Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Anak Tidak Menghabiskan Makanan saat Makan di Luar?

Kenapa Anak Tidak Menghabiskan Makanan saat Makan di Luar?
ilustrasi anak makan (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Intinya Sih
  • Anak sering tidak menghabiskan makanan di luar karena faktor lingkungan seperti tempat yang ramai, suasana panas, atau rasa tidak nyaman yang membuatnya kehilangan selera makan.
  • Selera dan kondisi fisik anak turut memengaruhi, misalnya menu tidak sesuai keinginan, sudah kenyang minum atau jajan sebelumnya, serta kelelahan setelah jalan-jalan.
  • Kebiasaan di rumah juga berperan besar; anak yang tidak dibiasakan menghabiskan makanan atau diberi porsi terlalu besar cenderung melakukan hal sama saat makan di luar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Para orangtua pasti akrab dengan pengalaman menyebalkan ini. Niat hati kamu mengajak anak jalan-jalan sekalian makan di luar. Biar anak tidak bosan makan di rumah, bisa melihat dunia yang lebih luas, serta kalian punya kebersamaan yang berkualitas.

Atau, makan di luar justru permintaan anak sendiri. Dirimu serta pasangan sampai meluangkan waktu serta menambah bujet pengeluaran harian demi menurutinya. Akan tetapi, setibanya di tempat makan, malah anak cuma bersantap sedikit sekali.

Dia selalu tak menghabiskan makanan. Bahkan makanannya nyaris utuh. Masih mending bila makanan yang dipesan mudah dibungkus seperti nasi dan ayam goreng. Kalau bakso, mau tidak mau orangtua berjuang menghabiskannya sampai kekenyangan. Lantas, kenapa anak tidak menghabiskan makanan saat makan di luar?

1. Tidak nyaman dengan tempatnya

makan di restoran
ilustrasi makan di restoran (pexels.com/Bulat Khamitov)

Anak berbeda dengan orang dewasa yang lebih mampu beradaptasi dan bersikap fleksibel. Ketika kamu bisa cuek terhadap kondisi di sekitar serta yang penting makan, anak mudah terganggu. Seperti oleh terlalu banyaknya pengunjung, suasana yang sumpek serta panas, dan sebagainya. Semua itu membuatnya stres serta cemas.

2. Menu kurang sesuai dengan seleranya

anak di restoran
ilustrasi anak di restoran (pexels.com/Mony Cruz)

Kalau sudah ada anak, mau gak mau orangtua mesti menyesuaikan selera dengan anak. Sekalipun anak juga harus pelan-pelan belajar menikmati variasi masakan, bila dipaksakan, bakal membuatnya tak berselera. Contoh, anak diajak makan soto. Padahal, dia doyannya bakso.

3. Orang dewasa makan lebih cepat, anak jadi panik

anak di restoran
ilustrasi anak di restoran (pexels.com/Micah Eleazar)

Sekalipun kamu dan pasangan berkali-kali bilang bakal menunggu anak sampai selesai, ia tetap bisa kehilangan selera makan. Bagi anak, ditinggal oleh orangtua dalam hal apa pun adalah pengalaman yang mengerikan. Solusinya, orangtua dapat makan camilan sambil mengobrol hingga anak menghabiskan separuh porsi makanannya. Baru kalian makan supaya bisa selesai bareng.

4. Sudah kenyang makan jajanan di rumah atau dalam perjalanan

jajan
ilustrasi jajan (pexels.com/kevin yung)

Jika kalian ada rencana makan di luar, sebaiknya perut anak mulai dikondisikan beberapa jam sebelumnya. Jangan kasih anak makanan ringan atau minuman yang mengenyangkan. Seperti roti dan aneka olahan tepung lainnya, susu, serta es krim. Dengan begitu, ia bakal lapar serta siap meludeskan isi piringnya.

5. Atau, kenyang minum dulu terlalu banyak

anak di restoran
ilustrasi anak di restoran (pexels.com/Atlantic Ambience)

Di hampir semua rumah makan, minuman disajikan lebih awal daripada makanan. Malah kadang jarak waktunya panjang ketika pengunjung sangat ramai. Anak yang merasa haus dan lapar akan cepat-cepat meminumnya, bahkan sampai nyaris habis. Makanan datang, anak telah separuh kenyang.

6. Kecapekan habis jalan-jalan

anak minum
ilustrasi anak minum (pexels.com/Khanh Pham)

Kerap kali acara makan di luar juga dirangkai dengan jalan-jalan. Kalian berwisata dulu, baru nanti makan, lalu pulang. Untuk orang dewasa, pengaturan seperti ini memang paling pas.

Kamu dan pasangan sudah benar-benar lapar ketika tiba di restoran. Akan tetapi, jika acara jalan-jalan terlalu lama dan jauh, mungkin anak kelelahan. Nafsu makannya bukan naik malah turun. Ia lebih suka pulang serta tidur di rumah.

7. Gak ditemani mainan kesayangan atau tontonan favorit

makan di restoran
ilustrasi makan di restoran (pexels.com/hung chou)

Bukan rahasia lagi bahwa kadang anak mau makan saja, ribetnya bukan main. Harus ada syarat ini itu terutama terkait mainannya. Misal, anak mau makan sambil main mobil-mobilan atau ditemani boneka kesayangan. Juga sambil menonton serial kartun kesukaannya. Di restoran yang cuma ada orang-orang makan, anak cepat bosan.

8. Atau, malah keasyikan bermain di tempat yang disediakan

keluarga
ilustrasi keluarga (pexels.com/Muhammad Ridha Ridwan)

Namun, terdapat tempat bermain di rumah makan pun gak selalu bisa mendongkrak selera anak. Justru kalau anak terlalu asyik bermain, ia dapat seperti tak lagi merasa lapar. Solusinya, anak diperbolehkan bermain cuma ketika menunggu pesanan disiapkan.

Kemudian permainan bisa dilanjutkan lagi selepas ia menghabiskan makanannya. Kesepakatan ini memotivasi anak untuk makan lebih lahap. Gak apa-apa kalian pulang lebih lambat sebab mesti menunggu anak bermain asalkan makanannya sudah ludes.

9. Di rumah kurang diajari untuk menghabiskan makanan

makan di restoran
ilustrasi makan di restoran (pexels.com/cottonbro studio)

Perilaku anak di luar rumah sering kali mencerminkan cara orangtua mendidiknya. Apabila kamu dan pasangan gak telaten terus melatih anak buat menghabiskan makanannya, saat kalian jajan di luar pun begitu. Anak tidak merasa bersalah sedikit pun membiarkan lebih dari setengah menu yang dipilihnya sendiri sia-sia. Baginya, sampah makanan adalah hal biasa.

10. Porsi kebanyakan buat anak

anak makan
ilustrasi anak makan (pexels.com/Anna Shvets)

Selapar apa pun anak, kapasitas perutnya tetap lebih kecil daripada orang dewasa. Ini membuatnya lebih gampang kenyang. Ketika kalian di rumah, anak bisa santai makan dengan porsi yang disesuaikan untuknya.

Namun, di rumah makan seporsi nasi normal tentu terlalu besar buatnya. Kalian bisa menyisihkan dulu setengahnya daripada makanan sudah diaduk-aduk anak dan gak habis. Bila ada porsi kecil, pesan itu saja untuk anak. Ini tidak berarti kalian tak menyayanginya, kok.

11. Anak tidak benar-benar lapar atau ingin ketika minta makan di luar

makan es krim
ilustrasi makan es krim (pexels.com/Anna Tarazevich)

Begitu saja menuruti setiap keinginan anak dapat terasa sebagai jebakan. Anak-anak, apalagi yang belum usia sekolah sering kurang memahami kebutuhan dan keinginannya sendiri. Ia hanya asal mengatakan sesuatu lalu orangtua menganggapnya keinginan yang sungguh-sungguh.

Termasuk soal makan di luar. Agar kalian tidak terkecoh lagi, tanya kepada anak beberapa kali dengan jeda waktu. Jawabannya konsisten tetap ingin makan di luar atau berbeda.

Tak jarang orangtua sampai kekenyangan menghabiskan sisa makanan anak yang masih banyak. Ini juga dapat menjadi kebiasaan buruk dengan anak sengaja memberikan makanan sisa pada orangtua. Jika anak tidak menghabiskan makanan saat makan di luar, jangan memaksanya. Sebagai solusi, orangtua bisa pesan menu buat bersama saja. Bila kurang, baru menambah pesanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us