“Seni dan kerajinan dapat merangsang kreativitas sekaligus membangun empati terhadap perbedaan budaya,” ujar Niamh O’Connell, seorang Wakil presiden bidang pengalaman tamu di Rosewood Hotel Group, dikutip dari Newyork Times.
5 Tips Kenalkan Budaya ke Anak saat Liburan, Biar Gak Cuma Jalan-jalan!

Liburan keluarga sering kali identik dengan bersenang-senang dan melepas penat. Padahal, momen ini juga bisa jadi kesempatan untuk mengenalkan anak pada budaya baru dengan cara yang seru.
Dengan pendekatan yang tepat, anak gak cuma dapat hiburan, tapi juga pengalaman yang memperluas wawasan. Yuk, coba beberapa tips berikut supaya liburan terasa lebih bermakna!
1. Ajak anak ikut aktivitas seni dan kerajinan lokal

Saat liburan, kamu pasti sering menemukan berbagai suvenir khas daerah. Tapi daripada hanya membeli, coba ajak anak ikut membuatnya langsung. Cara ini bikin mereka lebih paham proses dan makna di balik setiap kerajinan.
Selain itu, aktivitas seperti ini juga melatih kreativitas anak sejak dini. Mereka jadi lebih terbuka dengan perbedaan budaya yang ada di setiap daerah. Pengalaman ini biasanya juga lebih membekas dibanding sekadar membeli oleh-oleh.
2. Ikut kelas memasak dan jelajahi pasar tradisional

Makanan adalah bagian penting dari budaya suatu tempat. Mengajak anak ikut kelas memasak bisa jadi cara seru untuk mengenalkan mereka pada budaya lokal. Mereka bisa belajar bahan, teknik, hingga cerita di balik hidangan tersebut.
Supaya lebih maksimal, pilih kelas yang juga mengajak ke pasar tradisional. Di sana, anak bisa melihat langsung bahan-bahan lokal yang digunakan. Pengalaman ini membuat mereka lebih memahami asal-usul makanan yang mereka makan.
3. Kenalkan musik dan tarian tradisional

Setiap daerah punya musik dan tarian khas yang mencerminkan sejarahnya. Mengajak anak menonton atau mencoba langsung bisa jadi pengalaman yang menyenangkan. Mereka jadi lebih mudah memahami budaya lewat hal yang interaktif.
Paparan sederhana saja sebenarnya sudah cukup untuk memberi dampak besar. Anak jadi lebih terhubung dengan tempat yang mereka kunjungi. Hal ini membuat pengalaman liburan terasa lebih hidup dan berkesan.
“Bahkan sedikit paparan terhadap musik dan tarian lokal bisa memperdalam pemahaman dan keterikatan anak terhadap tempat yang mereka kunjungi,” kata Niamh O’Connell.
4. Kunjungi tempat yang jadi kehidupan sehari-hari warga lokal

Tempat wisata populer memang menarik, tapi belum tentu mencerminkan kehidupan asli masyarakat setempat. Coba ajak anak ke taman lingkungan, pasar lokal, atau area bermain anak di sekitar.
Di sana, anak bisa melihat langsung kehidupan sehari-hari warga. Bahkan, mereka juga berkesempatan berinteraksi dengan anak-anak lokal. Pengalaman sederhana ini justru sering terasa lebih autentik dan berkesan.
5. Pilih penginapan dengan program anak berbasis budaya

Sekarang, banyak hotel yang menawarkan program anak dengan sentuhan budaya lokal. Ini bisa jadi pilihan menarik agar anak tetap belajar sambil bermain. Aktivitasnya biasanya dibuat interaktif dan menyenangkan.
Program seperti ini membantu anak mengenal lingkungan sekitar dengan lebih dekat. Mereka bisa diajak menjelajah tempat-tempat menarik di sekitar penginapan. Liburan pun terasa lebih berisi tanpa mengurangi keseruan.
Dengan sedikit usaha, liburan keluarga bisa jadi pengalaman yang jauh lebih bermakna. Anak gak cuma senang, tapi juga belajar hal baru dari setiap tempat yang dikunjungi. Jadi, yuk mulai rencanakan liburan yang gak hanya seru, tapi juga penuh pengalaman berharga!