Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kilas Balik Xplore IDN Times: Intip Karya Juara dan Tips Menang

Kilas Balik Xplore IDN Times: Intip Karya Juara dan Tips Menang
IDN Times Xplore 2026 (dok. IDN Times)
  • Mading Xplore IDN Times 2025 mengajak pelajar mengolah isu lingkungan bertema “Eco-Warrior Mode: ON!” melalui mading digital dan Reels.

  • Juara mading digital membahas minyak jelantah, pesisir Semarang, dan aksi lingkungan sederhana; sementara juara Reels mengangkat reuse, edukasi-teknologi, serta mikroplastik dan pola hidup boros.

  • Karya menonjol berangkat dari isu dekat, didukung riset akurat, pesan jelas, visual dan storytelling kuat, serta sudut pandang orisinal; Xplore 2026 bertema “Redefining Teenage Power” dengan tiga pilihan topik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mading Xplore IDN Times menjadi salah satu ruang bagi pelajar untuk menuangkan ide, kreativitas, dan kepedulian mereka lewat karya digital. Tak hanya mengandalkan tulisan, peserta juga ditantang mengemas gagasan melalui visual dan video yang menarik.

Pada 2025, Mading Xplore mengangkat tema “Eco-Warrior Mode: ON! – Sekolah Asri, Bumi Berseri”. Para peserta pun menghadirkan beragam karya tentang lingkungan, mulai dari pengolahan limbah hingga kebiasaan sederhana untuk menjaga bumi. Dari banyaknya karya yang masuk, beberapa di antaranya berhasil menjadi juara. Lantas, apa yang membuat karya mereka berhasil mencuri perhatian?

  1. 1. Mengenal Mading Xplore IDN Times

    Mengenal Mading Xplore IDN Times
    IDN Times Xplore (Green Movement_SMAN 77 Surabaya)

    Mading Xplore IDN Times merupakan kompetisi yang memberikan kesempatan bagi pelajar untuk menyampaikan ide dan kreativitas melalui karya mading digital. Kompetisi ini tidak hanya menguji kemampuan menulis, tetapi juga kreativitas dalam mengolah informasi menjadi sajian visual dan video.

    Pada penyelenggaraan 2025, peserta mengangkat tema lingkungan “Eco-Warrior Mode: ON! – Sekolah Asri, Bumi Berseri”. Dari tema tersebut, muncul berbagai pendekatan kreatif yang menunjukkan bahwa satu isu bisa dikembangkan menjadi karya dengan sudut pandang yang beragam.

    Setiap tim pun berkesempatan menunjukkan kemampuan mereka melalui mading digital maupun video Reels. Nah, sejumlah tim berhasil tampil menonjol dan membawa pulang gelar juara.

  2. 2. Karya para juara Mading Xplore 2025

    IDN Times Xplore (Green Movement_SMAN 77 Surabaya)
    IDN Times Xplore (Green Movement_SMAN 77 Surabaya)

    Setelah melalui proses penilaian, sejumlah karya berhasil mencuri perhatian dan keluar sebagai pemenang Mading Xplore 2025. Karya-karya tersebut hadir dalam dua kategori, yaitu Mading Digital dan Reels, dengan pendekatan kreatif dalam tema “Eco-Warrior Mode: ON! – Sekolah Asri, Bumi Berseri”.

    Menariknya, setiap tim punya cara sendiri dalam menyampaikan pesan tentang kepedulian lingkungan. Ada yang mengemasnya melalui riset dan informasi, ada pula yang mengandalkan visual serta storytelling agar pesannya lebih dekat dengan audiens. Berikut karya para juara Mading Xplore 2025 yang bisa menjadi inspirasi.

    Juara Mading Digital

    Juara 1: J.E.L.I.T.A

    Karya J.E.L.I.T.A (Jelantah Lindungi Tanah dan Alam) mengangkat persoalan minyak jelantah dan potensinya untuk dimanfaatkan sebagai energi alternatif. Isu yang sebenarnya dekat dengan kehidupan sehari-hari tersebut dikembangkan menjadi pembahasan tentang solusi yang lebih ramah lingkungan.

    Hal yang menarik dari karya ini adalah bagaimana tim menggabungkan informasi edukatif dengan tampilan visual yang rapi. Dengan begitu, pembaca tidak hanya mendapatkan informasi mengenai masalah lingkungan, tetapi juga diajak melihat adanya solusi yang bisa dilakukan.

    Juara 2: Gerakan Gen Pelita

    Berbeda dengan juara pertama, Gerakan Gen Pelita: Harapan Baru Penjaga Pesisir Semarang membawa perhatian pada ekosistem pesisir. Karya ini mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan pesisir melalui edukasi dan aksi nyata.

    Kekuatan karya tersebut terletak pada perpaduan riset dan visual. Informasi mengenai isu lingkungan tidak hanya disampaikan dalam bentuk teks, tetapi dikemas agar lebih menarik dan mudah dipahami.

    Juara 3: Aksi Kecil untuk Bumi

    Sementara itu, Aksi Kecil untuk Bumi, Lingkungan Asri Jadi Bukti menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana di sekitar kita, termasuk lingkungan sekolah. Pendekatan tersebut membuat isu yang diangkat terasa dekat dengan kehidupan pelajar. Pesannya pun menjadi lebih relevan karena perubahan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar.

    Juara Reels

    Selain mading digital, kategori Reels juga menghasilkan karya dengan pendekatan storytelling yang beragam.

    Juara 1: Reuse sebagai Solusi Sederhana Menuju Bumi Berseri

    Karya ini mengangkat kebiasaan menggunakan kembali barang yang masih layak pakai sebagai salah satu langkah sederhana menjaga lingkungan. Pesannya dibuat dekat dengan keseharian sehingga mudah dipahami oleh penonton.

    Juara 2: Selamatkan Bumi lewat Edukasi dan Teknologi

    Karya juara kedua memadukan isu lingkungan dengan edukasi dan teknologi. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa media digital juga bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi sekaligus mengajak audiens lebih peduli terhadap lingkungan.

    Juara 3: Mikroplastik Merajalela, Benahi Pola Hidup Borosmu

    Sementara itu, karya juara ketiga mengangkat isu mikroplastik dan menghubungkannya dengan pola hidup sehari-hari. Dengan mengambil persoalan yang semakin sering dibicarakan, video ini mengajak penonton melihat kembali kebiasaan mereka sendiri.

    Dari ketiga karya tersebut, terlihat bahwa video Reels tidak hanya mengandalkan visual yang menarik. Cara membangun cerita dan menyampaikan pesan juga menjadi bagian penting agar isu yang dibawa bisa sampai kepada audiens.

  3. 3. Apa rahasia di balik karya para Juara mading Xplore IDN Times 2025?

    IDN Times Xplore (Green Movement_SMAN 77 Surabaya)
    IDN Times Xplore (Green Movement_SMAN 77 Surabaya)

    Melihat karya-karya tersebut, ada beberapa hal yang bisa dipelajari jika ingin menghasilkan karya yang menonjol dalam kompetisi seperti Mading Xplore. Berikut tipsnya.

    • Berangkat dari isu yang dekat

    Karya yang menarik tidak harus selalu mengangkat persoalan yang rumit. Para pemenang Mading Xplore 2025 justru mengambil isu yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti minyak jelantah, kebersihan lingkungan, hingga penggunaan kembali barang.

    Kuncinya adalah menemukan sudut pandang yang jelas. Isu sederhana bisa menjadi karya yang kuat ketika dikembangkan dengan perspektif yang menarik.

    • Tidak sekadar Memberi Informasi

    Karya yang bagus tak hanya membuat pembaca atau penonton mengetahui sesuatu, tetapi juga membuat mereka berpikir atau melakukan sesuatu setelah melihatnya. Karena itu, tentukan terlebih dahulu pesan apa yang ingin disampaikan, apakah ingin mengajak, mengedukasi, menyadarkan, atau menawarkan perspektif baru. Pesan tersebut kemudian bisa menjadi benang merah seluruh karya.

    • Riset membuat ide lebih berbobot

    Kreativitas memang penting, tetapi ide yang kuat juga membutuhkan informasi yang dapat dipercaya. Data dan hasil riset bisa membantu memperkuat argumen sekaligus membuat karya lebih kredibel.

    Jadi, jangan terburu-buru masuk ke tahap desain atau produksi video. Luangkan waktu untuk mencari informasi, memahami persoalan, dan memastikan data yang digunakan akurat.

    • Kreativitas visual dan storytelling jadi pembeda

    Mading digital membutuhkan visual yang mampu mendukung informasi di dalamnya. Tulisan, infografik, dan elemen desain perlu dibuat sebagai satu kesatuan agar pesan mudah dipahami.

    Begitu pula dengan Reels. Video yang informatif belum tentu menarik jika tidak memiliki alur cerita yang jelas. Karena itu, pikirkan bagaimana membuat pembuka yang menarik, menyusun informasi secara runtut, dan memberikan penutup yang meninggalkan pesan bagi penonton.

    • Punya identitas dan sudut pandang sendiri

    Melihat karya pemenang memang bisa menjadi sumber inspirasi. Namun, bukan berarti karya tersebut harus ditiru.

    Hal yang bisa dipelajari justru proses berpikirnya: menemukan masalah, mencari informasi, menentukan perspektif, lalu mengemasnya menjadi karya. Dengan begitu, setiap tim tetap bisa menghasilkan karya yang memiliki karakter dan identitas sendiri.

  4. Dari karya 2025, saatnya bikin versimu di Xplore IDN Times 2026

    Setelah mengangkat isu lingkungan pada 2025, mading Xplore IDN Times kembali hadir pada 2026 dengan tema yang lebih dekat dengan kehidupan dan perspektif anak muda, yaitu “Redefining Teenage Power”. Pada edisi kali ini, peserta dapat memilih salah satu dari tiga topik, yaitu Anak Muda Melek Finansial, Tren dan Budaya Pop, atau Perundungan Bukan Tradisi. Setiap tim juga wajib membuat dua karya, yaitu mading digital dan Reels.

    Artinya, kamu dan tim punya banyak ruang untuk mengeksplorasi isu yang memang dekat dengan kehidupan remaja. Hal itu bisa dimulai dari kebiasaan mengelola uang, tren yang muncul di media sosial, budaya pop yang sedang digemari, hingga pengalaman dan pandangan mengenai perundungan.

    Jangan cuma jadi penonton karya orang lain. Saatnya tunjukkan ide dan kreativitasmu! Cek ketentuan lengkap dan daftarkan timmu melalui mading IDN Times Xplore 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More