Membeli sesuatu setelah bekerja keras menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap diri sendiri. Namun, belakangan ini muncul istilah doom spending yang menggambarkan kebiasaan berbelanja secara berlebihan akibat rasa cemas hingga stres. Sekilas keduanya tampak mirip karena sama-sama melibatkan aktivitas membeli barang atau layanan.
Padahal, self reward dan doom spending memiliki perbedaan yang cukup mendasar, terutama dari sisi tujuan, cara mengambil keputusan, hingga dampaknya terhadap kondisi keuangan. Memahami perbedaannya dapat membantu kita lebih bijak dalam mengelola pengeluaran. Berikut empat cara membedakan self reward dan doom spending.
