Belakangan ini, konten journal with me semakin populer ditemui di media sosial. Video yang memperlihatkan seseorang menulis jurnal, menghias halaman, atau menata perlengkapan journaling menjadi bagian dari tren yang ikut memperkenalkan kembali aktivitas menulis di atas kertas kepada kalangan anak muda.
Kenapa Journaling Kembali Populer di Tengah Kemajuan Teknologi?

- Tren journal with me di media sosial memperkenalkan kembali journaling kepada anak muda, meski aktivitas ini menawarkan jeda offline dari notifikasi, informasi, dan paparan layar.
- Journaling menjadi ruang pribadi untuk menulis pikiran atau emosi, melakukan refleksi, serta menenangkan diri; penelitian expressive writing mencatat manfaatnya dalam mengelola risiko burnout pada tenaga medis.
- Menulis tangan memberi pengalaman lebih lambat dan personal, dengan penelitian 2024 menunjukkan konektivitas otak lebih luas daripada mengetik; bentuk jurnal yang fleksibel membuatnya mudah disesuaikan kebutuhan.
Terlihat, kegiatan seperti journaling kembali menjadi tren saat ini. Padahal, kemajuan teknologi semakin memudahkan kita ketika menulis, seperti mengetik menggunakan komputer, laptop, maupun smartphone. Kita juga tidak perlu membawa buku dan pena untuk mencatat sesuatu karena semuanya dapat dilakukan melalui perangkat digital. Lantas, apa yang sebenarnya dicari orang ketika kembali memilih kertas dan pena di tengah kemajuan teknologi? Berikut alasan journaling kembali populer di tengah kemajuan teknologi.
1. Mencari jeda dari kehidupan yang serba digital

ilustrasi menulis jurnal (pexels.com/MART PRODUCTION) Smartphone membuat kita dapat menerima informasi dalam hitungan detik. Pesan, email, media sosial, pekerjaan, hingga hiburan semuanya hadir melalui perangkat yang sama. Kemudahan tersebut memang membantu, tetapi pada saat yang sama membuat seseorang semakin sering berhadapan dengan layar.
Journaling menawarkan aktivitas yang berbeda karena prosesnya berlangsung lebih lambat dan tidak bergantung pada notifikasi atau koneksi internet. Menulis beberapa kalimat di buku dapat menjadi momen untuk berhenti sejenak dari berbagai informasi yang masuk setiap hari. Karena itu, journaling dapat dipandang sebagai salah satu bentuk aktivitas analog yang kembali dicari ketika kehidupan sehari-hari semakin terhubung dengan teknologi.
2. Sebagai ruang untuk menenangkan pikiran

ilustrasi menenangkan pikiran dengan journaling (pexels.com/Miriam Alonso) Salah satu alasan orang melakukan journaling adalah untuk menuliskan apa yang sedang mereka pikirkan atau rasakan.Aktivitas ini memiliki kaitan dengan expressive writing, yaitu kegiatan menulis mengenai pengalaman dan emosi pribadi.
Menurut penelitian Expressive Writing: A Tool to Help Health Workers. Research Project on the Benefits of Expressive Writing (2017) menulis bahwa pengalaman yang melibatkan emosi dapat membantu tenaga kesehatan melakukan refleksi dan menjadi salah satu strategi untuk mencegah serta mengelola dampak compassion fatigue. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa tenaga medis yang menulis secara ekspresif dapat mengurangi risiko burnout.
Menulis jurnal pribadi juga tidak harus berisi tulisan yang rapi atau memiliki struktur tertentu. Beberapa orang cukup menuliskan apa yang sedang mengganggu pikirannya, membuat daftar hal yang disyukuri, atau mencatat apa yang terjadi sepanjang hari. Pada akhirnya, journaling dapat menjadi ruang pribadi untuk menenangkan pikiran sekaligus melakukan refleksi diri.
3. Merasakan pengalaman yang berbeda saat menulis dengan tangan

ilustrasi menulis tangan saat journaling (pexels.com/Miriam Alonso) Kembalinya journaling juga tidak bisa dilepaskan dari pengalaman menulis dengan tangan. Ketika mengetik, seseorang dapat menuliskan banyak kata dalam waktu relatif cepat. Sementara itu, menulis dengan tangan cenderung membuat proses pencatatan menjadi lebih lambat karena setiap huruf harus dibentuk secara manual.
Penelitian "Handwriting but not typewriting leads to widespread brain connectivity: a high-density EEG study with implications for the classroom" (2024) menunjukkan bahwa menulis dengan tangan menghasilkan pola konektivitas otak yang lebih luas dibandingkan dengan mengetik. Hasil penelitian tersebut mengaitkan pola pada proses yang berhubungan dengan pembelajaran dan pembentukan memori.
Oleh karena itu, menulis dengan tangan dapat memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan mengetik pada perangkat elektronik. Prosesnya yang lebih lambat membuat seseorang dapat lebih memperhatikan setiap kata yang ditulis. Dalam journaling, pengalaman tersebut juga dapat membuat tulisan di atas kertas terasa lebih personal dan dekat dengan emosi yang sedang dirasakan.
4. Journaling berkembang menjadi beberapa macam bentuk

ilustrasi macam-macam bentuk jurnal (pexels.com/cottonbro studio) Journaling kini tidak selalu berarti menulis panjang tentang perasaan atau kejadian sehari-hari saja. Tahukah kamu bahwa journaling memiliki beberapa bentuk? Ada bullet journal yang digunakan untuk mengatur aktivitas dan tujuan, gratitude journal untuk mencatat hal-hal yang disyukuri, reading journal untuk mencatat buku yang telah dibaca, hingga travel journal untuk mendokumentasikan saat kamu dalam perjalanan liburan.
Perkembangan tersebut membuat journaling lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang. Misalnya, ada seseorang yang tidak nyaman menulis curahan hati berlembar-lembar, tetap bisa melakukan journaling dengan mencatat tiga hal yang ingin dicapai hari itu.
Ada pula yang menggunakannya untuk mencatat kutipan dari buku, membuat ilustrasi, atau sekadar menempelkan foto dan tiket perjalanan. Dengan kata lain, journaling tidak memiliki satu aturan baku. Justru fleksibilitas inilah yang membuatnya tetap relevan.
5. Dikenalkan melalui media sosial, tetapi dilakukan di dunia nyata

ilustrasi media sosial (pexels.com/Bastian Riccardi) Ada sebuah paradoks menarik di balik tren journaling ini. Mengapa aktivitas yang digunakan untuk menjauh sejenak dari dunia digital justru semakin dikenal melalui media sosial? Apakah journaling hanya sekadar tren di media sosial atau justru bisa menjadi kebiasaan yang dipraktikkan di dunia nyata?
Mungkin sebagian orang mengira bahwa kembalinya aktivitas journaling hanya sebatas popularitas sementara. Padahal, media sosial juga dapat berperan sebagai sarana untuk mengenalkan journaling kepada lebih banyak orang, termasuk sebagai aktivitas yang bisa dilakukan untuk beristirahat sejenak dari media sosial.
Konten seperti journal with me, rekomendasi alat tulis, hingga berbagai inspirasi menghias jurnal membuat orang yang sebelumnya tidak mengenal journaling menjadi tertarik untuk mencobanya. Setelah itu, aktivitas tersebut tidak lagi berhenti pada konten yang ditonton di layar, tetapi dapat dilakukan secara langsung dengan buku dan pena.
Pada akhirnya, media sosial justru menjadi pintu masuk bagi sebagian orang untuk melakukan aktivitas yang tidak selalu membutuhkan media sosial. Di tengah kehidupan yang semakin digital, journaling menunjukkan bahwa sebuah tren yang lahir atau berkembang di ruang digital tetap dapat mendorong seseorang untuk kembali melakukan aktivitas secara offline.
6. Mungkin yang dicari bukan kertasnya, tetapi ruang untuk istirahat sejanak

ilustrasi journaling (pexels.com/Letícia Alvares) Kembalinya journaling menunjukkan bahwa kemajuan teknologi tidak selalu membuat aktivitas analog kehilangan relevansinya. Justru ketika kehidupan semakin cepat dan dipenuhi berbagai informasi, aktivitas sederhana yang berjalan lebih lambat bisa kembali terasa berharga. Menulis di atas kertas memberikan kesempatan untuk istirahat, berpikir, dan memperhatikan apa yang sedang dirasakan.
Journaling kembali populer di tengah kemajuan teknologi karena yang dicari seseorang bukanlah sekadar buku kosong dan pena. Melainkan mencari ruang pribadi untuk berpikir tanpa notifikasi, tanpa algoritma, dan tanpa tuntutan untuk membagikannya kepada siapa pun. Kalau kamu, mau join tren journaling ini juga?










![[QUIZ] Apakah Kamu Termasuk Orang yang Tone-Deaf?](https://image.idntimes.com/post/20240627/pexels-olly-3808012-0b6997c8ae2ba547b4f3e41dce3440bf.jpg)











