Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Melatih Kreativitas ala Karakter Masha, Banyak Ide!
potret Masha di episode How They Meet (youtube.com/Masha and The Bear)
  • Eksplorasi alam terbuka, seperti berjalan di sekitar rumah atau bermain di taman, membantu anak memakai indera dan memvisualisasikan lingkungan, sehingga kreativitasnya terstimulasi.
  • Orangtua perlu menciptakan ruang bereksperimen tanpa takut salah, tidak membandingkan karya, serta mendorong anak mencoba melukis, clay, atau merakit barang bekas.
  • Pembatasan screen time memberi anak lebih banyak waktu untuk menghibur diri dan mengembangkan imajinasi melalui cerita, musik, serta aktivitas kreatif lainnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau ngomongin karakter animasi yang idenya gak pernah habis, Masha dari Masha and the Bear jelas juaranya. Setiap hari, otaknya seperti gak pernah berhenti muter. Dari bikin permainan baru, menciptakan cerita imajinatif, sampai nemuin cara-cara unik buat menjelajahi dunia di sekitarnya. Saking kreatifnya, Bear sampai sering kewalahan ngikutin ide-ide 'ajaib' yang keluar dari kepala Masha.

Nah, buat orangtua yang pengin anaknya punya imajinasi dan kreativitas setinggi Masha, ternyata ada beberapa cara sederhana yang bisa diterapkan di rumah. Gak perlu metode ribet atau alat mahal, kok. Yuk, simak beberapa ide yang bisa bantu melatih kreativitas anak biar makin banyak ide kayak Masha!

1. Selalu luangkan waktu untuk eksplorasi alam

kolase karakter Masha and the Bear saat berktivitas (youtube.com/Masha and The Bear)

Menghabiskan waktu di alam terbuka ternyata punya dampak besar buat perkembangan kreativitas anak. Menurut Anthony D. Fredericks Ed.D., Professor Emeritus of Education at York College of Pennsylvania, dilansir Psychology Today, anak-anak zaman sekarang jauh lebih sedikit menghabiskan waktu di luar ruangan dibanding generasi orangtuanya. Padahal alam justru merangsang kreativitas dengan cara memaksa anak buat memvisualisasikan sesuatu dan menggunakan seluruh inderanya secara maksimal. Sayangnya, banyak orangtua tanpa sadar justru menjauhkan anak dari alam karena alasan keamanan atau keterbatasan waktu, padahal itu berarti menutup salah satu jalur penting buat mengasah kreativitas mereka.

Seperti karakter Masha, jika kamu sering menontonnya mungkin sering juga melihat Masha kerap mengeksplorasi alam. Mulai dari jalan-jalan di hutan hingga piknik. Nah, kamu gak perlu langsung mengajak anak liburan jauh ke taman nasional, kok. Cukup jalan santai keliling komplek, main sepeda di taman dekat rumah, atau sekadar berkeliling mencari serangga di lahan kosong. Semua itu sudah cukup buat memberi anak pengalaman belajar yang berharga.

2. Jangan takut untuk berkeksperimen hal-hal kreatif

cuplikan serial kartun masha and the bear episode Recipe for Disaster (dok.Masha and The Bear/Recipe for Disaster)

Salah satu kunci utama biar anak berani berkreasi adalah dengan menciptakan suasana yang bebas dari rasa takut salah. Menurut Psych Central, yang ditulis oleh Jenna Fletcher, seorang wellness writer, orangtua sebaiknya gak terlalu stres soal kekacauan yang ditimbulkan dari aktivitas kreatif anak. Jangan juga membandingkan karya mereka dengan karya orang lain dan cobalah menerima ide serta desain yang mereka buat apa adanya tanpa buru-buru memberi saran perbaikan.

Selain itu, penting juga buat mendorong anak mencoba hal-hal baru dan bereksperimen dengan berbagai medium, entah itu melukis, membentuk clay, atau merakit sesuatu dari barang bekas. Berikan pujian yang spesifik dan ajukan pertanyaan soal karyanya, misalnya "kenapa kamu pilih warna ini?", ketimbang sekadar bilang "bagus banget". Dengan begitu, anak belajar bahwa proses eksplorasi dan mencoba itu sama berharganya dengan hasil akhir, sehingga mereka gak takut gagal saat berkreasi.

3. Pastinya, batasi screen time!

Cuplikan episode Masha and the Bear (youtube.com/MashaBearEN)

Semakin banyak waktu anak dihabiskan di depan layar, semakin sedikit juga ruang yang tersisa buat mereka berkreasi dan menghibur diri sendiri. Menurut Psych Central, rata-rata anak menghabiskan sekitar 7,5 jam sehari di depan layar, sebuah angka yang kalau dijumlahkan bisa setara dengan 114 hari penuh dalam setahun.

American Academy of Child and Adolescent Psychiatry sendiri merekomendasikan screen time yang jauh lebih terbatas, terutama buat anak usia dini. Untuk anak usia 2 sampai 5 tahun, screen time non-edukatif disarankan gak lebih dari satu jam di hari biasa dan tiga jam di akhir pekan. Dengan membatasi screen time, anak jadi punya lebih banyak waktu luang buat melakukan aktivitas lain yang lebih merangsang imajinasinya, seperti menciptakan cerita sendiri, bermain musik, atau eksplorasi kreatif lainnya.

Demikian beberapa cara untuk meningkatkan kreativitas bak karakter Masha. Intinya, jangan membatasi imajinasi kreatif anak, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article