“Kita semua belajar dari apa yang orang lain lakukan daripada apa yang mereka katakan. Oleh karena itu, semakin penting bagi anak untuk melihat orangtua melakukan apa yang orangtua ajarkan dan khotbahkan,” kata Ellen Goldsmith, seorang pekerja sosial klinis yang berspesialisasi dalam menangani anak-anak dan remaja dikutip dari laman Todays Parent.
Penuh Empati, Ini 5 Cara Mengajarkan Anak Meminta Maaf saat Lebaran

Lebaran bukan hanya tentang berkumpul bersama keluarga dan menikmati hidangan khas hari raya. Momen ini juga menjadi waktu yang tepat untuk mengajarkan nilai-nilai penting kepada anak, salah satunya adalah belajar meminta maaf. Tradisi saling memaafkan saat Lebaran dapat menjadi kesempatan yang baik bagi anak untuk memahami arti kerendahan hati dan memperbaiki hubungan dengan orang lain.
Namun, mengajarkan anak untuk meminta maaf tidak selalu mudah. Anak perlu memahami bahwa meminta maaf bukan sekadar mengucapkan kata-kata, tetapi juga menunjukkan sikap tulus dan kesadaran atas kesalahan yang pernah dilakukan. Berikut cara mengajarkan anak meminta maaf saat Lebaran.
1. Beri contoh langsung dari orangtua

Anak belajar banyak hal dari apa yang mereka lihat setiap hari, terutama dari orangtua. Karena itu, cara paling efektif mengajarkan anak meminta maaf adalah dengan memberikan contoh secara langsung. Saat Lebaran, orangtua bisa menunjukkan bagaimana cara meminta maaf kepada kakek, nenek, atau anggota keluarga lain dengan sikap yang tulus dan sopan.
Ketika anak melihat orangtuanya melakukan hal tersebut, mereka akan lebih mudah meniru perilaku itu. Orangtua juga bisa menjelaskan secara sederhana bahwa meminta maaf adalah cara untuk memperbaiki hubungan dan menunjukkan rasa hormat kepada orang lain. Dengan contoh nyata, anak akan memahami bahwa meminta maaf adalah hal yang wajar dan penting dilakukan.
Selain itu, menurut Lindsey Pruett-Hornbaker, MA, seorang konsultan di bidang pelayanan sosial yang berfokus pada dukungan dan advokasi untuk anak-anak, keluarga, serta komunitas, dalam laman Public Broadcasting Service (PBS) Kids menjelaskan bahwa meminta maaf sebenarnya mengajarkan anak bertanggung jawab. Mereka akan belajar bahwa sebuah tindakan memiliki konsekuensi.
"Berbicara tentang bagaimana rasanya bertanggung jawab bisa membantu anak-anak kecil memahami mengapa permintaan maaf itu penting," jelasnya.
2. Latih anak berempati dan jelaskan makna meminta maaf dengan bahasa sederhana

Bagi anak, tradisi saling memaafkan saat Lebaran mungkin hanya terlihat sebagai kegiatan formal tanpa makna yang jelas. Karena itu, orangtua perlu menjelaskan arti meminta maaf dengan bahasa yang mudah dipahami sesuai usia anak. Misalnya dengan mengatakan bahwa meminta maaf adalah cara untuk memperbaiki kesalahan dan membuat hati orang lain kembali senang.
"Mempraktikkan empati membantu anak-anak memahami apa tujuan meminta maaf. Salah satu cara terbaik untuk membantu anak-anak kecil belajar empati adalah dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang membangkitkan rasa ingin tahu tentang perasaan orang lain" jelas Lindsey.
Orangtua juga bisa memberi contoh situasi sederhana yang pernah dialami anak, seperti saat mereka tidak sengaja menyakiti perasaan teman atau saudara. Dengan menghubungkan penjelasan dengan pengalaman sehari-hari, anak akan lebih mudah memahami mengapa meminta maaf menjadi hal penting, terutama saat momen Lebaran.
3. Latih anak mengucapkan permintaan maaf dengan sopan

Tidak semua anak merasa percaya diri untuk meminta maaf di depan banyak orang, apalagi saat berkumpul dengan keluarga besar. Karena itu, orangtua bisa melatih anak terlebih dahulu di rumah sebelum bertemu dengan kerabat saat Lebaran. Misalnya dengan mengajak anak berlatih mengucapkan kalimat permintaan maaf dengan sopan.
Latihan ini bisa dilakukan dengan cara yang santai dan menyenangkan, seperti bermain peran antara orangtua dan anak. Orang ua bisa berpura-pura menjadi kakek, nenek, atau paman, lalu anak mencoba menyampaikan permintaan maaf. Cara ini membantu anak merasa lebih siap dan tidak canggung saat benar-benar melakukannya di hadapan keluarga.
4. Ajarkan sikap tulus saat meminta maaf

Selain kata-kata, sikap juga menjadi bagian penting saat meminta maaf. Anak perlu memahami bahwa meminta maaf bukan sekadar mengucapkan kalimat tertentu, tetapi juga menunjukkan rasa penyesalan dan niat untuk menjadi lebih baik. Orangtua bisa mengajarkan anak untuk berbicara dengan sopan, menatap lawan bicara, dan bersikap tenang saat menyampaikan permintaan maaf.
Orangtua juga bisa menjelaskan bahwa meminta maaf dengan tulus akan membuat orang lain merasa dihargai. Dengan cara ini, anak belajar bahwa tindakan sederhana seperti meminta maaf dapat membantu menjaga hubungan baik dengan keluarga dan orang di sekitarnya.
“Permintaan maaf itu perlu menyebutkan kesalahan yang telah dilakukan, perlu menunjukkan penyesalan yang tulus, dan perlu memperbaiki kesalahan tersebut dengan cara tertentu,” kata Edwin Battistella, PhD, seorang profesor linguistik di Southern Oregon University dan penulis buku "Sorry About That: The Language of Public Apology" dikutip dari laman Todays Parent.
5. Berikan apresiasi saat anak berani meminta maaf

Saat anak berhasil meminta maaf dengan baik, penting bagi orangtua untuk memberikan apresiasi. Apresiasi tidak harus berupa hadiah, tetapi bisa berupa pujian atau ungkapan bangga. Misalnya dengan mengatakan bahwa orangtua senang karena anak sudah berani meminta maaf dengan sopan.
Pujian seperti ini membantu meningkatkan rasa percaya diri anak dan membuat mereka merasa bahwa perilaku tersebut adalah hal yang positif. Dengan dukungan dari orangtua, anak akan lebih terbiasa untuk meminta maaf ketika melakukan kesalahan, tidak hanya saat Lebaran tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
“Ketika anak-anak diajarkan hal ini sejak usia dini, menjadi wajar dan normal bagi mereka untuk meminta maaf dengan cara yang lebih lengkap," ujar JoEllen Poon, seorang teacher training dan mantan guru sekolah dasar dikutip dari Todays Parent.
“Begitu banyak dari kita tumbuh besar dengan menghindari begitu banyak emosi tidak nyaman yang menyertai permintaan maaf seperti ini, sehingga terkesan wajar untuk bersikap defensif daripada terbuka dan rendah hati. Belajar meminta maaf dengan benar menghasilkan orang dewasa yang lebih bijaksana yang semakin menyadari bagaimana tindakan mereka memengaruhi orang lain,” tutup JoEllen.
Itulah cara mengajarkan anak meminta maaf saat Lebaran. Mengajarkan anak untuk meminta maaf adalah bagian dari menanamkan nilai sopan santun dan empati dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memberikan contoh yang baik serta menjelaskan maknanya secara sederhana, anak akan lebih mudah memahami mengapa meminta maaf itu penting.