Libur sekolah sering menjadi waktu yang dinantikan anak-anak untuk beristirahat dari rutinitas belajar. Namun, tanpa aktivitas yang terencana, banyak anak justru menghabiskan sebagian besar waktunya di depan layar, baik untuk bermain gim, menonton video, maupun menggunakan media sosial. Jika dibiarkan terus-menerus, kebiasaan ini dapat mengurangi waktu tidur, aktivitas fisik, hingga interaksi dengan keluarga.
Mengurangi screen time bukan berarti melarang anak menggunakan gawai sama sekali. Orangtua justru perlu membantu anak membangun kebiasaan digital yang sehat dengan menciptakan keseimbangan antara waktu menggunakan perangkat elektronik dan aktivitas di dunia nyata.
