8 Tips agar Pekarangan Tak Menjadi Sarang Ular, Kasihan Tetangga

Masih punya pekarangan di zaman sekarang adalah kemewahan. Harga tanah per meter kian tinggi. Rumah dengan luas tanah gak sampai 70 meter persegi saja sudah mahal. Sementara luas pekarangan di rumahmu bisa lebih dari itu.
Adanya pekarangan yang cukup luas memang menyenangkan. Hunian terasa lapang. Kamu masih bisa bercocok tanam langsung di lahan. Anak-anak juga dapat bermain sekaligus belajar mengeksplorasi lingkungan.
Namun, pekarangan yang tidak terawat dengan baik kerap menjadi sarang ular. Kalau ini terjadi, selain berbahaya buat diri sendiri juga bisa merugikan tetangga. Ular dari pekaranganmu dapat kapan saja berpindah ke area rumah mereka. Bagaimana cara supaya pekarangan aman dari ular?
1. Memberikan jarak tanam yang cukup

Meski kamu sangat suka menanam apa pun, jarak yang terlalu rapat tidak baik. Pertama, pertumbuhan tanaman menjadi gak maksimal. Akar beberapa tanaman berebut nutrisi. Dahan dan ranting pun bersentuhan. Kedua, kerapatan tanaman disukai ular untuk bersembunyi bahkan berkembang biak.
2. Rutin membersihkan semua gulma

Punya pekarangan berarti kamu akan berhadapan dengan gulma sepanjang waktu. Apalagi selama musim hujan. Gulma tumbuh cepat sekali. Sebaiknya dirimu melakukan pemangkasan atau pencabutan 1 sampai 2 kali seminggu agar gulma tak kadung tinggi dan rapat. Makin banyak gulma, ular makin senang karena aman dari pantauan manusia.
3. Memangkas dahan dan ranting

Menanam pohon tidak berarti membiarkannya tumbuh begitu saja. Termasuk dalam perawatan pohon ialah melakukan pemangkasan berkala. Apa pun jenis pohonnya bila dahan dan ranting terlalu besar serta panjang kurang baik. Selain buahnya bisa gak maksimal, ular juga menyukainya. Jangan sampai siapa pun kejatuhan ular dari pohon di pekaranganmu.
4. Membasmi tikus

Untuk mencegah ular bersarang di pekarangan, kamu mesti terlebih dahulu menghilangkan sumber makanannya. Salah satu binatang yang paling digemari ular adalah tikus. Jangan menganggap tikus biasa berada di sekitar tanaman kalau gak mau lama-lama ular ikut datang.
5. Jangan ada lubang sampah di pekarangan

Kemungkinan tikus ada di pekaranganmu meningkat apabila di situ juga terdapat lubang pembuangan sampah. Kamu merasa tanah pekarangan berguna sebagai tempat pembusukan alami sampah basah rumah tangga. Sampah kering seperti kertas dan plastik juga dapat dibakar di situ.
Dirimu menjadi tak perlu berlangganan sampah. Akan tetapi, sampah di pekarangan akan mengundang tikus seperti dalam poin sebelumnya. Ular pun ikut datang. Bahkan sampah kering anorganik juga disukai ular untuk bersembunyi dan mencari kehangatan. Jika pun kamu ingin membuat pupuk kompos sendiri, gunakan tong khusus.
6. Menanam tanaman yang tidak disukai ular

Ular memiliki penciuman yang tajam. Beberapa tanaman yang mengeluarkan aroma menyengat tidak disukai ular. Misalnya, tanaman serai, cabai, dan lavender. Kamu bisa menanamnya sebagai pengaman.
Ada juga jenis tanaman yang dibenci ular karena bentuknya. Misalnya, segala tanaman berduri. Contoh, nanas, jeruk, kaktus, naga, dan sebagainya. Dirimu dapat menanamnya sebagai pembatas pekarangan untuk mencegah ular masuk.
7. Jangan membiarkan saja bila ada tanda keberadaan ular

Ular biasanya gak langsung terlihat olehmu. Ia secara naluri akan suka bersembunyi dari manusia. Apalagi untuk ular yang baru aktif di malam hari. Mungkin kamu gak akan pernah melihat fisiknya.
Akan tetapi, jika dirimu pernah menemukan telur yang pantas dicurigai sebagai telur ular atau selongsong kulit ular, waspadalah. Segera amati setiap bagian pekarangan. Barangkali ular masih ada di sekitar. Bila kamu membiarkannya saja, ular bisa merasa pekaranganmu sebagai rumahnya yang nyaman.
8. Tutup lubang yang bisa menjadi sarang atau jalan masuk ular

Ular gak tiba-tiba saja muncul di pekaranganmu. Dari tidak ada menjadi ada. Kemungkinan ular pertama kali datang dari luar. Misalnya, melalui lubang saluran air di pekarangan yang mengarah ke luar. Ular dari luar bisa masuk lewat sini. Setiap lubang di pekarangan yang terhubung ke luar perlu diberi tutup dengan celah lumayan sempit agar tidak mudah dilalui ular.
Apabila pekarangan telanjur menjadi sarang ular, pembasmiannya barangkali hanya bisa dilakukan dengan menebang semua pohon. Sampai lahan benar-benar bersih. Tentu ini merepotkan sekali sehingga sebaiknya perawatan ekstra dimulai sejak sekarang.


















