Belakangan ini, istilah bed rotting semakin populer di media sosial, terutama di kalangan Gen Z. Istilah ini merujuk pada kebiasaan menghabiskan waktu berjam-jam di tempat tidur sambil bermain ponsel, menonton serial, scrolling media sosial, atau sekadar tidak melakukan apa pun sebagai cara untuk beristirahat dari kesibukan dan tekanan sehari-hari. Bagi sebagian orang, bed rotting dianggap sebagai bentuk self-care yang membantu memulihkan energi setelah menjalani aktivitas yang melelahkan.
Pada dasarnya, meluangkan waktu untuk beristirahat memang merupakan hal yang penting. Tubuh dan pikiran membutuhkan jeda agar dapat kembali berfungsi secara optimal setelah menghadapi berbagai tuntutan pekerjaan, pendidikan, maupun kehidupan pribadi. Karena itu, sesekali menghabiskan waktu untuk bersantai di tempat tidur bukanlah sesuatu yang perlu dipermasalahkan.
Namun, jika dilakukan terlalu sering atau berlangsung dalam durasi yang berlebihan, bed rotting justru dapat memberikan dampak yang kurang baik. Kebiasaan ini berisiko membuat produktivitas menurun, rutinitas sehari-hari terganggu, dan seseorang menjadi semakin sulit memulai aktivitas. Bahkan, alih-alih merasa segar setelah beristirahat, tidak sedikit orang yang justru merasa lebih lesu atau kehilangan motivasi. Berikut beberapa tanda bahwa kamu mungkin terlalu sering melakukan bed rotting.
