Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Usia Berapa Anak Bisa Mulai Les Alat Musik? yuk, Ketahui!

4 min read
Usia Berapa Anak Bisa Mulai Les Alat Musik? yuk, Ketahui!
ilustrasi bernyanyi dan bermain musik (pexels.com/cottonbro)
Share Article

waktu terbaik anak mulai les alat musik bisa menjadi cara menyenangkan untuk membantu anak mengenal suara, ritme, sekaligus melatih koordinasi. Namun, gak semua anak siap mengikuti les formal di usia yang sama karena kemampuan konsentrasi dan perkembangan fisiknya berbeda.

Lantas, kapan waktu yang tepat untuk mulai les alat musik dan instrumen apa yang cocok untuk anak? Yuk, simak tanda kesiapan serta tips mengenalkan musik agar proses belajarnya tetap menyenangkan!

  1. 1. Usia berapa anak bisa mulai les musik?

    ilustrasi anak bermain di depan laptop (pexels.com/nicolabarts)
    ilustrasi anak bermain di depan laptop (pexels.com/nicolabarts)

    Gak ada usia mutlak untuk mulai mengenalkan musik kepada anak. Mengutip dari Parents, sekitar usia lima tahun bisa menjadi waktu yang cukup ideal untuk mulai mempertimbangkan les formal, sedangkan The New York Times mencatat metode Suzuki yang dikembangkan pendidik musik Jepang, Shinichi Suzuki, sudah mengenalkan instrumen berukuran kecil kepada anak sejak sekitar usia 2,5 tahun.

    Perbedaan ini menunjukkan bahwa kesiapan anak lebih penting daripada sekadar berpatokan pada usia. Dorothy Taubman, guru piano yang telah mengajar selama 50 tahun, menyarankan menunggu hingga usia tujuh atau delapan tahun karena anak yang lebih kecil dinilai belum siap menerima disiplin belajar.

    “Sebelum itu, mereka masih terlalu kecil untuk menerima disiplin,” ujar Dorothy Taubman, guru piano, dikutip dari The New York Times.

  2. 2. Tanda anak sudah siap belajar alat musik

    ilustrasi bernyanyi dan bermain musik (pexels.com/cottonbro)
    ilustrasi bernyanyi dan bermain musik (pexels.com/cottonbro)

    Salah satu tanda anak siap belajar alat musik adalah ketika mereka menunjukkan ketertarikan secara konsisten, misalnya sering meminta mencoba alat musik atau memperhatikan orang lain saat bermain musik. Minat tersebut bisa menjadi dorongan alami bagi anak untuk mengikuti proses belajar dan berlatih.

    Selain minat, perhatikan apakah anak sudah mampu mengikuti arahan sederhana, berkonsentrasi dalam waktu tertentu, serta menggunakan tangan dan jari untuk melakukan gerakan yang dibutuhkan. Anak juga gak harus langsung mahir, tetapi sebaiknya memiliki kemauan untuk mencoba dan menikmati proses belajar tanpa merasa dipaksa.

    Louise Behrend, direktur School for Strings, dikutip dari Newyork Times, menekankan pentingnya mengikuti kemauan anak dalam mengenalkan alat music. Jika anak belum menunjukkan minat atau justru terus menolak, orangtua bisa mengenalkan musik lewat kegiatan yang lebih santai sebelum memasukkannya ke les formal.

    “Jangan pernah membuat anak melakukan sesuatu yang tidak ingin dilakukannya,” ujar Louise Behrend.

  3. 3. Pilihan alat musik berdasarkan usia anak

    ilustrasi anak bermain xylophone
    ilustrasi anak bermain xylophone (pexels.com/karola-g)

    Jenis alat musik perlu disesuaikan dengan usia dan perkembangan fisik anak. Piano, keyboard, atau biola cocok untuk anak kecil, sedangkan alat musik tiup seperti trumpet membutuhkan kemampuan fisik yang lebih matang. Linda Lorenza dari Sydney Symphony Orchestra mengatakan gak ada usia terlalu muda untuk mengenal alat musik, selama instrumennya sesuai dengan kemampuan anak.

    “Anak berusia empat tahun gak akan bisa memainkan double bass, tetapi jika mereka tertarik pada suara atau warna bunyi alat musik gesek, mereka bisa mulai dengan biola kecil dan seiring pertumbuhan, mereka mungkin akhirnya ingin memainkan cello atau double bass,” ujar Linda Lorenza, Director of Learning and Engagement Sydney Symphony Orchestra, dikutip dari ABC News.

    Selain usia, pertimbangkan juga ketertarikan anak terhadap karakter suara dan cara memainkan alat musik tersebut. Anak yang senang menggunakan tangan bisa mencoba instrumen yang melatih koordinasi jari, sedangkan mereka yang tertarik pada ritme dapat diperkenalkan dengan alat musik perkusi sederhana.

  4. 4. Bagaimana jika anak belum menunjukkan minat?

    ilustrasi anak-anak bermain alat musik
    ilustrasi anak-anak bermain alat musik (pexels.com/cottonbro)

    Gak semua anak langsung tertarik ketika diperkenalkan pada alat musik, dan hal tersebut bukan berarti mereka terlambat belajar. Orangtua bisa mengenalkan musik melalui kegiatan sederhana seperti bernyanyi, mendengarkan lagu, menari, atau bermain alat musik tanpa target tertentu. Cara ini memberi anak kesempatan untuk mengeksplorasi musik sesuai rasa ingin tahunya.

    Hindari memaksa anak mengikuti les atau memilih instrumen tertentu hanya karena dianggap populer atau bergengsi. Biarkan mereka mencoba berbagai jenis suara dan aktivitas hingga menemukan sesuatu yang menarik perhatian. Ketika minat mulai muncul, barulah orangtua dapat mempertimbangkan les yang sesuai dengan usia dan karakter anak.

  5. 5. Tips agar belajar alat musik terasa menyenangkan

    ilustrasi anak perempuan bermain piano mainan
    ilustrasi anak perempuan bermain piano mainan (pexels.com/rdne)

    Belajar alat musik sebaiknya gak langsung dipenuhi tuntutan untuk menguasai teknik atau mencapai target tertentu. Sesuaikan durasi latihan dengan kemampuan konsentrasi anak dan berikan jeda ketika mereka mulai kehilangan fokus. Orangtua juga bisa membuat latihan lebih menarik dengan menggunakan lagu yang disukai anak.

    Selain berlatih, berikan kesempatan kepada anak untuk bereksperimen dengan bunyi dan memainkan alat musik dengan caranya sendiri. Pujilah usaha mereka, bukan hanya hasil atau kemampuan memainkan sebuah lagu dengan sempurna. Dengan begitu, anak dapat membangun pengalaman positif dan melihat musik sebagai aktivitas yang menyenangkan, bukan kewajiban.

    Demikianlah, waktu terbaik anak mulai les alat musik bergantung pada kesiapan dan minat masing-masing. Jadi, biarkan mereka menikmati prosesnya agar kecintaan terhadap musik tumbuh secara alami.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More