ilustrasi ibu dan anak memasak di dapur (pexels.com/SHVETS production)
Memasak bersama menjadi salah satu aktivitas edukatif yang sering diabaikan. Padahal, kegiatan ini mengajarkan berbagai keterampilan penting seperti membaca instruksi, menghitung takaran bahan, mengenal nutrisi makanan, serta melatih koordinasi dan kerja sama.
Anak-anak dapat dilibatkan dalam tugas-tugas sederhana seperti mencuci sayuran, mengaduk adonan, atau menghias makanan. Selain menambah pengalaman baru, mereka juga akan merasa lebih percaya diri karena terlibat langsung dalam proses pembuatan makanan.
"Pola yang terbentuk di masa kanak-kanak dapat membentuk hubungan orang dewasa dengan makanan dan meletakkan dasar untuk kebiasaan makan yang sehat,” kata ahli diet klinis dan penelitian yang mendukung manfaat kesehatan bagi orang dewasa dan anak-anak Jaclyn Rose, R.D.N., L.D.N. dikutip Hopkins Medicine.
"Makan bersama keluarga biasanya melibatkan lebih banyak buah dan sayuran daripada makanan cepat saji atau makanan restoran biasa. Banyak penelitian menunjukkan bahwa makan bersama keluarga secara teratur meningkatkan asupan keseluruhan makanan kaya kalsium, buah dan sayuran, serat, folat, dan vitamin A, C, E, dan B6,” tambahnya.