Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Arti Sampurasun dan Cara Menjawabnya dalam Bahasa Sunda

Arti Sampurasun dan Cara Menjawabnya dalam Bahasa Sunda
Ilustrasi ngobrol bersama teman (Pexels/mentatdgt)
Intinya Sih
  • Sampurasun adalah salam khas Sunda yang digunakan dalam pidato dan pergaulan, sekaligus warisan adat dengan nilai filosofis mendalam.
  • Berasal dari frasa “sampura ning ingsun”, Sampurasun dimaknai sebagai ajakan menyempurnakan diri serta, menurut pandangan tertentu, permohonan maaf.
  • Salam Sampurasun dijawab “Rampes”, dapat disertai “Mugia Rahayu Sagung Dumadi”; pengucapannya lazim memakai telapak tangan dirapatkan sebagai bentuk hormat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sampurasun merupakan salam atau sapaan yang lazim diucapkan oleh masyarakat Sunda dalam berbagai kesempatan, seperti pidato, ceramah, dan bertegur dalam masyarakat Sunda. Tak hanya tokoh-tokoh seperti Gubernur Jawa Barat atau Walikota di Jawa Barat, tetapi juga tokoh-tokoh penting dalam masyarakat Sunda sering menggunakan kata tersebut.

Namun, Sampurasun tidak sekadar kata sapaan biasa. Lebih dari itu, kata ini mengandung makna yang mendalam, yang mencerminkan nilai-nilai keadilan dan adat Sunda. Maka berikut ini penjelasan mengenai arti Sampurasun lengkap dengan makna mendalamnya.

1. Makna dan arti kata Sampurasun

Ilustrasi ngobrol (pexels.com/helena lopes)
Ilustrasi ngobrol (pexels.com/helena lopes)

Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, Sampurasun merupakan kata sapaan yang lumrah digunakan oleh masyarakat Sunda dalam berbagai konteks, termasuk dalam pidato atau saat bertemu sesama. Biasanya, ungkapan Sampurasun dijawab dengan kata "Rampes", menciptakan keterkaitan erat antara keduanya.

Sampurasun adalah bagian dari adat dan kebiasaan yang diwariskan oleh nenek moyang Sunda, yang masih terjaga hingga kini. Lebih dari sekadar sapaan, Sampurasun memiliki makna yang dalam, menyampaikan pesan dan warisan kepada generasi berikutnya. Ini menunjukkan bahwa dalam budaya Sunda, setiap tindakan dan pola pikir memiliki makna filosofis yang mendalam.

Asal-usul kata "Sampurasun" berasal dari "sampura ning ingsun", yang berarti "sempurnakan diri Anda". Ini mencerminkan makna positif yang dapat mengingatkan pada kebaikan, bahkan bagi mereka yang bukan dari suku Sunda.

Ada pandangan yang menyatakan bahwa Sampurasun juga mengandung makna permohonan maaf. Dengan demikian, penggunaan Sampurasun dalam pidato atau acara sering kali dapat menggantikan ungkapan "Saya mohon dimaafkan", yang kemudian dijawab dengan "Rampes" yang artinya "dimaafkan".

Menurut LQ Hendrawan, seorang pengamat budaya Sunda, Sampurasun adalah ciri khas masyarakat Pa-Ra-Hyang, terutama bagi mereka yang mengikuti ajaran pikukuh Sunda. Kata ini terdiri dari suku kata "Sam", "Pura", dan "Sun", masing-masing mengandung makna kesamaan, keindahan, kesucian, atau kedamaian, serta merujuk pada putra-putri Bangsa Matahari. Dari uraian tersebut, Hendrawan menyimpulkan beberapa makna, seperti keinginan untuk memberikan keindahan, kesucian, dan kedamaian bagi seluruh putra dan putri Bangsa Matahari.

Dalam tata krama ajaran pikukuh Sunda, pengucapan Sampurasun biasanya disertai dengan gerakan merapatkan kedua telapak tangan sebagai tanda penghormatan. Cara memberi hormat dapat berbeda tergantung pada usia orang yang disapa. Bisa dengan memberikan sikap sembah kepada yang lebih tua dan sikap saling menghargai kepada yang lebih muda.

Jawaban atas Sampurasun adalah Rampes. Kata ini sering kali diikuti dengan ucapan "Mugia Rahayu Sagung Dumadi" yang berarti semoga selamat sejahtera bagi semua.

2. Contoh kalimat pemakaian kata Sampurasun dan cara menjawab

Ilustrasi ngobrol bersama teman. (Unsplash.com/wildlittlethingsphoto)
Ilustrasi ngobrol bersama teman. (Unsplash.com/wildlittlethingsphoto)

Berikut adalah contoh kalimat yang menggunakan kata "Sampurasun" beserta cara menjawabnya:

  • A: "Sampurasun, Bu. Bagaimana kabarnya hari ini?"
    B: "Rampes, terima kasih. Kabar saya baik. Bagaimana dengan Ibu?"
  • A: "Sampurasun, Mas. Sudah lama tidak bertemu. Apa kabar?"
    B: "Rampes, Alhamdulillah. Kabar saya baik. Iya, sudah lama tidak bertemu. Ada kabar baik?"
  • A: "Sampurasun, Teh. Senang bertemu lagi."
    B: "Rampes, senang juga bisa ketemu lagi. Bagaimana kabarmu?"
  • A: "Sampurasun, Pak. Semoga hari ini berjalan lancar."
    B: "Rampes, Amin. Terima kasih atas doanya. Semoga juga hari Anda menyenangkan."
  • A: "Sampurasun, Kak. Apa rencana untuk akhir pekan ini?"
    B: "Rampes. Hai! Rencanaku adalah pergi ke pantai bersama teman-teman. Bagaimana denganmu?"

3. Contoh lainnya

ilustrasi orang ngobrol (IDN Times/Rizka Yulita & Anjani Eka Lestari)
ilustrasi orang ngobrol (IDN Times/Rizka Yulita & Anjani Eka Lestari)

Berikut contoh lain dari penggunaan kata Sampurasun.

  • A: "Sampurasun. Sudah lama tidak berjumpa. Bagaimana kabarmu?"
    B: "Rampes. Iya, sudah lama sekali. Kabar saya baik. Bagaimana denganmu?"
  • A: "Sampurasun. Sudah sarapan?"
    B: "Rampes. Sudah, terima kasih. Bagaimana dengan Anda? Apakah sudah makan?"
  • A: "Sampurasun, Kakang. Sudah siap untuk ujian besok?"
    B: "Rampes. Belum benar-benar siap, tapi sedang mempersiapkan diri. Bagaimana denganmu?"
  • A: "Sampurasun, Teh. Sudah lama tidak bertemu. Apa kabar keluargamu?"
    B: "Rampes. Iya, sudah lama sekali. Kabar keluarga saya baik-baik saja. Terima kasih sudah bertanya."
  • A: "Sampurasun, Mas. Terima kasih atas bantuanmu kemarin."
    B: "Rampes. Tidak masalah. Sama-sama, senang bisa membantu. Jangan ragu untuk meminta bantuan lagi di lain waktu."

Itulah dia penjelasan mengenai arti Sampurasun dan maknanya lengkap dengan contohnya. Semoga bermanfaat!

Penulis: Hanna Aprelia Elfrifda Saragih

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More