Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Mengurangi Screen Time Anak saat Libur Sekolah
Ilustrasi anak screen time (Pixabay/StockSnap)

Libur sekolah sering menjadi waktu yang dinantikan anak-anak untuk beristirahat dari rutinitas belajar. Namun, tanpa aktivitas yang terencana, banyak anak justru menghabiskan sebagian besar waktunya di depan layar, baik untuk bermain gim, menonton video, maupun menggunakan media sosial. Jika dibiarkan terus-menerus, kebiasaan ini dapat mengurangi waktu tidur, aktivitas fisik, hingga interaksi dengan keluarga.

Mengurangi screen time bukan berarti melarang anak menggunakan gawai sama sekali. Orangtua justru perlu membantu anak membangun kebiasaan digital yang sehat dengan menciptakan keseimbangan antara waktu menggunakan perangkat elektronik dan aktivitas di dunia nyata.

1. Buat jadwal harian yang dipenuhi aktivitas menarik

ilustrasi membuat jadwal anak (pexels.com/Mikhail Nilov)

Anak lebih mudah melepaskan gawai ketika memiliki kegiatan yang menyenangkan. Orangtua dapat menyusun jadwal harian sederhana yang berisi waktu membaca buku, bermain di luar rumah, membantu pekerjaan rumah, berolahraga, hingga membuat prakarya.

Dengan adanya rutinitas, anak tidak akan merasa bosan sehingga keinginan untuk terus memegang gadget pun berkurang. Kegiatan tersebut sebaiknya disusun bersama anak. Saat anak dilibatkan dalam menentukan aktivitas yang ingin dilakukan, mereka akan merasa memiliki tanggung jawab untuk menjalankan jadwal tersebut.

"Pemberi kerja, sekolah, tim olahraga, kelompok komunitas, dan banyak lagi semuanya mengharuskan kita untuk online berkali-kali dalam sehari. Kita adalah bagian dari ekosistem digital, itulah sebabnya menavigasinya dengan aman sangat penting-terutama untuk anak-anak," jelas dokter anak Tiffany Munzer, MD, FAAP dalam Healthy Children.

2. Jadilah contoh dalam menggunakan gadget

Ilustrasi ibu bermain bersama anak (freepik.com/freepik)

Anak belajar lebih banyak dari apa yang dilakukan orangtua dibandingkan apa yang dikatakan. Jika ayah dan ibu sering memainkan ponsel saat makan bersama atau ketika sedang berbicara dengan anak, mereka akan menganggap kebiasaan tersebut sebagai sesuatu yang wajar.

Oleh karena itu, mengurangi screen time anak harus dimulai dari seluruh anggota keluarga. Cobalah membuat aturan sederhana, seperti tidak menggunakan ponsel saat makan bersama, mematikan televisi ketika sedang mengobrol, atau menyimpan gadget satu jam sebelum tidur. Kebiasaan kecil ini dapat meningkatkan kualitas komunikasi dalam keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap layar.

"Anak-anak memperhatikan apa yang kita lakukan. Letakkan ponselmu sendiri saat makan dan sebelum tidur. Anak-anak meniru apa yang mereka lihat. Tunjukkan kepada mereka cara beristirahat, menyimpan ponsel, dan menikmati waktu tanpa layar," saran Tiffany.

3. Ajak anak lebih banyak bermain di luar rumah

ilustrasi bermain bersama anak (pexels.com/Josh Willink)

Aktivitas luar ruangan memberikan banyak manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental anak. Bermain bola, bersepeda, berkebun, berjalan santai di taman, atau sekadar bermain bersama teman sebaya dapat mengalihkan perhatian anak dari layar.

Selain itu, aktivitas fisik juga membantu meningkatkan kualitas tidur sehingga anak tidak selalu ingin menghabiskan waktu dengan gadget. Libur sekolah menjadi kesempatan yang baik untuk mengajak anak mengeksplorasi lingkungan sekitar.

4. Tetapkan aturan screen time yang jelas dan konsisten

ilustrasi anak bermain gadget (unsplash.com/Kelly Sikkema)

Mengurangi screen time akan lebih mudah jika keluarga memiliki aturan yang jelas. Orangtua dapat menentukan kapan anak boleh menggunakan gawai, berapa lama durasinya, serta jenis konten yang boleh diakses. Misalnya, anak hanya boleh bermain gim selama satu jam setelah menyelesaikan tugas rumah atau menggunakan tablet setelah selesai membaca buku.

Aturan yang konsisten membantu anak memahami bahwa gawai adalah salah satu bentuk hiburan, bukan kegiatan utama selama liburan. Agar anak tidak merasa dipaksa, jelaskan alasan di balik aturan tersebut. Orangtua dapat menerangkan bahwa penggunaan layar yang terlalu lama dapat menyebabkan mata lelah, mengurangi waktu tidur, hingga membuat anak kurang aktif bergerak.

"Orangtua melihat bahayanya secara langsung ketika anak-anak tidak bisa tidur, tidak bisa berkonsentrasi, atau tidak bisa menjauh dari layar," kata Tiffany.

5. Ganti screen time dengan aktivitas berkualitas bersama keluarga

ilustrasi pasangan yang bermain bersama anak kecil (Pexels.com/Mikhail Nilov)

Salah satu cara paling efektif mengurangi screen time adalah memberikan aktivitas pengganti yang sama menariknya. Orangtua dapat mengajak anak memasak, membuat kerajinan tangan, berkebun, bermain permainan papan, membaca buku bergantian, atau mengunjungi perpustakaan.

Aktivitas seperti ini bukan hanya mengurangi waktu di depan layar, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara anak dan orangtua. Tidak perlu selalu merencanakan kegiatan yang mahal atau jauh dari rumah. Bahkan, aktivitas sederhana seperti menyusun puzzle, membuat tenda dari selimut di ruang keluarga, atau piknik di halaman rumah dapat menjadi pengalaman yang berkesan.

Mengurangi screen time anak selama libur sekolah bukan berarti menjauhkan mereka sepenuhnya dari teknologi. Di era digital, anak tetap membutuhkan perangkat elektronik untuk belajar, mencari informasi, maupun menikmati hiburan. Yang terpenting adalah membantu mereka memahami kapan waktu yang tepat menggunakan gawai dan kapan saatnya menikmati aktivitas lain yang lebih bermanfaat.

Editorial Team

Related Article