5 Prinsip Lagom yang Bisa Diterapkan dalam Kehidupan Sehari-hari

- Lagom, filosofi Swedia tentang hidup secukupnya, mengajak orang menyeimbangkan pekerjaan, keuangan, relasi, dan waktu pribadi dengan memilih hal yang benar-benar bermanfaat serta sesuai kebutuhan.
- Penerapannya mencakup belanja berdasarkan kebutuhan, menjaga jeda antara kerja dan istirahat, serta menikmati momen sederhana untuk mengurangi konsumtif, kelelahan, dan dorongan mengejar kesenangan berlebihan.
- Prinsip ini juga mendorong penggunaan air, listrik, makanan, dan barang secara bijak, sekaligus membatasi kesibukan sesuai kapasitas melalui kebiasaan kecil yang konsisten.
Di tengah gaya hidup yang sering mendorong seseorang untuk terus mengejar lebih banyak, muncul konsep hidup dari Swedia yang dikenal sebagai lagom. Secara sederhana, lagom berarti "secukupnya" atau "tidak berlebihan". Filosofi ini mengajak seseorang untuk menemukan keseimbangan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pekerjaan, keuangan, hubungan sosial, hingga waktu untuk diri sendiri. Alih-alih mengejar sesuatu secara berlebihan, lagom menekankan pentingnya memilih apa yang benar-benar memberikan manfaat dan sesuai dengan kebutuhan.
Menerapkan lagom bukan berarti hidup dengan serba kekurangan atau membatasi diri secara berlebihan. Sebaliknya, prinsip ini membantu kamu menentukan apa yang benar-benar dibutuhkan sehingga hidup terasa lebih tenang, seimbang, dan berkelanjutan. Dengan memahami batas antara kebutuhan dan keinginan, kamu juga akan lebih mudah membuat keputusan yang selaras dengan nilai dan prioritas dalam hidup.
Filosofi lagom dapat diterapkan melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari mengatur waktu kerja dan istirahat dengan lebih seimbang, menggunakan sumber daya secara bijak, membeli barang sesuai kebutuhan, hingga meluangkan waktu menikmati momen-momen kecil yang sering terlewat. Perubahan tersebut gak harus dilakukan sekaligus. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten sudah cukup untuk membantu menciptakan kehidupan yang terasa lebih seimbang dan bermakna. Kalau ingin mulai mengenal gaya hidup lagom, berikut lima prinsip yang bisa diterapkan dalam keseharian.
1. Mengutamakan kebutuhan daripada keinginan

Prinsip lagom mengajarkan untuk membeli atau memiliki sesuatu sesuai kebutuhan. Filosofi ini gak melarangmu menikmati hasil kerja keras atau membeli barang yang diinginkan, tetapi mengajakmu lebih sadar sebelum mengambil keputusan. Dengan mempertimbangkan kebutuhan secara matang, kamu dapat menghindari kebiasaan konsumtif yang sering dipicu oleh tren atau keinginan sesaat.
Sebelum membeli barang baru, cobalah bertanya pada diri sendiri apakah barang tersebut memang diperlukan atau hanya keinginan sesaat. Kamu juga bisa mempertimbangkan apakah barang serupa sudah dimiliki, seberapa sering akan digunakan, dan apakah pembelian tersebut benar-benar memberikan manfaat dalam jangka panjang. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi pembelian impulsif sekaligus membuat keputusan belanja terasa lebih bijak.
Selain membantu menghemat pengeluaran, kebiasaan membeli sesuai kebutuhan juga membuatmu lebih menghargai barang yang sudah dimiliki. Rumah pun terasa lebih rapi karena gak dipenuhi barang yang jarang digunakan. Pada akhirnya, memenuhi kebutuhan secara bijak bukan berarti membatasi diri secara berlebihan, melainkan memastikan setiap barang yang dimiliki benar-benar memberikan nilai dan manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
2. Menjaga keseimbangan antara bekerja dan beristirahat

Bekerja keras memang penting, tetapi tubuh dan pikiran juga membutuhkan waktu untuk memulihkan energi. Dalam filosofi lagom, produktivitas berjalan berdampingan dengan waktu istirahat yang cukup. Terus-menerus bekerja tanpa jeda mungkin membuatmu terlihat sibuk, tetapi dalam jangka panjang kebiasaan tersebut dapat menurunkan konsentrasi, menguras energi, dan membuat pekerjaan terasa kurang optimal.
Kamu bisa menyisipkan jeda di sela pekerjaan, mengakhiri pekerjaan sesuai jam yang telah ditentukan jika memungkinkan, serta meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang disukai. Istirahat gak selalu harus dilakukan dalam waktu yang lama. Berjalan sejenak, melakukan peregangan, menikmati minuman hangat, atau sekadar mengalihkan pandangan dari layar selama beberapa menit juga dapat membantu menyegarkan pikiran sebelum kembali bekerja.
Keseimbangan seperti ini membantu menjaga energi sekaligus mengurangi risiko kelelahan. Saat tubuh dan pikiran memiliki waktu yang cukup untuk pulih, kamu akan lebih mudah berkonsentrasi, mengambil keputusan, dan menikmati aktivitas sehari-hari. Pada akhirnya, lagom mengajarkan bahwa hidup yang seimbang bukan tentang bekerja lebih sedikit, melainkan mengetahui kapan waktunya bekerja dengan fokus dan kapan waktunya memberi ruang bagi diri sendiri untuk beristirahat.
3. Menikmati hal-hal sederhana

Lagom mengajakmu untuk menemukan kebahagiaan dari momen-momen kecil dalam kehidupan sehari-hari. Filosofi ini mengingatkan bahwa rasa puas gak selalu berasal dari pencapaian besar atau barang yang mahal. Justru, ketenangan sering muncul ketika kamu mampu menikmati hal-hal sederhana yang selama ini mudah terlewat di tengah kesibukan.
Misalnya menikmati secangkir teh atau kopi, berjalan santai di sore hari, membaca buku, merawat tanaman, atau menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat tanpa gangguan ponsel. Aktivitas sederhana seperti ini memberikan kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat sejenak dari rutinitas yang padat. Kamu juga akan lebih mudah hadir sepenuhnya pada momen yang sedang dijalani daripada terus memikirkan hal berikutnya.
Kebiasaan ini membantu mengurangi dorongan untuk terus mencari kesenangan dari hal-hal yang besar atau mahal. Semakin sering kamu menghargai momen sederhana, semakin mudah merasakan kepuasan dalam keseharian. Pada akhirnya, salah satu makna lagom adalah menyadari bahwa hidup yang terasa cukup sering dibangun dari kebiasaan kecil yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan rasa syukur.
4. Menggunakan sumber daya secara bijak

Prinsip lagom juga berkaitan dengan penggunaan sumber daya yang lebih bertanggung jawab. Filosofi ini mengajarkan bahwa menggunakan sesuatu secukupnya bukan hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi lingkungan. Dengan mengurangi kebiasaan yang berlebihan, kamu dapat menciptakan gaya hidup yang lebih sederhana tanpa harus mengorbankan kenyamanan.
Kamu bisa mulai dari kebiasaan sederhana, seperti menghemat listrik dan air, mengurangi makanan yang terbuang, membawa botol minum atau tas belanja sendiri, serta memanfaatkan barang hingga masa pakainya selesai. Kebiasaan-kebiasaan kecil ini mungkin terlihat sepele, tetapi jika dilakukan secara konsisten dapat membantu mengurangi pemborosan sekaligus membuatmu lebih bijak dalam menggunakan berbagai sumber daya.
Dengan menggunakan sumber daya secara bijak, kamu ikut memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus membangun kebiasaan hidup yang lebih berkelanjutan. Seiring waktu, kamu juga akan lebih terbiasa mempertimbangkan kebutuhan sebelum mengonsumsi atau membeli sesuatu. Inilah salah satu nilai penting dari lagom, yaitu menciptakan keseimbangan antara memenuhi kebutuhan pribadi dan menjaga keberlanjutan untuk masa depan.
5. Menghindari kesibukan yang berlebihan

Jadwal yang penuh belum tentu membuat hidup terasa lebih bermakna. Filosofi lagom mengingatkan bahwa memiliki waktu luang juga merupakan bagian penting dari keseimbangan hidup. Terus-menerus mengisi hari dengan berbagai aktivitas tanpa memberi ruang untuk beristirahat justru dapat membuat tubuh dan pikiran lebih mudah lelah. Karena itu, menyisakan waktu untuk diri sendiri bukanlah bentuk kemalasan, melainkan bagian dari menjaga kualitas hidup.
Cobalah mengevaluasi aktivitas yang benar-benar menjadi prioritas dan berani menolak komitmen yang memang di luar kapasitasmu. Dengan begitu, kamu memiliki ruang untuk beristirahat, menikmati hobi, atau menghabiskan waktu bersama diri sendiri maupun orang-orang terdekat. Saat jadwal terasa lebih seimbang, kamu juga akan lebih mudah menjalani setiap aktivitas dengan fokus dan energi yang lebih baik.
Menerapkan prinsip lagom gak mengharuskanmu mengubah seluruh gaya hidup dalam waktu singkat. Kamu bisa memulainya dari kebiasaan kecil yang paling sesuai dengan kondisi saat ini, lalu melakukannya secara konsisten. Misalnya, membeli barang sesuai kebutuhan, mengurangi aktivitas yang kurang penting, atau menyediakan waktu khusus untuk beristirahat tanpa merasa bersalah. Perubahan sederhana seperti ini dapat membantu membangun keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan utama dari lagom adalah membantu menciptakan kehidupan yang terasa cukup, seimbang, dan lebih sadar terhadap apa yang benar-benar penting. Dengan begitu, kamu gak mudah terjebak dalam pola hidup yang serba berlebihan atau merasa harus terus mengejar lebih banyak. Pada akhirnya, hidup yang baik bukan selalu tentang memiliki lebih banyak. Terkadang, mengetahui kapan sesuatu sudah cukup justru menjadi kunci untuk menjalani hidup dengan lebih tenang, lebih bersyukur, dan lebih bermakna.















![[QUIZ] Dari Kebiasaan Weekend, Ini Tingkat Kecemasan Kamu Sehari-hari](https://image.idntimes.com/post/20260705/pexels-mart-production-7699457_a9b10b97-5d5d-4dfd-8b89-60d094445c8e.jpg)



![[QUIZ] Pilih Situasi yang Bikin Sedih, Ini Sikap Anehmu di Mata Orang](https://image.idntimes.com/post/20250531/screenshot-2025-05-31-184739-729cf6c4f291ffce1d7960e8c2669322-4878e85f6a2c879ef906fcd3dd6934bd.png)
