Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Rekomendasi Buku Bacaan untuk Temani Healing, Bikin Hati Tenang!

7 Rekomendasi Buku Bacaan untuk Temani Healing, Bikin Hati Tenang!
ilustrasi seorang wanita sedang membaca buku (pexels.com/Ron Lach)
Intinya Sih
  • Artikel menghadirkan tujuh rekomendasi buku bertema healing yang membantu pembaca menenangkan pikiran dan menemukan ketenangan di tengah kesibukan hidup.
  • Setiap buku menawarkan refleksi tentang penerimaan diri, proses penyembuhan, keberanian melangkah, hingga pentingnya mencintai diri sendiri secara konsisten.
  • Buku-buku ini ditulis dengan gaya lembut dan penuh empati, cocok untuk menemani masa transisi atau saat hati membutuhkan ruang tenang untuk pulih.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di tengah ritme hidup yang kadang terasa terlalu bising, ada momen ketika kita hanya ingin berhenti sejenak dan menenangkan pikiran. Salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan membaca buku yang tepat.

Di sini, aku ada beberapa rekomendasi buku bacaan bertema healing. Kamu akan menemukan berbagai cerita dan refleksi yang tidak hanya ringan, tetapi juga mampu menyentuh sisi emosional. Buku-buku ini seperti ruang sunyi kecil, tempat kamu bisa beristirahat tanpa harus pergi jauh ke mana-mana. Simak selengkapnya berikut ini, yuk!

1. Not a Cup of Sweet Life – Rani Galuh

cover buku Not a Cup of Sweet Life
cover buku Not a Cup of Sweet Life (ebooks.gramedia.com)

Buku ini menghadirkan potongan refleksi tentang kehidupan yang tidak selalu manis seperti yang diharapkan. Rani Galuh menulis dengan gaya yang jujur dan apa adanya, menggambarkan realita bahwa hidup sering kali penuh ketidakpastian, luka, dan rasa lelah yang sulit dijelaskan. Melalui tulisan-tulisannya, pembaca diajak menerima bahwa tidak semua hal harus berjalan sesuai rencana.

Di balik kesederhanaannya, buku ini menyimpan pesan tentang penerimaan diri dan keberanian untuk tetap berjalan meski keadaan tidak ideal. Not a Cup of Sweet Life cocok dibaca saat sedang merasa kehilangan arah, karena ia tidak memaksa pembaca untuk segera “baik-baik saja”, melainkan menemani proses itu dengan tenang.

2. When Things Don’t Go Your Way – Haemin Sunim

cover buku When Things Don’t Go Your Way
cover buku When Things Don’t Go Your Way (gramedia.com)

Dalam buku ini, Haemin Sunim kembali menghadirkan refleksi sederhana tentang hidup yang sering kali tidak berjalan sesuai harapan. Ia membahas berbagai situasi seperti kegagalan, rasa kecewa, hingga tekanan hidup dengan sudut pandang yang lembut dan penuh empati.

Dengan gaya penulisan yang tenang dan penuh makna, buku ini mengajak pembaca untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri. When Things Don’t Go Your Way mengingatkan bahwa tidak semua hal bisa dikontrol, dan justru dalam ketidaksempurnaan itulah kita belajar menerima hidup dengan lebih damai.

3. One Way Ticket – Rani Galuh

cover buku One Way Ticket
cover buku One Way Ticket (gramedia.com)

One Way Ticket mengangkat tema perjalanan hidup sebagai sesuatu yang tidak bisa diulang atau dikembalikan. Buku ini dipenuhi refleksi tentang keberanian mengambil keputusan, meninggalkan masa lalu, dan melangkah menuju hal yang belum pasti. Rani Galuh menulis dengan gaya yang puitis namun tetap dekat dengan realitas.

Buku ini mengajak pembaca untuk memahami bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi, dan tidak semua perjalanan harus dimengerti sejak awal. Ada kalanya kita hanya perlu berjalan, meski tanpa kepastian. Nuansanya sendu namun menguatkan, cocok bagi yang sedang berada di fase transisi hidup.

4. When You’re Ready, This Is How You Heal – Brianna Wiest

cover buku When You’re Ready, This Is How You Heal
cover buku When You’re Ready, This Is How You Heal (ebooks.gramedia.com)

Buku ini membahas proses penyembuhan diri yang tidak instan dan sering kali tidak mudah. Brianna Wiest menjelaskan bahwa healing bukan tentang melupakan masa lalu, tetapi tentang memahami dan menerima apa yang telah terjadi.

Melalui tulisan yang mendalam, pembaca diajak untuk mengenali emosi, menghadapi luka batin, dan perlahan membangun kembali diri mereka. Buku ini terasa intens namun penuh insight, cocok untuk pembaca yang siap menghadapi proses healing secara lebih sadar.

5. Semoga Semua Kebaikan Ini Bisa Membuatmu Sedikit Lebih Bahagia – Lucia Song

cover buku Semoga Semua Kebaikan Ini Bisa Membuatmu Sedikit Lebih Bahagia
cover buku Semoga Semua Kebaikan Ini Bisa Membuatmu Sedikit Lebih Bahagia (gramedia.com)

Buku ini berisi kumpulan tulisan pendek yang terasa seperti pelukan hangat bagi pembacanya. Lucia Song menyampaikan pesan-pesan sederhana tentang kebaikan, harapan, dan hal-hal kecil yang sering terlewat dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan bahasa yang ringan dan menyentuh, buku ini cocok dibaca kapan saja, terutama saat hati sedang lelah. Setiap halamannya seperti pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari hal besar, melainkan dari hal-hal kecil yang tulus dan penuh makna.

6. This Is Me Letting You Go – Heidi Priebe

cover buku This Is Me Letting You Go
cover buku This Is Me Letting You Go (gramedia.com)

Buku ini berisi kumpulan esai tentang melepaskan, baik itu hubungan, harapan, maupun versi diri yang sudah tidak lagi relevan. Heidi Priebe menulis dengan gaya yang emosional dan reflektif, menggambarkan proses move on yang tidak selalu lurus dan mudah.

Setiap tulisannya terasa personal dan dekat dengan pengalaman banyak orang. Buku ini mengajak pembaca memahami bahwa melepaskan bukan berarti kalah, melainkan bagian dari proses bertumbuh. Cocok untuk yang sedang belajar mengikhlaskan sesuatu dalam hidupnya.

7. Love Yourself Like Your Life Depends On It – Kamal Ravikant

cover buku Love Yourself Like Your Life Depends On It
cover buku Love Yourself Like Your Life Depends On It (goodreads.com)

Buku ini berangkat dari pengalaman pribadi penulis yang berada di titik terendah dalam hidupnya. Kamal Ravikant kemudian menemukan bahwa mencintai diri sendiri bukan sekadar konsep, tetapi praktik yang harus dilakukan secara konsisten.

Dengan pendekatan yang sederhana dan langsung, buku ini menawarkan cara-cara praktis untuk membangun self-love melalui afirmasi dan kebiasaan sehari-hari. Pesannya kuat dan jelas mengenai hubungan dengan diri sendiri adalah fondasi utama untuk menjalani hidup yang lebih sehat dan bahagia.

Tujuh buku rekomendasi di atas bisa menjadi teman yang setia di saat kamu butuh jeda, membantu merapikan perasaan yang berantakan, dan perlahan mengembalikan ketenangan. Kamu cukup duduk tenang, membuka halaman demi halaman, dan membiarkan diri terhubung dengan kata-kata yang terasa dekat. Selamat membaca!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us