Hari Ayah Sedunia, Begini Cara Merayakan Meski Tanpa Pasangan

- Hari Ayah Sedunia dirayakan tiap Minggu ketiga Juni, menjadi momen penting untuk menghargai peran ayah meski keluarga tidak lagi utuh.
- Bagi single mother, Hari Ayah bisa dijadikan waktu mengenalkan kasih sayang ayah pada anak, bahkan jika hubungan dengan mantan suami sudah berakhir.
- Single father disarankan merayakan Hari Ayah dengan memberi apresiasi pada diri sendiri dan memaafkan ketidaksempurnaan dalam menjalani peran ganda sebagai orang tua tunggal.
Hari Ayah sedunia diperingati setiap hari Minggu di pekan ketiga bulan Juni. Karena patokannya demikian, maka tanggalnya bisa tidak selalu sama. Sementara Hari Ayah di Indonesia jatuh pada 12 November.
Berbeda dari Hari Ibu yang penuh ucapan selamat, Hari Ayah sering kali berlalu begitu saja. Baik ayah sendiri maupun keluarganya tidak menyadari kalau saat itu merupakan hari penting terkait perannya bagi anak. Lalu bagaimana cara merayakan Hari Ayah kalau kondisi rumah tangga tak lagi utuh?
Ada ibu tunggal atau single mother. Terdapat pula ayah tunggal atau single father. Apakah Hari Ayah masih penting untuk diperingati? Sebaiknya memang begitu mengingat hubungan telah memberikan keturunan. Baik kondisi ini terjadi karena perceraian atau wafatnya pasangan, Hari Ayah dapat diperingati dengan cara-cara berikut.
1. Ibu tunggal menjelaskan pada anak akan besarnya kasih sayang ayah

Jika ayah wafat ketika anak masih sangat kecil, tentu ia tidak memiliki gambaran yang jelas tentang orangtua kandungnya. Demikian pula apabila ayah dan ibu bercerai lalu anak ikut ibu. Penting bagi seorang ibu tunggal untuk tetap memberi tahu anak betapa besar kasih sayang ayahnya.
Ceritakan bagaimana mendiang ayahnya dahulu menggendong dan menidurkan anak. Walaupun mengenangnya juga membuatnu sedih, anak wajib mengerti. Sebab ceritamu akan menghangatkan hatinya.
Jangan sampai anak terlalu haus akan kasih sayang ayah karena tidak tahu betapa dia dulu ditimang-timang. Demikian pula apabila orangtua bercerai. Walau anak ikut denganmu sebagai ibunya, jangan meniadakan kasih sayang ayah pada anak.
Jelaskan pada anak bukti ayahnya sangat meyayanginya sampai kapan pun. Single mother dapat menunjukkan uang yang tetap diberikan mantan suami guna menafkahi anak sekalipun kalian tidak lagi tinggal serumah. Tunjukkan pula chat mantan pasangan yang selalu menanyakan kabar anak.
2. Kalau mantan suami abai, beri tahu bahwa tidak semua ayah begitu

Namun, tentu tidak semua perceraian semulus seperti dalam penjelasan poin pertama. Tak jarang single mother harus berjuang sangat keras seorang diri guna memperjuangkan masa depan anak. Mantan suami sama sekali tidak peduli.
Bukan hanya dari segi keuangan. Ia juga tak mau tahu tentang kabar anak. Anak tentu amat terluka dengan fakta pahit ini. Kalau ibu tunggal tidak mengantisipasi bahaya trauma masa kecil seperti ini dapat sangat berbahaya.
Bisa-bisa anak kelak takut berumah tangga. Apalagi jika anak berjenis kelamin perempuan. Maka dari itu, ibu perlu menjelaskan bahwa masih banyak ayah yang sangat menyayangi anaknya. Baik pernikahannya bertahan maupun harus berakhir.
3. Bercerai dan mantan suami baik, kasih ekstra waktu untuknya bersama anak

Baik sekali apabila pasangan suami istri yang memutuskan bercerai sepakat untuk tetap memprioritaskan anak. Meski anak yang masih kecil ikut ibu, ayah tetap menunaikan kewajibannya menafkahi buah hati. Kasih sayang ayah tak hanya sampai di situ.
Ayah masih sering menemui anak. Bahkan dia menggantikanmu mengasuh anak bila kamu harus berdinas ke luar kota. Dengan mantan suami sebaik ini, jadikan Hari Ayah sebagai momen spesial baginya serta anak.
Secara kesepakatan barangkali sekarang bukan waktunya anak menginap di rumah ayah. Akan tetapi, dalam rangka memperingati Hari Ayah sampaikan saja baik pada anak maupun mantan suami bahwa mereka mendapat tambahan waktu untuk bersama. Pasti keduanya akan sangat bahagia.
4. Sementara itu, single father bisa menghadiahi diri sendiri

Poin 1 hingga 3 merupakan ide untuk single mother merayakan Hari Ayah guna kepentingan anak. Lalu bagaimana buat ayah sendiri yang seorang single father? Tentu seorang ayah juga perlu merayakannya.
Tidak mudah untuknya mengasuh anak sambil bekerja. Bahkan banyak orang dengan entengnya menyuruh agar ia menikah lagi. Seakan-akan menikah selalu menjadi solusi buat segala persoalan tanpa memperhatikan perasaannya dan anak.
Barangkali seorang ayah tunggal juga sampai membawa anaknya ketika bekerja. Dengan besarnya tanggung jawab yang dipikul, jangan lupa untuk memberikan hadiah pada diri sendiri. Setidaknya setahun sekali bertepatan dengan Hari Ayah.
Selama ini seluruh pendapatan difokuskan untuk tabungan masa depan anak. Ketika Hari Ayah, pakai sedikit uangnya untuk membeli sesuatu yang sebenarnya diinginkan bahkan dibutuhkan, tapi selalu ditahan. Contohnya, sepasang sepatu baru buat mengganti sepatu kerja yang telah rusak parah.
5. Juga memaafkan segala ketidaksempurnaan diri

Seorang single father juga bisa dihantui rasa bersalah terhadap anak. Dari luar kamu yang membesarkan anak sendirian barangkali terlihat tangguh dan baik-baik saja. Dirimu masih bekerja penuh semangat.
Tak pernah sekali saja kamu menunjukkan rasa lelah atau kesedihan di hadapan anak dan siapa pun. Namun, rasa bersalah muncul sebab dirimu merasa gak mampu berperan sebagai ayah sekaligus ibu yang baik buat anak. Apalagi ketika kamu kudu bekerja keras.
Dirimu pun tak tahu kapan dapat memberinya ibu sambung yang baik. Maafkan diri sendiri supaya hidup tidak terasa tambah berat. Semua ini adalah bagian dari perjalanan hidup yang tetap harus dilalui. Ketika kamu merasa jauh dari sempurna sebagai single father, buat anak boleh jadi sama sekali tak bercela. Dirimu tetap jagoannya.
Walaupun tidak semua pernikahan happy ending tak ada salahnya tetap memperingati Hari Ayah. Apalagi dengan adanya anak. Bagaimana pun, tak ada yang bisa memutus hubungan darah seorang anak dengan ayah. Baik single mother maupun single father dapat memperingatinya sesuai kondisi masing-masing.

















