“Anak-anak kecil cenderung menjadi sangat cemas saat orangtuanya pergi, sehingga jangka waktu yang lebih singkat dapat mengurangi lamanya mereka merasa khawatir,” ujar Stephanie Mihalas, Ph.D., psikolog berlisensi, dikutip dari Parents.
Tips buat Orangtua yang Harus Dinas Luar Kota biar Anak Gak Rewel

Harus dinas luar kota saat punya anak kecil memang bukan hal yang mudah. Di satu sisi, pekerjaan menuntut profesionalitas, tapi di sisi lain, hati rasanya berat ninggalin si kecil yang belum sepenuhnya paham situasi. Gak jarang, momen ini juga bikin anak jadi lebih rewel karena merasa ditinggal.
Tapi tenang, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan supaya perpisahan ini gak jadi drama berkepanjangan. Dengan pendekatan yang tepat, anak bisa lebih tenang, dan kamu juga bisa kerja dengan pikiran lebih lega. Yuk, cek tipsnya berikut ini!
1. Kasih tahu anak di waktu yang tepat

Memberi tahu anak soal rencana dinas itu penting, tapi timing-nya gak bisa sembarangan. Kalau terlalu cepat, anak justru bisa kepikiran terus dan jadi cemas sebelum waktunya. Apalagi untuk balita yang belum paham konsep waktu dengan jelas.
Sebaiknya, beri tahu beberapa hari sebelum keberangkatan supaya anak punya waktu untuk memahami, tapi gak terlalu lama untuk overthinking. Untuk anak yang lebih besar, kamu bisa kasih tahu sedikit lebih awal karena mereka biasanya sudah lebih siap secara emosional.
2. Jelaskan detail perjalanan dengan cara yang sederhana

Anak-anak butuh kejelasan supaya mereka merasa aman. Coba jelaskan kapan kamu pergi, ke mana tujuannya, dan kapan akan kembali dengan bahasa yang mudah dipahami. Kamu juga bisa pakai kalender lucu supaya mereka bisa menghitung hari sampai kamu pulang.
Supaya makin kebayang, tunjukkan foto tempat tujuan atau cari bareng di internet. Selain itu, jelaskan juga siapa yang akan menjaga mereka selama kamu pergi, jadi anak gak merasa sendirian atau bingung.
3. Usahakan rutinitas tetap berjalan seperti biasa

Perubahan mendadak bisa bikin anak makin gak nyaman. Saat kamu pergi, usahakan rutinitas harian mereka tetap sama, mulai dari jam makan, tidur, sampai waktu bermain. Hal ini membantu anak merasa hidupnya tetap stabil meskipun kamu sedang gak di rumah.
Kalau anak diasuh orang lain, pastikan kamu sudah meninggalkan instruksi yang jelas. Dengan begitu, anak tetap merasa familiar dengan kesehariannya dan gak terlalu merasakan kehilangan.
“Kehadiran orangtua yang pergi untuk perjalanan bisnis sudah cukup sulit bagi anak, jadi sebaiknya jangan menambah perubahan lain yang dapat mengganggu kehidupan mereka,” ujar Rochelle Harris, Ph.D., psikolog klinis anak di Children's Mercy Hospitals and Clinics, dikutip dari Parents
4. Tinggalkan sesuatu yang bikin anak merasa dekat

Hal kecil seperti kaus, foto, atau barang milikmu bisa jadi pengganti kehadiran di rumah. Anak bisa merasa kamu tetap dekat meskipun sedang jauh. Ini cukup ampuh untuk mengurangi rasa rindu, terutama saat mereka lagi kangen.
Kamu juga bisa menyiapkan catatan kecil atau kejutan sederhana yang diselipkan di tempat favorit mereka. Bahkan, rekaman video kamu saat membacakan cerita sebelum tidur bisa jadi cara manis untuk tetap menemani mereka.
5. Jangan bikin momen perpisahan jadi dramatis

Perpisahan yang terlalu panjang atau penuh emosi justru bikin anak makin berat melepas kamu. Hindari pergi diam-diam atau menunjukkan rasa bersalah berlebihan, karena anak bisa menangkap energi tersebut.
Lebih baik, ucapkan perpisahan dengan singkat tapi hangat. Peluk, cium, dan yakinkan bahwa kamu akan kembali. Sikap tenang dari orangtua bisa menular ke anak dan bikin mereka lebih siap ditinggal.
“Pergi diam-diam, menunda perpisahan, atau menunjukkan kecemasan justru bisa membuat momen ‘selamat tinggal’ menjadi lebih sulit bagi anak,” ujar Stephanie Mihalas, Ph.D.
6. Tetap jaga komunikasi, tapi jangan berlebihan

Selama dinas, usahakan tetap menyapa anak setiap hari. Mendengar suara orangtua bisa jadi penguat emosional yang penting buat mereka. Kamu juga bisa video call atau melakukan aktivitas bareng secara online.
Meski begitu, jangan terlalu sering menghubungi. Terlalu intens justru bisa bikin anak makin bergantung dan sulit beradaptasi. Cukup konsisten dengan jadwal komunikasi yang nyaman untuk semua pihak.
7. Luangkan waktu khusus saat kembali

Setelah pulang, jangan langsung sibuk sendiri atau butuh “me time” dulu. Anak biasanya sudah menunggu momen ini untuk cerita banyak hal yang mereka alami selama kamu pergi.
Luangkan waktu sejenak untuk benar-benar hadir buat mereka, entah dengan ngobrol, pelukan, atau sekadar duduk bersama. Dengan begitu, anak merasa dihargai dan hubungan tetap hangat.
Pada akhirnya, dinas luar kota memang gak bisa selalu dihindari, tapi cara kamu mengelola perpisahanlah yang bikin perbedaannya. Anak bukan cuma butuh kehadiran fisik, tapi juga rasa aman dan koneksi emosional.


![[QUIZ] Apakah Kesedihan Paling Mendalam yang Tengah Kamu Rasakan?](https://image.idntimes.com/post/20250608/siyavash-lolo-uEfDGm_Fkvk-unsplash.jpg)
















