ilustrasi anak dan ibu saling marah (pexels.com/rdne)
Memberikan privasi kepada anak bukan berarti membebaskan mereka tanpa pengawasan. Namun, mengabaikan kebutuhan privasi yang sudah sewajarnya dimiliki anak juga dapat berdampak pada hubungan antara orangtua dan anak.
"Jika seorang anak telah meminta privasi tetapi keinginannya tidak dihormati, kamu akan kehilangan kepercayaan dalam hubungan ini. Mengabaikan kebutuhan mereka akan privasi dapat menimbulkan perasaan tidak berdaya, kebencian, dan kecemasan," ungkap Dr. Strohman.
Kelsey Latimer, PhD, seorang psikolog, dikutip dari Parents, menjelaskan bahwa mengabaikan batasan yang diinginkan anak tanpa komunikasi yang baik dapat membuat mereka menjadi lebih tertutup atau justru memberontak. Karena itu, memberikan privasi yang sesuai usia perlu diimbangi dengan komunikasi yang terbuka dan hangat.
Mengetuk pintu kamar anak mungkin terlihat sepele, tetapi kebiasaan ini bisa menjadi bentuk penghargaan terhadap privasi mereka. Yang terpenting, pastikan anak tetap merasa aman, nyaman, dan terbuka untuk bercerita kepada orangtuanya di setiap tahap tumbuh kembangnya.