“Refleksi diri yang aktif dapat membantu menumbuhkan pemahamanmu tentang siapa dirimu, nilai-nilai apa yang kamu yakini, dan mengapa kamu berpikir dan bertindak seperti itu,” kata Kristin Wilson, MA, LPC, CCTP, seorang psikolog dan konselor profesional berlisensi, dilansir Verywell Mind.
5 Cara Menerefleksikan Diri Agar Jadi Orang yang Lebih Baik, Mudah!

Secara singkat, refleksi diri merupakan bagian dari proses introspeksi diri. Hal tersebut mencakup kehadiran diri sendiri serta secara sadar memusatkan perhatian untuk memeriksa pikiran, perasaan, tindakan, dan motivasi.
Melakukan refleksi diri memiliki banyak manfaat. Tak hanya mampu mengurangi stres dan membuatmu lebih memahami diri sendiri, melainkan juga sebagai salah satu cara untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Lantas, bagaimana cara menerapkan refleksi diri dalam kehidupan sehari-hari? Yuk langsung simak ulasan artikel di bawah ini!
1.Diam dan dengarkan dirimu sejenak

Ketika sesuatu terjadi dalam hidup yang membuat kamu merasa sangat baik atau buruk, luangkanlah waktu untuk merenungkan apa yang terjadi. Dikutip Mind Body Green, Roseann Capanna Hodge, EdD, LPC, BCN, seorang konselor profesional berlisensi, mengatakan, bahwa berdiam diri dan mendengarkan diri sendiri adalah langkah pertama untuk menjadi sadar diri.
Meskipun bagi sebagian orang langkah tersebut mungkin merupakan langkah yang cukup sulit, namun dengan melakukannya, kamu bisa mengetahui apa yang dirasakan oleh tubuhmu. Jadi, cobalah untuk menghabiskan setidaknya lima menit setiap hari untuk fokus pada pikiran, pernapasan, dan sadari tubuh kamu.
“Mewaspadai apa yang terjadi pada saat ini dan dalam kehidupanmu sehari-hari juga dapat membantu kamu menjadi lebih membumi dan terhubung dengan orang lain,” tutur Capanna Hodge.
2.Menulis jurnal

Menulis jurnal adalah cara terbaik untuk menuangkan pikiran dan perasaan diri sendiri. Namun, perlu diketahui bahwa aktivitas tersebut juga bisa digunakan sebagai sarana efektif untuk berlatih refleksi diri.
Dilansir Verywell Mind, Sanjana Gupta, seorang penulis dan editor kesehatan, menyatakan, bahwa mencatat isi pikiran dan perasaan adalah media yang bagus untuk ekspresi diri. Kamu juga bisa melihat kembali pengalaman di masa lalu yang sudah kamu tulis ke dalam jurnal, membaca kembali cara kamu menangani berbagai hal di masa lalu, serta menilai hasilnya. Dengan begitu, kamu dapat menemukan perubahan apa saja yang terlihat seiring waktu.
3.Berlatih meditasi

Selain menulis jurnal, meditasi juga dapat menjadi sarana untuk menerapkan refleksi diri. Sebab, meditasi merupakan teknik relaksasi yang akan membantu kamu terhubung dengan pikiran dan perasaan, serta menjauhkan dirimu dari kebisingan akibat sering memikirkan masalah.
Dikutip Betterup, Elizabeth Perry, seorang penulis yang berlatar belakang psikologi, menyatakan, bahwa kamu dapat memfokuskan diri pada perasaanmu untuk menjernihkan dan menenangkan pikiran. Kemudian, kamu bisa mencatat pikiran dan kesan yang muncul di dalam dirimu.
Selama proses meditasi, kamu mungkin akan menemukan dan mengidentifikasikan perasaan lain yang perlu ditelusuri, misalnya perasaan cemas yang selama ini ternyata membuat hidupmu tidak tenang karena sulit untuk dihilangkan. Dengan bermeditasi, kamu bisa lebih sadar tentang apa yang dirasakan. Lewat metode ini juga, kamu dapat mengevaluasi setiap tindakan yang telah dilakukan, apakah membawa dampak positif atau tidak.
4.Bedakan antara kritik diri dan refleksi diri

Seperti yang dikatakan Wilson, menghabiskan waktu untuk refleksi diri dapat membantu membangun kesadaran diri yang lebih besar. Akan tetapi, kamu perlu hati-hati karena jika salah mempraktikkannya, hal ini bisa berbahaya bagi diri sendiri.
“Refleksi diri adalah praktik sehat yang penting untuk kesejahteraan mental. Namun, ini bisa menjadi berbahaya jika berubah menjadi kritik diri, penilaian diri sendiri, pembicaraan diri yang negatif, dan perbandingan dengan orang lain,” jelas Wilson.
Oleh karenanya, penting untuk membedakan antara kritik diri dan refleksi diri. Meskipun refleksi diri merupakan bentuk dari introspeksi diri, tetapi kamu tidak boleh hanya berfokus pada kekuranganmu saja.
Wilson mengatakan, penting untuk melatih rasa welas asih pada diri sendiri ketika pikiran dan perasaan cemas mucul saat melakukan refleksi diri. Alihkan semua hal-hal negatif menuju wawasan yang dapat mendorong hidup kamu menjadi lebih maju.
“Kita semua memiliki kesalahan dan masih ada ruang untuk memperbaikinya. Renungkan perilaku atau tindakan yang ingin kamu ubah dan ambil langkah untuk mewujudkannya,” tambah Wilson.
5.Praktikkan rasa syukur

Pada akhirnya, bersyukur merupakan metode yang wajib dilakukan oleh setiap orang yang ingin bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Mensyukuri apa yang sudah kamu miliki akan membantumu lebih mudah dalam mengikhlaskan hal-hal yang tidak kamu kehendaki.
Duduklah dengan tenang, lalu pikirkan apa yang kamu syukuri. Merinci hal-hal yang membuatmu bersyukur adalah cara terbaik untuk meningkatkan suasana hati dan memperbaiki pandanganmu terhadap sesuatu. Apabila dirasa sulit melakukannya, kamu bisa mulai dengan membuat tulisan tentang apa saja yang bikin kamu bahagia.
Menerapkan refleksi diri dengan cara yang tepat bisa membuka jalan bagimu untuk melihat berbagai hal penting pada setiap kondisi yang sudah kamu lalui. Kamu juga dapat berkaca pada setiap tindakan atau keputusan yang telah kamu ambil, memperbaikinya, dan mencegah hal tersebut agar tidak terulang kembali.