Mengirim chat memang terlihat sederhana, tetapi bagi sebagian orang bisa menjadi pemicu overthinking yang cukup melelahkan. Mereka mulai memikirkan apakah kata-kata yang ditulis sudah tepat, apakah emotikon yang dipakai sesuai, atau apakah lawan bicara akan salah paham dengan maksudnya. Dalam kerangka kepribadian MBTI, ada tipe-tipe tertentu yang memang lebih rentan mengalami hal ini karena sifat dasar mereka yang introspektif, sensitif, dan penuh pertimbangan.
Lebih jauh, fenomena overthinking setelah mengirim chat ini sering dialami oleh anak muda, khususnya Gen Z, yang terbiasa berkomunikasi lewat pesan digital. Nongkrong di kafe atau main bareng teman pun bisa terasa berbeda ketika pikiran mereka masih sibuk memikirkan balasan chat yang belum datang. Jadi, mari kita bahas lima tipe MBTI yang paling sering mendadak overthinking setelah mengirim chat, agar kita bisa lebih memahami dinamika kepribadian mereka!
