Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Menghadapi Anak Aktif seperti Upin, Ipin, dan Masha, Perhatikan!
Cuplikan serial Upin Ipin dan Masha and The Bear (youtube.com/Les' Copaque Production) | (youtube.com/Masha and The Bear)
  • Anak aktif umumnya didorong rasa ingin tahu, dorongan menjelajah, rentang perhatian pendek, serta perbedaan genetik, pengalaman, dan lingkungan; sebagian kondisi perkembangan juga dapat berkaitan.
  • Orangtua disarankan menetapkan batasan secara tenang dan jelas, membedakan waktu fokus dengan bermain, menyediakan permainan bebas, aktivitas fisik, serta jeda istirahat dan bergerak.
  • Media bermain yang mendukung gerakan dan stimulasi sensorik, seperti kuda goyang, terowongan merangkak, trampolin, atau fidget toys, dapat membantu anak menyalurkan energi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Upin, Ipin, dan Masha merupakan contoh karakter anak yang aktif dari serial kartun dengan ciri khas eksploratif, suka bermain di luar ruangan, dan penuh rasa ingin tahu. Entah kamu memiliki anak seperti itu atau mengenal seseorang yang memiliki anak aktif, kemungkinan besar kamu pernah bertemu dengan anak dengan karakter ini.

Pengalihan perhatian seperti buku dan TV biasanya jarang berhasil, dan ketika bermain, seolah tidak mengenal batasan. Beberapa orang kesulitan mendidik anak-anak yang aktif. Meskipun begitu, anak-anak aktif ini memang diciptakan berbeda dan tidak ada yang salah dengan hal ini.

1. Kenapa sebagian anak memiliki energi ekstra?

Cuplikan kartun Masha and The Bear (youtube.com/Masha and The Bear)

Terciptanya karakter anak aktif seperti karakter Upin, Ipin dan Masha bukan tanpa alasan. Beberapa alasan di bawah ini akan menjawab kenapa sebagian anak memiliki energi ekstra.

Rasa ingin tahu yang tulus

Saat masih anak-anak, dunia adalah milikmu. Semuanya baru, berkilau, menarik, dan berada di ujung jarimu. Ada juga banyak suara, rasa, sentuhan, pemandangan, dan aroma yang asing; dan benar jika anak-anak ingin mengenal lingkungan sekitar mereka sekaligus.

"Dunia ini sangat merangsang bagi anak usia 2 dan 3 tahun dan mereka senang menjelajahinya. Rangsangan yang berlebihan dapat menyebabkan anak-anak "bertingkah nakal." Namun, anak-anak pada usia ini, atau yang lebih tua, hanya penasaran dan menjelajahi lingkungan sekitarnya. Mereka berusaha untuk menyerap semua hal," kata Kyle D. Pruett, MD, profesor klinis psikiatri anak di Yale School of Medicine, dikutip dari Parents.

Menjelajahi dunia

Begitu anak-anak menjelajahi semua yang ditawarkan dunia, mereka mungkin akan langsung menyukainya.

"Balita dan anak usia prasekolah tidak memiliki kendali diri atau kemampuan kognitif untuk berhenti melakukan hal-hal yang mereka sukai," ungkap kata Susan J. Schwartz, direktur klinis Institut Pembelajaran dan Prestasi Akademik di Pusat Studi Anak Universitas New York, dilansir Parents.

Ini berarti bahwa tidak peduli berapa kali kamu bermain petak umpet hari ini, mereka akan selalu siap untuk satu putaran lagi tanpa merasa lelah.

Rentang perhatian

Beberapa anak tampak "berenergi tinggi" karena rentang perhatiannya kurang. Hal ini membuat mereka terus berpindah dari satu hal, pikiran, atau aktivitas ke hal berikutnya tanpa kendali atau jeda. Mereka terus bergerak tanpa henti dalam upaya mengisi waktu dan energinya.

Dan meskipun ini sangat umum terjadi pada anak-anak yang lebih muda, anak-anak lain juga dapat mengalaminya, terutama mereka yang memiliki gangguan spektrum autisme, keterlambatan perkembangan, atau ADHD.

Perbedaan genetik, lingkungan, dan individu

Setiap anak adalah individu yang unik dan setiap orang memiliki kepribadian, pengalaman hidup, dan susunan genetik yang berbeda. Ini berarti beberapa anak akan lebih ramah dan memiliki lebih banyak energi daripada yang lain. Selain itu, beberapa keluarga dan lingkungan mendorong serta menerima perilaku yang lebih aktif.

2. Cara menghadapi anak aktif seperti Upin, Ipin, dan Masha

Cuplikan serial Upin dan Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)

Meskipun tidak ada cara tetap untuk menangani anak yang aktif, ada beberapa hal yang dapat kamu terapkan dalam gaya hidup anak untuk membantunya melepaskan energi berlebih. Berikut cara menghadapi anak aktif seperti Upin, Ipin, dan Masha.

Tetapkan batasan

Meskipun menetapkan batasan dengan anak-anak aktif bisa sulit, hal ini penting, baik untukmu maupun si kecil. Bicaralah dengan tenang dan perlahan, sampaikan harapanmu dengan jelas sebelumnya, serta bersikaplah transparan. Beri tahu anak bahwa ada saat-saat ketika mereka bisa lebih aktif daripada waktu lainnya dan sebelum situasi muncul, ingatkan mereka tentang apa yang diharapkan.

Misalnya, sekolah membutuhkan fokus dan bermain, di sisi lain adalah waktu ketika mereka dapat "beraksi" dan menjadi diri sendiri. Kamu akan mendorong semangat dan kreativitas mereka setiap saat dengan cara yang sesuai dengan usia dan lingkungan.

Tawarkan waktu bermain tanpa struktur

Meskipun jenis permainan tertentu dapat membantu anak mengembangkan keterampilan sosial dan motorik halusnya, waktu bermain yang terencana bisa sulit, terutama untuk anak-anak yang aktif. Misalnya, anak-anak yang berenergi tinggi cenderung kesulitan untuk fokus.

Menyelesaikan aktivitas terstruktur bisa menjadi tantangan, maka kamu harus mencoba memperkenalkan permainan tanpa struktur. Dengan cara ini, mereka terlibat dalam aktivitas yang menarik minatnya dan menghabiskan lebih banyak energi untuk bermain, daripada membiarkannya menumpuk dan menjadi sumber frustrasi.

Dorong aktivitas fisik

Aktivitas fisik sangat bagus untuk anak aktif, selama tidak ada alasan medis yang menghalangi mereka untuk melakukannya. Mulai dari berlari dan melompat hingga lompat tali dan memanjat pohon, beraktivitas dapat membantu anak untuk fokus. Ini juga membantu mereka membakar energi berlebih dan dapat menjadi bagian sehat dari rutinitas sehari-harinya.

Siapkan waktu istirahat

Ada kalanya anak-anak yang aktif pun harus istirahat. Celia Osenton, seorang pendidik bagi orangtua dari Calgary, mengatakan bahwa memberikan anak kesempatan untuk sering-sering beristirahat dan bergerak dapat membantu.

“Lakukan berbagai kegiatan dalam durasi yang singkat. Sarankan kepada guru agar memberikan anak kesempatan untuk bergerak, misalnya dengan memintanya membagikan lembar tugas atau mengumpulkan krayon. Saat makan malam bersama keluarga, ia juga bisa diberi tugas untuk mengambilkan sesuatu jika ada yang membutuhkan tambahan susu atau barang dari dapur," ujar Osenton, dikutip dari Today's Parent.

3. Contoh permainan terbaik untuk anak-anak yang aktif

Cuplikan kartun Masha and The Bear (youtube.com/Masha and The Bear)

Tak heran jika Upin, Ipin, dan Masha menghabiskan waktunya dengan bermain, karena setiap anak membutuhkannya. Apalagi permainan mereka identik dengan gerakan, ruang luar, hingga yang sifatnya sensorik untuk menyalurkan keaktifannya.

Meskipun tidak ada mainan terbaik untuk anak aktif, beberapa mainan ini bisa jadi pilihan, dan memberi mereka media untuk menyalurkan energinya. Berikut beberapa contoh jenis mainan untuk menghadapi anak aktif seperti Upin, Ipin, dan Masha.

  • Mainan yang mendorong gerakan
    Baik itu memantul, bersepeda, melompat, atau bergoyang, mainan yang membuat anak-anakmu bergerak dan beraktivitas sangat bagus, karena membantunya melepaskan energi dan stres. Nilai tambah jika mainan tersebut dapat digunakan di dalam dan di luar ruangan, seperti kuda goyang (rocking horses), terowongan merangkak (crawl tunnels), atau bahkan trampolin dalam atau luar ruangan.

  • Fidget toys
    Fidget toys sedang booming saat ini. Memberikan anak sesuatu untuk menarik perhatian dan memungkinkannya untuk memiliki pengalaman sensorik yang berbeda adalah cara yang bagus untuk menyalurkan energi.

Jika anakmu termasuk yang punya energi tinggi, coba ikuti cara menghadapi anak aktif seperti Upin, Ipin, dan Masha seperti tips di atas. Semoga bermanfaat!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article