Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Hal Penting Saat Menjelaskan Arti Perceraian pada Anak
ilustrasi anak digendong (pexels.com/Vlada Karpovich)
  • Orangtua disarankan jujur menjelaskan perceraian kepada anak agar mereka tidak mengetahui dari pihak lain dan tetap merasa dihargai sebagai bagian keluarga.
  • Perceraian tidak memutus hubungan orangtua dan anak; komunikasi, kasih sayang, serta sikap saling menghormati harus terus dijaga demi kesehatan mental anak.
  • Anak perlu waktu memahami situasi perceraian; orangtua sebaiknya mendampingi dengan empati, menjaga komunikasi positif, dan bila perlu melibatkan bantuan profesional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernikahan adalah hubungan antara dua orang yang saling mencintai dan memustuskan untuk hidup bersama. Tapi, bagaimana jika suatu saat cinta itu memudar lalu akhirnya hilang? Ya, perceraian kerap kali menjadi solusi akhir pada rumah tangga yang retak. Hubungan sudah tidak bisa lagi dipertahankan dan baik suami maupun istri memilih untuk berpisah.

Lalu, bagaimana jika hal ini terjadi ketika suami istri telah memiliki buah hati? Ditambah dengan sifat anak yang selalu ingin tahu, ketidakharmonisan dalam rumah apalagi terjadinya perceraian orangtua tentu akan dirasakan anak.

Mungkin, anak tidak sepenuhnya paham, tapi pasti mereka bisa merasakan. Maka, ada baiknya jika orangtua yang sedang mengalami masalah rumah tangga dan perceraian bisa memberikan penjelasan pada anak. Bagaimana caranya dan apa saja hal-hal yang harus diperhatikan? Berikut ini ulasannya!

1. Jangan sekali-kali menutupi kenyataan

ilustrasi anak bersama orangtua (pexels.com/Ksenia Chernaya)

Jika perceraian memang sudah di depan mata, segera minta seluruh anggota keluarga berkumpul dan berdiskusi bersama. Catatannya, anak usia pre-teen hingga dewasa akan bisa diajak berdiskusi. Sementara, anak-anak yang masih kecil tentu belum bisa dilibatkan dalam pembicaraan ini.

Jangan tunda anak mengetahui sendiri lewat pertengkaran yang terjadi atau lewat keluarga lain dan bahkan orang di luar keluarga. Hal itu akan membuat anak merasa tidak dihargai keberadaannya. Mungkin berat bagi orangtua untuk menjelaskan sendiri masalah yang terjadi. Namun, hal itu masih lebih baik daripada tidak ada penjelasan apa-apa dan seakan mengeluarkan anak secara paksa dari masalah. Padahal, bagaimana pun, perceraian merupakan masalah rumah tangga yang melibatkan anak juga.

2. Perceraian bukan berarti putusnya hubungan orangtua dan anak

ilustrasi anak digendong (pexels.com/Vlada Karpovich)

Meskipun sedang menjalani ataupun sudah mengalami perceraian, tapi hubungan antara orangtua dan anak haruslah tetap terjalin dengan baik. Komunikasi dan kedekatan antara orangtua dan anak haruslah tetap dijaga agar anak tidak merasa sedih dan terbebani atas perpisahan orangtuanya.

Sebagai ibu misalnya, sebaiknya jangan menghalang-halangi anak yang ingin bertemu dengan ayahnya, dan begitu pula sebaliknya. Selain itu, salah satu orangtua juga tidak boleh menjelek-jelekkan orangtua lainnya di depan anak. Pasalnya, hal ini akan sangat berpengaruh pada kesehatan mental anak bahkan hingga kelak mereka dewasa. Bagaimana pun, meski cinta antara suami dan istri bisa berakhir, cinta ayah atau ibu terhadap anaknya haruslah selalu ada.

3. Tetaplah berkomunikasi dan bekerja sama

ilustrasi anak-anak bersama ayah (pexels.com/Kampus Production)

Idealnya, perceraian tidak mengubah hubungan antara orangtua dan anak yang sejak dulu sudah terjalin dengan baik. Tidak ada salahnya sesekali berbagi dengan anak tentang kesenangan yang orangtua rasakan, termasuk juga kesedihan atas perpisahan yang akhirnya terjadi.

Tentu cerita yang disampaikan atau dibagikan pada anak harus diatur sedemikian rupa. Dalam artian, jangan sekali-kali menjadikan anak sebagai "tempat sampah" dimana orangtua bisa bercerita tentang berbagai masalah tanpa memikirkan dampaknya pada anak. Asalkan tahu bagaimana caranya, berbagi cerita dan berkomunikasi dengan anak adalah salah satu cara untuk menjaga hubungan antara orangtua dan anak tetap baik.

Jika sudah terbiasa berbagi, kamu dan anak pun bisa bekerja sama untuk melanjutkan hidup bersama. Meskipun ayah dan ibu berpisah, orangtua tetap bisa mengusahakan yang terbaik demi perkembangan anak. Sebaliknya, anak pun bisa tumbuh dan menjadi versi terbaik mereka meski bersama orangtua yang sudah berpisah.

4. Sadari bahwa anak juga butuh waktu

ilustrasi anak bersama ayah dan ibu (pexels.com/Elina Fairytale)

Setelah memberi penjelasan kepada anak, sebaiknya beri anak waktu untuk mencerna dan mengerti sendiri apa yang terjadi. Anak perlu waktu untuk bisa menerima perceraian kedua orangtuanya. Jangan sekali-sekali memaksa anak untuk mengerti perasaan kamu tanpa kamu sendiri bisa mengerti apa yang dirasakan anak.

Dampingi anak dalam memproses "berita buruk" yang mereka terima. Pantau kondisi fisik dan mental anak untuk memastikan bahwa mereka tetap baik-baik saja. Jika perlu, hubungi pihak profesional untuk membantu proses ini.

Menjelaskan arti perceraian pada anak merupakan hal yang sangat penting mengingat anak juga termasuk bagian dari keluarga. Pemberian pengertian yang baik mengenai perceraian bisa membantu anak terhindar dari masalah-masalah seperti kesehatan mental yang kemudian terganggu misalnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team