Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Manfaat Self-Care Setelah Memiliki Anak, Berpengaruh pada Pengasuhan

7 Manfaat Self-Care Setelah Memiliki Anak, Berpengaruh pada Pengasuhan
ilustrasi memberi hadiah (pexels.com/Nicole Michalou)
Share Article

Sebagai orangtua, kita sering kali tenggelam dalam kewajiban sehari-hari, mulai dari mengurus anak-anak hingga mengelola rumah tangga dan pekerjaan domestik lainnya. Dalam dinamika ini, terkadang diri kita sendiri sering terlupakan. Sebagai garda terdepan dalam mendidik, merawat, dan mencintai anak-anak, seringkali orangtua menempatkan kebutuhan mereka sebagai yang terakhir.

Tak terkecuali dalam urusan self-care. Padahal self-care memiliki segudang manfaat yang sayang sekali kalau dilewatkan. Bukan hanya menguntungkan orangtua, tapi juga anak-anak, lho! Berikut beberapa manfaat self-care bagi orangtua yang harus orangtua tahu. Baca lebih lanjut, yuk!

1. Kesehatan fisik dan mental yang lebih baik

ilustrasi gaya hidup sehat (unsplash.com/Jonathan Borba)
ilustrasi gaya hidup sehat (unsplash.com/Jonathan Borba)

Merawat diri melalui kebiasaan sehat seperti olahraga teratur dan makan yang baik dapat meningkatkan kesehatan fisik. Meluangkan waktu untuk diri sendiri, seperti meditasi atau yoga, membantu meredakan stres dan meningkatkan kesehatan mental. Sehat secara fisik dan mental bukan sekadar penting, bahkan wajib apalagi untuk para orangtua.

Kewajiban mereka untuk mengasuh anak-anak membutuhkan peran kedua aspek ini. Jika orangtua tidak memberi jeda dirinya untuk self-care, bukan mustahil jika fisik dan mental mereka bisa terganggu dan akan sangat berpengaruh pada pengalaman anak-anak selama dalam pengasuhan orangtuanya. Gak remeh, lho! dengan fisik dan mental yang terganggu dan tidak segera ditangani, bisa berisiko pada trauma masa kecil anak-anak.

2. Dapat menjadi contoh untuk anak-anak

ilustrasi belajar (pexels.com/Andrea Puacquadio)
ilustrasi belajar (pexels.com/Andrea Puacquadio)

Bukan rahasia lagi, jika anak adalah peniru yang handal, dia akan mencontoh orang-orang di sekitarnya. Disini orangtua tentu menjadi yang paling banyak dicontoh oleh anak-anaknya. Jika anak sering melihat orang tua yang rutin melakukan self-care, hal ini bisa memberikan pengaruh pada anak-anak di masa depan.

Anak-anak secara garis besar akan mengetahui tentang bagaimana menjaga diri mereka sendiri. Ini mengajarkan nilai pentingnya memprioritaskan kesejahteraan diri sendiri, yang dapat membantu anak-anak mengembangkan kebiasaan yang sama saat mereka dewasa. Dengan begitu, kemungkinan mereka akan mengalami stres berlebihan di masa depan bisa sedikit berkurang. 

3. Kemampuan mengelola emosi yang baik

ilustrasi bersantai (pexels.com/EKATERINA BOLOVTSOVA)
ilustrasi bersantai (pexels.com/EKATERINA BOLOVTSOVA)

Dengan self-care yang baik, orangtua dapat mengelola stres dengan lebih baik, sehingga mereka lebih mampu menghadapi tantangan sehari-hari dalam pengasuhan. Ketika mereka merasa terisi ulang, mereka cenderung lebih fleksibel dan mampu menangani situasi yang tidak terduga dengan tenang. Hal ini cukup penting, mengingat kelelahan yang begitu hebat pasti dirasakan oleh orangtua.

Apalagi jika anak-anak telah memasuki usia toddler, saat mereka sedang aktif-aktifnya bergerak dan memiliki rasa penasaran yang tinggi. Gak jarang orangtua dengan anak toddler sulit untuk mengendalikan emosinya karena kelelahan, sehingga omelan bahkan hukuman fisik sering kita temukan. Karena itu, self-care sangat dibutuhkan bagi orangtua. Lagi-lagi, tujuannya bukan hanya untuk menyenangkan orangtua saja, tapi juga demi membersamai anak-anak tanpa drama.

4. Situasi dan kondisi di dalam rumah lebih kondusif

ilustrasi family time (pexels.com/Paxel Danilyuk)
ilustrasi family time (pexels.com/Paxel Danilyuk)

Orangtua yang merawat diri sendiri memiliki lebih banyak energi dan perasaan positif, yang dapat membantu memperkuat hubungan mereka dengan pasangan. Anak-anak juga dapat merasakan kasih sayang yang lebih besar ketika orangtua merasa bahagia dan puas dengan diri mereka sendiri.

Dengan kondisi yang seperti ini situasi dan kondisi dalam rumah akan lebih kondusif dan minim perdebatan. Jika hal ini bisa terus berlanjut, keluarga akan semakin harmonis, tentu hal ini bisa berdampak baik pada pengasuhan dan perkembangan anak.

5. Meningkatkan produktivitas

ilustrasi memasak (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi memasak (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Self-care membantu orangtua tetap terjaga dan berenergi, sehingga mereka dapat lebih produktif dalam menjalani tugas-tugas pengasuhan dan rumah tangga. Mereka dapat lebih efisien dalam mengelola waktu mereka. Dengan tenaga yang cukup, tentu orangtua bisa semakin totalitas dalam pengasuhan sehingga efeknya akan sangat bagus untuk anak-anak.

Selain itu, self care juga semakin penting bagi orangtua yang bekerja, karena kewajiban di tempat kerja juga menuntut profesionalisme yang tinggi. Untuk itu, semakin padat jadwal orangtua, semakin ia butuh merawat dan membuat bahagia dirinya sendiri.

6. Terhindar dari burn-out

ilustrasi ibu bekerja (pexels.com/Yan Krukau)
ilustrasi ibu bekerja (pexels.com/Yan Krukau)

Burnout dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik seperti sakit kepala, gangguan tidur, peningkatan tekanan darah, dan masalah pencernaan. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup dan kemampuan orangtua untuk merawat anak-anak. Orangtua yang mengalami burnout juga cenderung mengalami stres, kecemasan, dan depresi. Mereka mungkin merasa putus asa, tidak bersemangat, dan cenderung merasa tertekan secara emosional. Demi menghindari burn-out, orangtua perlu melakukan self-care. Jangan meremehkan self-care meski terkesan remeh, karena manfaatnya sangat besar.

Sebagai orangtua, merawat diri bukanlah tindakan egois, melainkan investasi yang bijak dalam kebahagiaan diri sendiri dan kemampuan mengasuh anak. Dalam proses mengasuh, kita sering kali lupa bahwa kita juga adalah individu yang memiliki kebutuhan fisik dan emosional. Manfaat self-care tidak hanya dirasakan oleh diri kita sendiri, tetapi juga oleh seluruh keluarga. Jadi, jangan ragu untuk selalu menyempatkan diri melakukannya, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fajar Laksmita
EditorFajar Laksmita

Related Articles

See More

5 Langkah Penting Mudah Memulai Switch Career di Era Digital

14 Jun 2026, 07:42 WIBLife