Berlin, Jerman, pada tahun 1920-an, di mana ia jatuh cinta pada seorang seniman perempuan mandiri dan misterius bernama Maria Puder. Maria melukis potret dirinya menyerupai lukisan Andrea del Sarto yang dijuluki "Madonna in a Fur Coat".

2. The Bell Jar - Sylvia Path

The Bell Jar - Sylvia Path (gramedia.com)

Emma Roberts juga membagikan rekomendasi vintage books favoritnya, berjudul The Bell Jar yang terbit pada 1963. Ini adalah semi-autobiografi bergenre roman à clef dan kisah pendewasaan (coming-of-age) karya Sylvia Plath.

Novel ini menceritakan perjuangan seorang mahasiswi cerdas bernama Esther Greenwood yang mengalami depresi berat dan keterasingan mental di tengah tekanan norma masyarakat serta ekspektasi peran gender pada era 1950-an. Mengangkat tema utama tentang perjuangan kesehatan mental, benturan peran gender dan ekspektasi sosial terhadap perempuan, hingga proses pencarian jati diri di tengah keputusasaan.

3. English Classics: Dracula - Bram Stoker

English Classics: Dracula - Bram Stoker (gramedia.com)

Siapa yang tidak tahu buku Inggris klasik, Dracula, karya Bram Stroker. Novel ini menjadi cikal bakal cerita horror Dracula yang populer hingga saat ini dengan berbagai versi, dari mulai buku sampai adaptasi film. Emma Roberts dalam instagramnya juga mengaku kalau cerita dari tahun 1897 ini merupakan karya terbaik sepanjang masa.

Seperti yang mungkin sudah familiar di telinga kita, karya klasik ini menceritakan kisah cinta abadi, pembalasan dendam, dan teror yang melibatkan Count Dracula, Jonathan Harker, dan Mina.

Pada tahun 1462, ksatria Vlad berperang melawan tentara Turki. Istrinya, Elisabeta, bunuh diri setelah mendapat kabar palsu bahwa Vlad tewas. Karena gereja menyatakan bunuh diri dikutuk masuk neraka, Vlad murka, mengutuk Tuhan, dan berubah menjadi vampir haus darah bernama Count Dracula.

4. Rebecca - Daphne du Maurier

Rebecca - Daphne du Maurier (gramedia.com)

Termasuk vintage books, novel Rebecca karya Daphne du Maurier, jadi rekomendasi buku bacaan Emma Roberts bergenre gothic suspense, misteri psikologis, dan dark romance. Published pada tahun 1938, karya sastra klasik ini mengangkat tema kecemburuan dan insecurity, dan pengaruh masa lalu yang merusak masa kini.

Cerita ini mengikuti seorang perempuan muda tak bernama yang menikah dengan seorang duda kaya bernama Maxim de Winter, namun merasa tertekan dan terus dihantui oleh bayang-bayang istri pertama Maxim yang sempurna dan telah meninggal, Rebecca, di rumah mewah Manderley.

5. Franny & Zooey - J.D. Salinger

Franny & Zooey - JD Salinger (shopee.co.id/Periplus Official Bookstore)

Rekomendasi buku bacaan Emma Roberts berikutnya adalah Franny & Zooey karya J.D. Salinger, yang terbit pada 1961. Buku ini berisi dua kisah tentang dua anggota termuda keluarga Glass, yaitu kakak-beradik Franny dan Zooey. Cerita ini membahas krisis eksistensial, pencarian makna hidup, kebohongan sosial, serta pergulatan batin melawan kepalsuan dunia.

  • Bagian 1 (Franny): Franny Glass mengunjungi pacarnya, Lane. Ia mengalami krisis mental dan kelelahan emosional akibat kemunafikan, kesombongan dunia akademis, serta kepalsuan orang-orang di sekitarnya. Ia membawa buku doa kuno untuk merapalkan doa secara terus-menerus demi ketenangan jiwa.

  • Bagian 2 (Zooey): Zooey mencoba menenangkan Franny yang sedang sakit secara fisik dan mental di rumah keluarga mereka di New York. Melalui dialog panjang dan tajam, Zooey mengritik obsesi spiritual Franny dan membantu adiknya memahami cara menerima ketidaksempurnaan dunia tanpa kehilangan kasih sayang.

6. Play It As It Lays - Joan Didion

Play It As It Lays - Joan Didion (shopee.co.id/Periplus Official Bookstore)

Emma Roberts juga suka membaca Play It as It Lays, novel fiksi beraliran sastra postmodern dan psikologis karya Joan Didion terbitan tahun 1970. Buku ini mengangkat tema nihilisme, rasa terasing, dan sisi gelap industri hiburan Amerika Serikat.

Novel ini berkisah tentang Maria Wyeth, seorang aktris film yang mengalami krisis mental, kehampaan hidup, dan keterasingan di tengah kemilau palsu serta dunia hitam Hollywood serta Los Angeles tahun 1960-an. Maria menghadapi kehancuran pernikahan, kehilangan arah hidup, serta penderitaan karena putrinya yang sakit mental.

Itulah beberapa rekomendasi buku bacaan Emma Roberts yang hobi mengoleksi vintage books dan buku-buku ini sudah mendunia. Ada buku klasik di atas yang sudah kamu baca?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article