5 Tipe MBTI Ini Dikenal Sebagai Pendengar yang Baik, Kamu Termasuk?

- Artikel menyebut ISFP dan INFP sebagai pendengar baik karena mampu fokus pada percakapan, menyerap emosi, serta menempatkan diri dalam pengalaman lawan bicara.
- ESFP dinilai aktif menyimak dengan menghindari gangguan ponsel dan mengajukan pertanyaan untuk memperjelas ucapan, sehingga mengurangi risiko kesalahpahaman.
- INFJ dan ESFJ dianggap unggul mendengarkan berkat kepekaan emosional, kesabaran, niat meringankan beban, serta kemampuan mengingat detail cerita orang lain.
Tidak semua orang bisa menjadi pendengar yang baik. Bahkan ada sebagian orang yang terlihat mendengarkan, tetapi pikirannya ke mana-mana. Tipe demikian dikenal dengan passive listening.
Nah, ada beberapa orang yang tipenya paling anti passive listening. Tipe orang ini mampu mencerna apa yang dikatakan orang lain dengan baik. Berikut lima tipe orang yang dikenal sebagai pendengar terbaik berdasarkan MBTI-nya.
1. ISFP

ilustrasi pendengar (pexels.com/thridman) Tipe ISFP mampu menjadi pendengar yang baik karena sifat fokusnya pada momen saat ini. ISFP tidak membiarkan pikirannya hanyut memikirkan hal lain saat dalam pembicaraan.
ISFP biasa menyimak setiap kata bahkan hingga menyerap emosi dari lawan bicaranya. Kemampuan inilah yang terkadang membuat ISFP lelah secara emosional. Walau demikian, ISFP tetap tulus dalam mendengarkan lawan bicaranya.
2. INFP

ilustrasi pendengar yang baik di kantor (pexels.com/olia danilevich) Salah satu tipe MBTI yang suka memposisikan dirinya sendiri di cerita orang lain adaah INFP. Jadi, setiap lawan bicara bercerita, INFP ini seolah-olah ikut merasakan apa yang dialami lawan bicaranya.
Kemampuan dalam memposisikan dirinya itulah yang membuat INFP menjadi pendengar yang baik. Tipe INFP tidak hanya fokus mendengarkan dengan telinganya, tetapi juga dari hati. Sehingga respons yang diberikan pada lawan bicara biasanya jauh lebih bermakna.
3. ESFP

ilustrasi wanita pendengar yang baik (pexels.com/cottonbro studio) Siapa yang suka jika sedang bercerita, tapi lawan bicara justru sibuk mengecek ponselnya? Tentu sebagai lawan bicara ingin didengarkan tanpa ada gangguan. Makanya tipe ESFP ini justru menghindari main ponsel jika sedang berbicara.
ESFP cenderung suka bertanya jika ada yang kurang jelas dari perkataan lawan bicara. Hal ini menjadi bukti bahwa ESFP sedang mendengarkan dengan baik dan ingin memastikan kejelasan untuk mengindari kesalahpahaman.
4. INFJ

ilustrasi pria pendengar yang baik (pexels.com/Ivan S) INFJ dikenal sangat peka terhadap emosi orang lain dan memiliki intuisi yang tajam dalam memahami perasaan orang lain. Kemampuan itulah yang membuatnya ahli dalam mendengarkan orang lain.
Pemilik tipe MBTI ini selalu sabar dn bisa membuat orang lain nyaman untuk bercerita. Prinsip seorang INFJ yang selalu dipegang teguh adalah ingin membawa kebaikan bagi orang di sekitarnya. Hal ini membuatnya tidak sampai hati untuk menjadi tipe passive listening.
5. ESFJ

ilustrasi rekan kerja pendengar yang baik (pexsls.com/Helena Lopes) Salah satu motivasi terkuat dari seorang ESFJ adalah selalu merasa senang jika bisa meringankan beban orang lain. Tipe ESFJ memiliki pola pikir bahwa dengan mendengarkan cerita orang lain artinya ia mampu meringankan masalah orang tersebut.
ESFJ juga memiliki kemampuan mengingat detail-detail kecil dengan baik. Sehingga saat lawan bicara bercerita, pikiran ESFJ merekam segala detailnya. Hal inilah yang membuat orang nyaman berbicara pada ESFJ karena ia mampu menunjukkan kepedulian dengan mengingat detail cerita sekecil apa pun itu.
Itulah lima MBTI yang memiliki kemampuan mendengarkan orang lain dengan baik. Mereka ini tidak hanya mengangguk saat orang lain berbicara. Namun, juga memaknai isi dari setiap percakapan yang dilakukannya.






















