ilustrasi anak belajar (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Aturan 90-10 tidak hanya berguna untuk pola pengasuhan anak, tetapi juga skill kepemimpinannya. Aturan ini memfokuskan pada 90 persen komentar positif atau pujian dan 10 persen komentar yang membangun.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memberikan pujian pada anak. Di antaranya, yaitu:
Berikan pujian yang spesifik atau deskriptif. Jadi, jangan hanya memuji, "Pintar, Nak," tapi sebaiknya, "Ibu perhatikan, kamu sudah bekerja keras mengerjakan soal Matematika itu walau sulit".
Fokus untuk memuji proses, usaha, dan tekad anak dalam melakukan sesuatu, bukan pada hasil akhir. Pujian seperti itu bisa membangun pola pikir pertumbuhan yang kuat dan mendorong anak untuk terus mencoba.
Pujilah hal-hal baik yang dilakukan anak, sekecil apa pun itu.
Ketika anak melakukan kesalahan, maka sebagai orangtua berhak untuk memberi komentar yang membangun. Namun, pastikan nada bicara yang digunakan tetap tenang dan tegas.
Komentar membangun harus fokus pada memperbaiki perilaku, bukan sekadar kritik yang menghina atau menjatuhkan anak. Contohnya, alih-alih mengatakan "Kamarmu berantakan", coba "Mari kita luangkan 10 menit untuk merapikan buku-bukumu bersama-sama". Dalam menerapkan aturan 90-10 ini, orangtua harus aware bahwa 1 komentar negatif harus diiringi dengan 9 komentar positif.