Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Larung Abu Dilakukan di Laut? Berikut Penjelasannya

Kenapa Larung Abu Dilakukan di Laut? Berikut Penjelasannya
ilustrasi laut lepas (pexels.com/Sebastian Voortman)
Intinya Sih
  • Kremasi mengubah jenazah menjadi abu melalui pembakaran, lalu abu dapat dilarungkan ke laut atas izin keluarga sebagai bagian penghormatan terakhir.
  • Dalam sejumlah budaya, larung abu dimaknai sebagai pengembalian jiwa ke alam semesta, simbol kebebasan jiwa, dan perpindahan dari dunia fisik; maknanya berbeda tiap agama dan budaya.
  • Prosesi larung abu memerlukan izin, surat kematian, identitas atau surat kuasa, serta persiapan urna, transportasi, upacara, keamanan, dan konsultasi dengan pihak berwenang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Di Indonesia, terdapat dua cara untuk melakukan penghormatan kepada  jenazah. Proses tersebut adalah pemakaman dan kremasi. Setiap agama maupun adat memiliki tradisi dalam hal ini dan itu merupakan sebuah hal yang wajar. 

Proses kremasi menarik perhatian karena ada beberapa tradisi yang dilakukan sebelum dan setelahnya. Salah satu proses setelah kremasi adalah larung abu. Berikut ini penjelasan mengenai proses larung abu yang dilakukan di laut lepas. 

1. Penjelasan mengenai larung abu

Ilustrasi berduka (freepik.com/freepik)
Ilustrasi berduka (freepik.com/freepik)

Kremasi adalah proses pengabuan atau menghilangkan jenazah manusia yang sudah meninggal dengan cara dibakar atau dipanggang. Dalam proses ini, jenazah akan dimasukkan ke oven dengan suhu 1.500 derajat Celcius selama 2 jam. Selanjutnya, tulang manusia yang tersisa akan dibakar selama 30 menit dalam suhu 200-400 derajat Celcius. 

Selanjutnya, abu pembakaran akan dilarungkan di laut atas izin anggota keluarga. Di beberapa budaya, larung abu ke laut dianggap sebagai pengembalian jiwa ke alam semesta. Ibaratnya mengantarkan ke tempat peristirahatan terakhir. 

Melarung abu di laut lepas juga merupakan simbol kebebasan jiwa. Hal ini memaknai perpindahan dari dunia fisik ke alam gaib. Namun, praktik dan makna larung abu tidak sama antara agama dan budaya.  

2. Persyaratan umum larung abu

ilustrasi dokumen (freepik.com/freepik)
ilustrasi dokumen (freepik.com/freepik)

Prosesi larung abu di setiap daerah memiliki aturan dan kebijakan yang berbeda. Secara umum, berikut ini dokumen yang diperlukan untuk persyaratan melarung:

  1. Surat Izin
    Surat izin resmi untuk pelaksanaan larung biasanya dikeluarkan oleh departemen penanggung jawab pemakaman atau kantor pemerintah setempat. 
  2. Surat keterangan kematian
    Kamu perlu mempersiapkan salinan surat keterangan kematian dari ruang sakit maupun lembaga relevan lain sebagai bukti bahwa orang yang mengalami larung abu telah meninggal dunia. 
  3. Dokumen identitas
    Hal ini diperlukan untuk bukti hubungan keluarga ataupun kerabat dekat. Biasanya dokumen yang dibutuhkan adalah kartu identitas, paspor, dan kartu keluarga. 
  4. Perjanjian surat kuasa
    Jika kamu hanya mewakili pihak keluarga, kamu membutuhkan surat kuasa sebagai perjanjian dan bukti otoritas penuh proses larung abu jenazah ke laut. 

3. Proses larung abu

Laut Pasifik.
ilustrasi Laut Pasifik (pexels.com/Daniel Perez)

Melarung abu mayat ke laut memerlukan beberapa persiapan. Di bawah ini hal-hal yang perlu kamu persiapkan dalam proses larung abu jenazah. 

  • Memiliki surat izin dan peraturan di wilayah setempat
  • Urna abu atau wadah abu, identiknya berwarna putih atau hitam
  • Sarana transportasi seperti perahu atau kapal jika melarungnya ke tengah laut. Jika di pesisir pantai, cukup dengan berjalan kaki.
  • Upacara pemakaman berdasarkan kepercayaan keluarga. Umumnya hal ini terdiri dari doa, bacaan, pidato, dan ritual khusus. 
  • Mengundang keluarga, kerabat dan teman sebagai pelayat yang berbagi duka kehilangan
  • Keamanan bagi abu, keluarga, dan pelayat selama proses larung abu
  • Konsultasi dengan pihak berwenang dan penyedia jasa pemakaman mengenai prosedur yang berlaku

Melarung abu di Indonesia umumnya dilakukan oleh masyarakat Hindu. Bali merupakan daerah di Indonesia yang dikenal memiliki adat larung abu dalam proses penghormatan jenazah. Jika kamu akan melakukan larung abu, pastikan mengetahui aturannya dan berkonsultasi dengan pihak berwenang.

Penulis: Dara Mardotilah

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More