ilustrasi seseorang ibu mengawasi anak bermain bersama anjing (pexels.com/Jep Gambardella)
Ketika cuaca panas, anak mungkin lebih tertarik bermain ponsel atau menonton televisi karena terasa lebih nyaman daripada bergerak di luar rumah. Kamu gak perlu langsung melarang seluruh waktu layar. Cobalah menawarkan pilihan aktivitas lain yang menyenangkan agar anak punya alasan untuk beranjak dan mencoba permainan yang berbeda.
Misalnya, setelah menonton satu tayangan, ajak anak bermain tebak gerakan, menyusun balok, membuat jalur rintangan sederhana dari bantal, atau bermain peran sebagai penjual dan pembeli. Libatkan diri kamu sesekali agar anak merasa kegiatan tersebut lebih menarik. Jika anak diberi pilihan permainan yang sesuai dengan minatnya, ia biasanya lebih mudah diajak bergerak tanpa harus terus-menerus diingatkan.
Musim kemarau bukan alasan untuk menghentikan aktivitas bermain anak. Orang tua hanya perlu menyesuaikan waktu, tempat, dan jenis permainan agar anak tetap bisa bergerak dengan nyaman. Aktivitas sederhana di dalam rumah pun bisa memberikan pengalaman menyenangkan sekaligus mendukung perkembangan anak.
Kamu juga gak harus menyiapkan permainan baru setiap hari atau membeli banyak perlengkapan. Manfaatkan benda yang sudah tersedia di rumah dan jadikan waktu bermain sebagai kesempatan untuk membangun kedekatan dengan anak. Selama kebutuhan minum, istirahat, keamanan, dan kenyamanan anak tetap diperhatikan, bermain aktif bisa menjadi bagian menyenangkan dari rutinitas sehari-hari meskipun musim kemarau sedang berlangsung.