- Gimana cara kamu mengelola keuangan setiap bulannya?
- Setelah menikah, apakah kita tinggal bersama orangtua, menyewa tempat tinggal, atau membeli hunian pribadi?
- Gimana dengan kendaraan? Apakah cukup menggunakan transportasi umum atau harus membeli motor atau mobil?
- Siapa yang akan bekerja dan apakah ada keinginan mengejar jenjang karier di kantor atau justru ada rencana switch career?
- Siapa yang bertugas mengelola keuangan? Apakah si penanggung jawab harus membuat laporan keuangan rutin?
- Siapa yang harus berbelanja dan membayar tagihan?
5 Checklist Finansial sebelum Menikah, Harus Disiapkan Matang!

Gak bisa dimungkiri, keuangan menjadi salah satu aspek penting dalam pernikahan. Sebab, permasalahan keuangan dalam kehidupan berumah tangga sangatlah kompleks. Untuk itu, manajemen finansial yang baik dibutuhkan agar bisa memberikan fondasi untuk memperkuat hubungan saat badai menghadang.
Karenanya hal ini harus dipersiapkan secara matang, bahkan jauh sebelum seseorang memutuskan untuk menikah. Bagi kamu yang sudah menemukan tambatan hati, pastikan checklist keuangan ini sudah terpenuhi sebelum melangkah ke jenjang yang lebih serius.
1. Cek kesehatan keuangan kamu dan pasangan

Selain mengetahui kesehatan fisik satu sama lain, mengecek kesehatan finansial juga sama pentingnya dan wajib dilakukan sebelum menikah. Tujuannya tak lain untuk melihat apakah kondisi keuanganmu tergolong sehat dan sudah siap untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga nantinya.
Sebagai langkah awal, kamu bisa memperhatikan rasio utang terhadap pendapatan, jumlah dana darurat, dan tabungan. Idealnya, rasio utang tidak melebihi 35 persen pendapatan. Sementara itu untuk dana darurat, sebaiknya sudah mencapai minimal 12 kali pengeluaran. Setelah menikah, jumlah ini kemungkinan bertambah seiring peningkatan pengeluaran.
2. Diskusi soal keuangan dengan pasangan

Keuangan kerap menjadi topik pembicaraan tabu dalam hubungan. Terlebih topik ini cukup sensitif bagi sebagian orang sehingga mereka merasa tidak bebas untuk membahasnya. Padahal transparansi dan diskusi soal keuangan sangatlah diperlukan, terutama sebelum menikah.
Bukan tanpa alasan, selain bertujuan mengetahui kondisi keuangan satu sama lain, kamu dan pasangan juga perlu memiliki rencana keuangan yang matang ke depannya. Bahaslah hal-hal seperti berikut:
3. Persiapan biaya pernikahan

Hampir semua orang memiliki dream wedding. Namun tentunya dibutuhkan uang untuk mewujudkannya. Untuk itu, diskusikanlah dengan pasangan tentang pernikahan impian satu sama lain. Apakah ingin sederhana dengan nikah di KUA dan makan-makan dengan keluarga atau mengadakan resepsi dan mengundang semua kenalan?
Mengapa ini penting? Konsep pernikahan impian menentukan jumlah budget yang harus dipersiapkan. Semakin sederhana konsepnya, semakin kecil pula uang yang perlu disisihkan. Begitu pun sebaliknya. Oleh karena itu, pastikan menggunakan konsep nikah sesuai kemampuan.
Selain konsep, kamu dan pasangan juga perlu berdiskusi pembagian tanggung jawab dalam membiayai pernikahan. Apakah biayanya ditangani kalian berdua sepenuhnya atau akan melibatkan orangtua dalam hal ini?
Jika ditanggung sepenuhnya oleh kamu dan pasangan, maka coba lakukan riset budget menikah sesuai konsep pernikahan impian untuk memberikan gambaran kasar soal berapa banyak uang yang harus dipersiapkan. Diskusikan juga sistemnya bagaimana, apakah menabung bersama dari nol atau menyiapkan uang sesuai persentase yang ditetapkan.
4. Perjanjian pranikah

Persiapan selanjutnya yang gak kalah penting ialah pembuatan perjanjian pranikah. Ini merupakan perjanjian yang dibuat menjelang pernikahan. Tentunya ini gak bersifat wajib, perjanjian ini dibuat berdasarkan kesepakatan satu sama lain.
Perjanjian pranikah biasanya memuat pemisahan harta, pemisahan utang, pembagian hak asuh anak saat terjadi perceraian, hak dan kewajiban selama pernikahan, dan kesepakatan lain yang perlu dituliskan. Tujuannya tak lain untuk melindungi satu sama lain jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
5. Persiapan kehidupan pernikahan

Gak sedikit calon pasangan suami istri hanya fokus menyiapkan resepsi pernikahan yang biasanya digelar satu hari. Budget besar digelontorkan tanpa tanggung-tanggung. Bahkan, banyak yang memaksakan diri hingga memilih berutang demi mewujudkan pernikahan impian.
Padahal, kehidupan rumah tangga yang sesungguhnya memerlukan biaya jauh lebih besar. Hal ini juga perlu persiapan matang. Oleh karena itu, alih-alih memfokuskan budget hanya untuk resepsi pernikahan, sebaiknya kamu mengalokasikan budget yang lebih besar untuk kebutuhan rumah tangga.
Pernikahan memerlukan modal yang gak sedikit. Bukan hanya untuk membiaya resepsi yang digelar sehari, tetapi untuk membiayai kehidupan rumah tangga setelahnya. Oleh sebab itu, pastikan checklist di atas sudah dipersiapkan dengan matang agar kamu dan pasangan mampu menghadapi segala drama finansial dalam rumah tangga ke depannya.