Ilustrasi terasa tidak nyaman (pexels.com/ Artem Podrez)
Saat mengunggah sesuatu, menyampaikan pendapat, atau menunjukkan hasil kerja, kamu berharap mendapat pujian, apresiasi, atau respons positif dari orang lain. Harapan seperti ini sebenarnya wajar karena setiap orang senang ketika usaha yang dilakukan mendapat perhatian dan penghargaan.
Namun, ketika kebahagiaan terlalu bergantung pada respons tersebut, suasana hati bisa menjadi mudah terpengaruh. Saat jumlah like tidak sesuai harapan, unggahan sepi respons, atau hasil kerja tidak mendapat apresiasi yang diharapkan, perasaan kecewa bisa muncul lebih besar dari seharusnya.
Akibatnya, kamu mulai mempertanyakan kemampuan, nilai diri, atau kualitas usaha yang sudah dilakukan hanya karena tidak mendapatkan pengakuan dari orang lain. Padahal, tidak semua hal selalu mendapat respons yang terlihat, dan minimnya apresiasi bukan berarti usaha atau pencapaianmu tidak berharga.
Jika kondisi ini sering terjadi, bisa jadi kamu mulai terlalu bergantung pada validasi dari luar. Karena itu, penting untuk belajar menghargai usaha dan pencapaian diri sendiri tanpa selalu menunggu pengakuan dari orang lain. Dengan begitu, rasa percaya diri akan lebih stabil dan tidak mudah naik turun karena respons yang diberikan lingkungan sekitar.