ilustrasi orangtua dan anak (pexels.com/Kindel Media)
Tak semua orangtua mampu membagi kasih sayang serta perhatian mereka pada anak-anak secara adil. Ada beberapa ayah dan ibu yang secara sadar atau tidak lebih condong pada salah satu anak. Anak favorit inilah yang kemudian menerima lebih banyak perhatian, kasih sayang, serta pujian, dibandingkan dengan saudaranya yang lain.
Anak-anak peka pada favoritisme orangtua, salah satu faktor yang menimbulkan keterasingan dalam keluarga. Penelitian oleh Karl Pillemer, seorang sosiolog, gerontolog, dan profesor perkembangan manusia di Universital Cornell, seperti ditulis dalam laman Psychology Today, menyebutkan bahwa antara dua pertiga dan tiga perempat ibu memiliki anak favorit, dan anak-anak sangat menyadari keberpihakan orangtua mereka.
Ketika orangtua lebih sayang ke salah satu anak, saudara kandung tersebut mungkin akan menjadi lebih egosentris yang dapat menyebabkan keterasingan. 'Anak emas' menempatkan kebutuhannya di atas kebutuhan keluarga dan anggota keluarga lainnya, demikian kata psikoterapis Ali-Jhon Chaudhary, yang berpraktik di Pembroke, Ontario.
"Di situlah rasa berhak tumbuh dan anak-anak yang disayangi menjadi bermusuhan dengan saudara yang memiliki kebutuhan berbeda dari mereka," terang Ali-Jhon seperti ditulis dalam Pyschology Today.
Ali menambahkan, orangtua perlu mengajarkan anak tersebut bahwa keluarga adalah yang utama, dan kebutuhan individu adalah yang kedua. Menekankan pentingnya hubungan saling mengasihi antar saudara kandung akan menghindarkan anak-anak dari rasa benci dan iri satu sama lain. Di mana, perasaan itu bisa membuat jarak begitu jauh pada mereka hingga dewasa.