Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kebiasaan yang Membantu Mengurangi Brain Fog, Pikiran lebih Segar!

5 Kebiasaan yang Membantu Mengurangi Brain Fog, Pikiran lebih Segar!
Ilustrasi peregangan (magnific.com/jcomp)
Intinya Sih
  • Brain fog adalah kondisi ketika pikiran terasa kabur dan sulit fokus, dipengaruhi oleh faktor seperti kurang tidur, stres, kelelahan, pola makan buruk, atau dehidrasi.
  • Lima kebiasaan yang membantu mengurangi brain fog meliputi tidur teratur, rutin bergerak, menghindari distraksi digital, menjaga asupan cairan dan nutrisi, serta memberi jeda dari layar.
  • Menerapkan kebiasaan sehat secara konsisten dapat menjaga fungsi kognitif tetap optimal dan membuat pikiran lebih segar dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah merasa sulit berkonsentrasi, mudah lupa, atau berpikir terasa lebih lambat dari biasanya? Kondisi ini sering disebut sebagai brain fog. Meski bukan diagnosis medis, istilah brain fog digunakan untuk menggambarkan sekumpulan gejala yang membuat pikiran terasa kurang jernih sehingga aktivitas sehari-hari, seperti bekerja, belajar, atau mengambil keputusan, menjadi lebih menantang.

Brain fog dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kurang tidur, stres, kelelahan, pola makan yang kurang seimbang, dehidrasi, atau terlalu banyak menerima informasi dalam waktu singkat. Karena penyebabnya beragam, cara mengatasinya juga perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Membangun kebiasaan yang mendukung kesehatan fisik dan mental dapat menjadi langkah awal untuk membantu menjaga fungsi kognitif.

Kalau brain fog yang kamu rasakan gak berkaitan dengan kondisi medis tertentu, beberapa kebiasaan sederhana berikut dapat membantu menjaga pikiran tetap lebih fokus dan jernih dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

1. Tidur dengan jadwal yang lebih konsisten

Seorang wanita tidur nyenyak di atas tempat tidur dengan selimut putih dan bantal, tampak tenang dan nyaman di kamar tidur.
Ilustrasi tidur (pexels.com/Hanna Pad)

Tidur yang cukup dan berkualitas membantu otak memulihkan diri setelah beraktivitas seharian. Selama tidur, otak menjalankan berbagai proses penting yang mendukung daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan berpikir. Sebaliknya, jadwal tidur yang sering berubah atau waktu istirahat yang kurang dapat membuatmu lebih sulit fokus pada keesokan harinya.

Usahakan tidur dan bangun pada jam yang relatif sama setiap hari agar ritme sirkadian tetap terjaga. Pola tidur yang lebih teratur membantu tubuh mengenali waktu untuk beristirahat dan kembali beraktivitas sehingga kualitas tidur pun cenderung lebih baik.

Ketika kebutuhan tidur terpenuhi, tubuh akan terasa lebih segar dan pikiran lebih jernih saat menjalani aktivitas sehari-hari. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu meningkatkan konsentrasi, menjaga energi, dan mendukung fungsi kognitif secara keseluruhan.

2. Bergerak secara rutin di sela-sela aktivitas

Seorang wanita berjalan di dalam ruangan bergaya minimalis dengan dinding putih, membawa map merah muda di tangannya.
Ilustrasi berjalan (magnific.com/freepik)

Duduk terlalu lama dapat membuat tubuh terasa kaku dan pikiran ikut lelah, terutama jika sebagian besar waktumu dihabiskan di depan komputer atau layar. Kurangnya gerakan juga dapat membuat konsentrasi perlahan menurun sehingga pekerjaan terasa semakin berat.

Karena itu, cobalah menyisipkan aktivitas fisik ringan di sela-sela rutinitas. Kamu bisa berjalan kaki selama beberapa menit, melakukan peregangan, atau naik turun tangga saat memiliki waktu luang. Gerakan sederhana seperti ini membantu melancarkan sirkulasi, membuat tubuh terasa lebih segar, sekaligus menjadi jeda dari pekerjaan yang membutuhkan fokus tinggi.

Meluangkan waktu untuk bergerak juga dapat mengurangi rasa jenuh setelah terlalu lama melakukan aktivitas yang sama. Setelah tubuh kembali terasa lebih rileks, biasanya kamu akan lebih mudah berkonsentrasi dan melanjutkan pekerjaan dengan energi yang lebih baik.

3. Kurangi distraksi saat mengerjakan sesuatu

Seorang perempuan berkacamata bekerja dengan fokus di depan laptop di meja kantor modern dengan cahaya alami dari jendela atap.
Ilustrasi fokus satu hal (pexels.com/Thirdman)

Terlalu sering berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain atau terus-menerus memeriksa notifikasi dapat membuat otak bekerja lebih keras untuk mempertahankan fokus. Setiap kali perhatian teralihkan, otak memerlukan waktu untuk kembali berkonsentrasi sehingga kamu bisa lebih cepat merasa lelah secara mental.

Cobalah mengerjakan satu tugas dalam satu waktu dan menonaktifkan notifikasi yang gak benar-benar mendesak saat sedang bekerja atau belajar. Kamu juga bisa menentukan waktu tertentu untuk memeriksa pesan atau media sosial agar perhatian gak terus-menerus terpecah.

Semakin sedikit gangguan yang muncul, semakin mudah kamu mempertahankan konsentrasi dan menyelesaikan pekerjaan dengan lebih efektif. Kebiasaan sederhana ini juga membantu mengurangi beban mental akibat terlalu sering berganti fokus.

4. Penuhi kebutuhan cairan dan makan secara teratur

Seorang wanita duduk di dekat jendela besar sambil memegang laptop dan minum segelas air di bawah sinar matahari.
Ilustrasi minum air (freepik.com/ pvproductions)

Tubuh dan otak membutuhkan asupan cairan serta nutrisi yang cukup agar dapat bekerja secara optimal. Ketika kebutuhan tersebut gak terpenuhi, tubuh bisa terasa lebih cepat lelah dan kemampuan berkonsentrasi pun ikut menurun. Karena itu, menjaga pola makan dan asupan cairan menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung fungsi kognitif.

Biasakan minum air putih secara cukup sepanjang hari dan usahakan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta buah dan sayur membantu memenuhi kebutuhan energi sekaligus mendukung kerja otak selama beraktivitas.

Pola makan yang teratur juga membantu menjaga stamina dan membuat tubuh memiliki energi yang lebih stabil sepanjang hari. Dengan begitu, kamu akan lebih mudah mempertahankan fokus dan menjalani aktivitas tanpa cepat merasa lelah.

5. Luangkan waktu untuk beristirahat dari layar

Seorang wanita duduk bersandar di kursi sambil menarik napas dalam di meja kerja dengan buku terbuka dan cangkir di depannya.
Ilustrasi ambil napas (pexels.com/www.kaboompics.com)

Paparan layar dalam waktu lama dapat membuat mata dan pikiran terasa lelah, terutama jika sebagian besar aktivitasmu dilakukan menggunakan komputer, laptop, atau ponsel. Karena itu, penting untuk memberikan jeda secara berkala agar tubuh dan otak memiliki kesempatan untuk beristirahat.

Kamu bisa mengalihkan pandangan ke luar jendela, berdiri dan berjalan sebentar, atau melakukan aktivitas tanpa layar selama beberapa menit. Istirahat singkat seperti ini membantu mengurangi kelelahan mental sekaligus membuat perhatian gak terus-menerus terfokus pada satu hal. Setelah beristirahat, biasanya kamu akan lebih siap kembali berkonsentrasi pada pekerjaan yang sedang dilakukan.

Brain fog dapat muncul sesekali, terutama saat tubuh atau pikiran sedang kelelahan. Membangun kebiasaan yang mendukung kualitas tidur, menjaga pola makan, mengurangi distraksi, dan memberi waktu untuk beristirahat dapat membantu menjaga fungsi kognitif tetap optimal. Namun, jika brain fog berlangsung dalam waktu lama, sering mengganggu aktivitas sehari-hari, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya. Menjaga pikiran tetap jernih merupakan proses yang dibangun dari kebiasaan sehari-hari. Langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu kamu menjalani aktivitas dengan fokus, energi, dan konsentrasi yang lebih baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More