Bayangkan tanah yang selama ini tampak kokoh tiba-tiba berguncang hebat. Bagi orang dewasa saja, momen itu mencekam, apalagi bagi anak-anak yang masih memiliki dunia imajinasi dan perasaan yang sangat peka. Guncangan gempa tidak hanya meruntuhkan bangunan, tetapi juga menghancurkan rasa aman yang selama ini menjadi benteng utama bagi pertumbuhan mental mereka.
Seiring dengan gempa susulan yang terus mengintai, tugas orangtua tidak berhenti pada evakuasi fisik. Luka yang tak kasatmata justru berpotensi menjadi bayang-bayang yang menghantui langkah kecil mereka di masa depan. Sebagai panduan darurat, berikut lima perlindungan psikologis untuk anak pasca gempa yang wajib diketahui orangtua demi memulihkan kembali senyum serta keberanian si kecil.
