ilustrasi menonton film bersama keluarga (pexels.com/august-de-richelieu)
Orangtua milenial memandang anak sebagai individu yang memiliki emosi, pendapat, dan hak untuk didengarkan. Karena itu, mereka lebih menghargai batasan pribadi anak serta membiarkannya mengekspresikan perasaan dengan sehat.
Mereka juga tidak ragu meminta maaf ketika melakukan kesalahan kepada anak. Bagi orangtua milenial, rasa hormat dan komunikasi yang penuh empati perlu dicontohkan terlebih dahulu di dalam keluarga.
"Satu hal yang aku harap dipahami oleh orangtua kami adalah bahwa kami memperlakukan anak-anak dengan penuh rasa hormat dan memahami bahwa mereka adalah manusia yang berhak mengekspresikan emosinya,” ujar Jamilla Svansson-Brown, parenting advocate dan content creator, dikutip dari HuffPost.
“Menurutku, cara terbaik untuk mengajarkan anak menjadi pribadi yang menghormati orang lain adalah dengan terlebih dahulu memberikan rasa hormat kepada mereka," tambahnya.
Perbedaan pola asuh antar generasi adalah hal yang wajar terjadi seiring perubahan zaman. Pada akhirnya, semua orangtua memiliki tujuan yang sama, yakni membesarkan anak yang bahagia, sehat, dan tumbuh dengan penuh kasih sayang.