Hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ada kalanya kita kehilangan arah, menghadapi kegagalan, atau mempertanyakan makna dari semua usaha yang telah dilakukan. Perasaan seperti ini sering disebut sebagai bentuk absurditas hidup, yaitu ketika manusia berusaha mencari makna di tengah dunia yang penuh ketidakpastian dan tidak selalu memberikan jawaban yang diharapkan.
Meski istilah absurditas banyak dibahas dalam filsafat, tema ini sebenarnya telah lama hadir dalam sastra Indonesia, khususnya melalui puisi-puisi klasik. Para penyair Indonesia mampu mengolah kegelisahan, kehilangan, harapan, hingga penerimaan menjadi rangkaian kata yang tetap relevan dibaca hingga kini. Alih-alih menawarkan solusi instan, puisi-puisi tersebut mengajak pembaca berdamai dengan kenyataan bahwa hidup memang tidak selalu dapat dipahami sepenuhnya.
