ilustrasi keluarga piknik (pexels.com/askarabayev)
Anak memperhatikan bagaimana orangtua memperlakukan pasangan, keluarga, pengasuh, maupun orang lain di sekitarnya. Mereka juga bisa menangkap nada negatif ketika orangtua membicarakan dirinya kepada orang lain, meski belum memahami seluruh isi percakapan. Sikap, ekspresi, dan pilihan kata tersebut dapat memengaruhi rasa aman, kepercayaan diri, serta cara anak belajar memperlakukan orang lain.
Karena itu, usahakan menggunakan bahasa yang tetap menghargai orang lain, termasuk ketika sedang membahas perilaku anak. Alih-alih menjadikan kesalahan sebagai bahan lelucon atau mempermalukan seseorang, orangtua dapat berfokus pada pelajaran yang diperoleh dan cara menyelesaikan masalah.
“Anak-anak memperhatikan dinamika ini, jadi berusahalah sebisa mungkin membicarakan hal-hal positif tentang orangtua lain dan para pengasuh di sekitar anak, bahkan ketika mereka berada di ruangan lain. Kemungkinan besar, mereka masih bisa mendengarmu,” ujar Jazmine McCoy, psikolog klinis, dikutip dari HuffPost.
Pada akhirnya, anak belajar bukan hanya dari nasihat yang diberikan orangtua, tetapi juga dari berbagai hal yang mereka lihat setiap hari. Cara kamu mengelola emosi, memandang diri sendiri, dan memperlakukan orang lain bisa menjadi pelajaran yang mereka bawa hingga dewasa.