“Peluncuran Program Studi Sarjana Kecerdasan Buatan menjadi selaras dengan visi UMN, yakni unggul di bidang berbasis Information and Communication Technology, salah satunya adalah Kecerdasan Buatan. Teknologi ini merupakan teknologi baru yang hadir di masyarakat dan berkembang cukup pesat. Hal ini mendorong kami untuk membuka Program Studi Kecerdasan Buatan,” ungkap Rektor UMN, Dr. Andrey Andoko, M.Sc..
Jelang Tahun Akademik 2026/2027, UMN Bikin Gebrakan Program Studi AI

- UMN meluncurkan Program Studi Artificial Intelligence berbasis Sustainable AI yang menekankan etika, tanggung jawab sosial, dan kolaborasi internasional dengan Chang Gung University, Taiwan.
- Program RPL UMN memungkinkan konversi pengalaman kerja menjadi SKS kuliah untuk mempercepat studi di PJJIK dan MMT dengan sistem asesmen transparan dan fleksibel.
- UMN meraih prestasi internasional lewat Scimago Institutions Rankings dan QS World University Rankings by Subject 2026, menempati posisi 151–200 dunia di bidang Art & Design.
Jakarta, IDN Times - Perkembangan Artificial Intelligence (AI) semakin melebar di setiap bidang. Di bidang pendidikan pun, hal ini seolah tak bisa dihindari. Tidak bisa ditampik, dunia pendidikan juga memerlukan AI. Bukan dalam nada negatif, justru teknologi AI juga merupakan fenomena yang harus dipelajari agar kita memahami etikanya, menggunakannya dengan bijak tanpa mengurangi manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Menjelang tahun akademik 2026/2027, Universitas Multimedia Nusantara (UMN) telah menyiapkan sejumlah gebrakan baru. Salah satunya adalah peluncuran Program Studi Artificial Intelligence (Prodi AI) Berbasis Sustainable AI. Tidak hanya itu, program menarik dan prestasi baru telah ditorehkannya. Hal tersebut disampaikan pada Halalbihalal UMN 2026 pada Kamis (9/4/2026) di Hotel Ascott Menteng, Jakarta Pusat.
1. Program Studi Artificial Intelligence Berbasis Sustainable AI diluncurkan UMN, bahkan berkolaborasi dengan program International Acceleration bersama Chang Gung University, Taiwan

Prodi AI UMN hadir lantaran kebutuhan SDM yang menguasai kecerdasan buatan kian meningkat. Di samping itu, isu sustainable atau keberlanjutan juga jadi atensi dalam berkembangnya teknologi kecerdasan buatan. Artinya, seiring majunya teknologi AI, dibutuhkan juga rasa tanggung jawab pada lingkungan, sosial, dan etika.
Andrey menilai kecerdasan buatan membawa dampak di berbagai bidang sekaligus disrupsi. Kemampuan kecerdasan buatan menjadi bekal penting yang harus dikuasai oleh semua lulusan UMN agar dapat berkontribusi dalam pengembangan kecerdasan buatan serta penerapannya di masa mendatang.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi UMN, Prof. Dr. Friska Natalia, S.Kom., M.T., menegaskan bahwa Program Studi AI UMN dirancang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada penerapan nyata yang berkelanjutan. Bahwa, mahasiswa akan ditekankan pada tanggung jawab serta kode etik.
Menariknya, prodi ini menjalin kolaborasi dengan program International Acceleration bersama Chang Gung University, Taiwan. Program ini tidak hanya menekankan pada pembelajaran saja, tapi juga memberikan pengalaman global pada mahasiswa.
“Melalui kolaborasi bersama Chang Gung University, Taiwan, mahasiswa dapat menempuh studi 3 tahun di UMN dan 1 tahun di Chang Gung University tanpa biaya tambahan dan hanya tuition fee di UMN. Lewat program tersebut, mahasiswa juga bisa menambah 1 tahun lagi di Chang Gung University untuk menyelesaikan program Magister, sehingga dengan total waktu 5 tahun, mahasiswa bisa mendapatkan gelar Sarjana dan Magister,” jelas Friska.
2. Untuk kamu yang sudah punya pengalaman kerja, ada Program RPL yang bisa mengkonversi pengalamanmu menjadi SKS kuliah

RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) adalah program skema pengakuan terhadap capaian pembelajaran mahasiswa, baik yang diperoleh dari pendidikan formal, nonformal, informal, maupun pengalaman kerja.
“Program RPL kami buka untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang sudah memiliki pengalaman bekerja dan keahlian tertentu yang relevan dengan dua program studi di UMN, di antaranya PJJIK (Pembelajaran Jarak Jauh Ilmu Komunikasi) dan MMT (Magister Manajemen Teknologi). Pengalaman bekerja dan keahlian yang relevan nantinya bisa diakui dengan mata kuliah tertentu, sehingga bisa menyelesaikan perkuliahan lebih singkat dengan biaya yang lebih murah,” jelas Andrey.
Dengan adanya program RPL, diharapkan UMN mampu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi bagi para profesional. Program ini juga diharapkan dapat mendukung mahasiswa di perusahaan dalam pengembangan karier ataupun menjawab tantangan yang dihadapi dalam dunia kerja maupun bisnis.
“Program RPL ini kami rancang untuk calon mahasiswa yang ingin mengikuti pembelajaran di UMN, khususnya bagi mereka yang sudah memiliki pengalaman kerja, pendidikan formal, maupun pendidikan sebelumnya yang tidak tamat,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi UMN, Prof. Dr. Friska Natalia, S.Kom., M.T.
Dalam pandangan Friska, program studi PJJIK dan MMT memiliki karakteristik di mana banyak mahasiswa sudah memiliki pengalaman di dunia kerja. Pengalaman ini nantinya dapat dikonversi dengan jumlah minimal Satuan Kredit Semester (SKS). Namun, tentunya calon mahasiswa masih wajib memenuhi maksimal SKS lainnya.
“Kami memastikan bahwa kurikulum dan proses pembelajaran yang diterima calon mahasiswa tetap setara dengan hasil konversi yang diberikan, serta melihat relevansinya dengan mata kuliah yang akan ditempuh. Adapun mata kuliah yang tidak memiliki relevansi, tetap wajib diikuti oleh mahasiswa.”, tambahnya.
Terkait dengan konversi tersebut, calon mahasiswa akan melewati tahap asesmen berbasis portofolio, wawancara, hingga evaluasi kompetensi dengan sistem transparan dan penjaminan mutu yang terukur.
“Program RPL ini memiliki sedikit perbedaan dengan program reguler, mengingat durasi studi yang lebih cepat dengan waktu yang fleksibel, sehingga calon mahasiswa tidak perlu memulai studi dari awal namun menempatkan pengalaman kerja, maupun studi formal dan informal sebagai proses pembelajaran yang sah dan terukur secara akademik,” tambah Dr. Prio Utomo, S.T., MPC., Dekan Fakultas Bisnis UMN dan Direktur RPL UMN.
3. UMN juga meraih prestasi baru di tingkat internasional

UMN untuk pertama kalinya berhasil masuk dalam pemeringkatan Scimago Institutions Rankings serta meraih pengakuan global melalui QS World University Rankings by Subject 2026. UMN menempati peringkat 151–200 dunia pada bidang Art & Design.
“Pencapaian UMN di tingkat internasional merupakan hasil dari kolaborasi yang kuat antara dosen dan mahasiswa, serta dukungan universitas dalam mendorong berbagai aktivitas akademik ke arah internasional. Kami secara konsisten mendorong publikasi internasional, partisipasi dalam konferensi internasional, serta keterlibatan dalam kolaborasi dan pertukaran dengan mitra luar negeri. Ke depannya, UMN akan terus memperluas jangkauan internasional untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi dan rekognisi di tingkat internasional,” tutup Friska.
Capaian UMN di kancah global dapat menjadi bukti kualitas pendidikan kampus tersebut yang tidak main-main. Kamu tertarik bergabung di Prodi AI atau ingin menjajal konversi pengalamanmu di program RPL? Langsung saja cek pmb.umn.ac.id untuk Prodi AI dan pmb.umn.ac.id/rpl untuk program RPL.