- Cinta dunia
Ini adalah sikap terlalu mencintai kehidupan dan kenikmatan duniawi, seperti harta, jabatan, popularitas, atau kesenangan lainnya, hingga membuat seseorang lalai terhadap kehidupan akhirat.
Cinta dunia bukan berarti tidak boleh menikmati kehidupan, tetapi menjadi masalah ketika dunia lebih diutamakan daripada Allah SWT dan kewajiban agama. Tak jarang, seseorang yang cinta dunia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kesenangan atau nikmat dunia yang sementara. - Takut mati
Takut mati adalah rasa enggan atau takut menghadapi kematian karena merasa belum siap meninggalkan dunia dan mempertanggungjawabkan amal perbuatan di hadapan Allah. Dalam konteks keagamaan, takut mati dapat berkaitan dengan keterikatan yang berlebihan pada dunia atau kurangnya persiapan untuk kehidupan akhirat.
Takut mati disebabkan lemahnya iman dalam diri. Para ulama berpendapat bahwa takut yang dimaksud terbagi ke dalam dua golongan:
Apa Itu Al-Wahn dalam Islam? Penyakit Umat di Akhir Zaman

- Al-wahn dalam Islam adalah kondisi terlalu mencintai kenikmatan dunia dan takut mati, sehingga seseorang lalai mempersiapkan amal untuk kehidupan akhirat.
- Hadis Nabi Muhammad SAW menggambarkan al-wahn sebagai kelemahan umat: jumlahnya banyak, tetapi seperti buih banjir dan kehilangan rasa takut dari musuh.
- Artikel menekankan mengingat kematian sebagai cara menghindari al-wahn, mendorong taubat, kekhusyukan salat, persiapan bertemu Allah SWT, serta perbaikan perilaku.
Dunia yang manusia tinggali ini seakan menjanjikan kesenangan hingga kita terlena akan gemerlapnya. Padahal, sebagai umat Islam kita diajarkan adanya kehidupan setelah kematian yaitu alam akhirat yang nyata dan abadi.
Di akhir zaman, Nabi Muhammad SAW memperingatkan pada umatnya tentang sebuah penyakit yang dikenal dengan sebutan al-wahn. Ini merupakan tanda akhir zaman, yaitu kondisi di mana manusia terlarut dalam kesenangan kehidupan dunia daripada mempersiapkan kematian yang baik. Lalu, apa yang dimaksud dengan al-wahn? Cari tahu penjelasannya dengan lengkap di sini, ya!
1. Apa itu al-wahn?

Ilustrasi al-wahn (pexels.com/Maor Attias) Dalam ajaran Islam, terdapat istilah al-wahn yang merujuk pada kondisi ketika seseorang atau umat terlalu mencintai dunia dan takut menghadapi kematian.
- Takut yang tidak tercela, yakni takut mati yang sifatnya tabiat dan dimiliki oleh setiap manusia.
- Takut yang tercela, yakni takut mati karena lemahnya iman.
2. Hadis nabi tentang al-wahn

Ilustrasi membaca Al-Qur'an (pexels.com/Optical Chemist) Penyakit cinta dunia dan takut mati termasuk tanda-tanda akhir zaman, selain kemunculan Dajjal, Imam Mahdi, Nabi Isa AS, dan masih banyak lainnya. Hal ini diungkapkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis.
Hadis ini yang menggambarkan keadaan al-wahn, memberikan gambaran dan pemaparan yang sangat jelas sekali tentang realita umat Islam di akhir zaman.
“Dari Tsauban beliau berkata, telah bersabda Rasulullah: “Nyaris sudah para umat-umat (selain Islam) berkumpul (bersekongkol) menghadapi kalian sebagaimana berkumpulnya orang-orang yang makan manghadapi bejana makanannya”, Lalu seseorang bertanya: “Apakah kami pada saat itu sedikit ?” Beliau menjawab: “Tidak, bahkan kalian pada saat itu banyak, akan tetapi kalian itu buih seperti buih banjir, dan Allah akan menghilangkan dari diri musuh-musuh kalian rasa takut terhadap kalian dan menimpakan kedalam hati-hati kalian wahn (kelemahan)”, Lalu bertanya lagi : “Wahai Rasulullah apa wahn (kelemahan) itu ?”, Kata beliau: ”Cinta dunia takut mati”.
3. Mengingat kematian jadi cara untuk menghindari al-wahn

Ilustrasi merenung (pexels.com/Tima Miroshnichenko) Untuk menghindari penyakit al-wahn, ada nasihat Rasulullah SAW untuk kita yang hidup di akhir zaman.
Mengingat kematian
Mengingat mati sebenarnya suatu yang dituntut pada setiap orang. Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda,
“Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan” (HR. An Nasai no. 1824, Tirmidzi no. 2307 dan Ibnu Majah no. 4258 dan Ahmad 2: 292. Hadis ini hasan shahih menurut Syaikh Al Albani). Yang dimaksud adalah kematian. Kematian disebut haadzim (pemutus) karena ia menjadi pemutus kelezatan dunia.
Faedah mengingat kematian
- Mengingat kematian adalah termasuk ibadah tersendiri
- Mengingat kematian membantu kita dalam khusyuk dalam salat. Nabi Muhammad SAW bersabda,
“Ingatlah kematian dalam salatmu karena jika seseorang mengingat mati dalam salatnya, maka ia akan memperbagus salatnya. Salatlah seperti salat orang yang tidak menyangka bahwa ia masih punya kesempatan melakukan salat yang lainnya. Hati-hatilah dengan perkara yang kelak malah engkau meminta udzur (meralatnya) (karena tidak bisa memenuhinya).” (HR. Ad Dailami dalam musnad Al Firdaus. Hadis ini hasan sebagaimana kata Syaikh Al Albani).
- Mengingat kematian menjadikan seseorang semakin mempersiapkan diri untuk berjumpa dengan Allah SWT.
- Mengingat kematian akan membuat seseorang memperbaiki hidupnya.
- Mengingat kematian membuat kita tidak berlaku zalim.
4. Keutamaan mengingat kematian

Ilustrasi berdoa (pexels.com/Yassir Abbas) Mengingat kematian menjadi nasihat terbaik untuk umat Islam di akhir zaman agar terhindar dari penyakit al-wahn. Berikut keutamaan mengingat kematian:
- menyegerakan taubat
- hati yang qona’ah (selalu merasa cukup)
- semangat dalam ibadah
Sedangkan kebalikannya adalah orang yang melupakan kematian, maka ia terkena hukuman:
- menunda-nunda taubat
- tidak mau ridho dan merasa cukup terhadap apa yang Allah beri
- bermalas-malasan dalam ibadah
Itulah penjelasan mengenai al-wahn yang perlu kamu ketahui. Jadikan ini pengingat kita semua dan semoga Allah SWT menghindarkan kita dari penyakit cinta dunia hingga takut mati. Aamiin.





















