Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kebiasaan Kecil yang Diam-diam Bikin Hidup Lebih Teratur

5 Kebiasaan Kecil yang Diam-diam Bikin Hidup Lebih Teratur
Ilustrasi renovasi rumah (pexels.com/Photo by Nataliya Vaitkevich)
Share Article

Hidup yang terasa berantakan tidak selalu disebabkan oleh hal-hal besar. Kadang, masalahnya bisa berasal dari kebiasaan kecil yang dilakukan berulang kali, seperti menunda membereskan barang, lupa mencatat pekerjaan, tidur pada jam yang berubah-ubah, atau membiarkan tugas menumpuk sampai akhirnya terasa berat.

Tanpa disadari, kebiasaan-kebiasaan tersebut membuat hari terasa lebih sibuk daripada yang sebenarnya. Sebaliknya, hidup lebih teratur juga tidak selalu membutuhkan perubahan besar.

  1. 1. Biasakan menulis 3 hal yang harus dilakukan hari ini

    Ilustrasi menulis (pixabay.com/IqbalStock)
    Ilustrasi menulis (pixabay.com/IqbalStock)

    Salah satu kebiasaan kecil yang bisa membuat hari terasa lebih terarah adalah menuliskan beberapa prioritas sebelum mulai beraktivitas. Tidak perlu membuat daftar pekerjaan yang sangat panjang. Cukup pilih tiga hal yang memang penting untuk diselesaikan hari itu.

    Dengan begitu, kamu tidak harus terus mengingat semua pekerjaan di kepala. Membuat daftar tiga prioritas utama bisa dijadikan rutinitas yang dilakukan pada waktu yang sama, misalnya setelah sarapan atau sebelum membuka laptop untuk bekerja.

     

  2. 2. Rapikan barang setelah selesai digunakan

    ilustrasi beres-beres (freepik.com/freepik)
    ilustrasi beres-beres (freepik.com/freepik)

    Kebiasaan berikutnya terdengar sederhana, tetapi efeknya cukup terasa: mengembalikan barang ke tempatnya setelah digunakan. Misalnya, langsung memasukkan pakaian kotor ke keranjang, mengembalikan buku ke rak, menyimpan charger setelah digunakan, atau mencuci gelas setelah selesai minum.

    Satu benda mungkin terlihat sepele, tetapi jika dibiarkan, benda-benda kecil tersebut bisa berubah menjadi pekerjaan besar. Dari perspektif psikologi, kebiasaan sangat dipengaruhi oleh konteks tempat perilaku dilakukan. Wendy Wood, PhD, menjelaskan bahwa banyak perilaku manusia dipengaruhi oleh rutinitas otomatis yang terbentuk dari lingkungan.

    "Kamu tidak perlu berpindah tempat untuk mengubah konteks. Tujuannya adalah mempermudah perilaku baru yang diinginkan dan membuat perilaku yang tidak diinginkan menjadi relatif lebih sulit dilakukan. Hal ini bisa sesederhana mencari tempat gym yang dekat dengan tempat tinggal atau meletakkan sepatu olahraga di dekat pintu jika kamu ingin lebih sering berolahraga. Jika kamu tidak ingin makan kue kering setiap malam, ubahlah konteksnya dengan tidak membawa kue tersebut ke dalam rumah," jelasnya dalam American Psychological Association.

  3. 3. Sisihkan waktu 5–10 menit untuk beres-beres

    ilustrasi perempuan sedang beres-beres (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
    ilustrasi perempuan sedang beres-beres (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

    Tidak punya waktu membersihkan rumah secara menyeluruh bukan berarti kamu harus membiarkan semuanya berantakan. Cobalah membuat kebiasaan beres-beres singkat selama lima sampai sepuluh menit setiap hari.

    Fokuskan pada area kecil, misalnya meja kerja, tempat tidur, dapur, atau ruang yang paling sering digunakan. Kebiasaan kecil yang dilakukan berulang ini dapat menjadi lebih otomatis. Jadi, jangan menunggu sampai rumah benar-benar berantakan untuk mulai merapikannya.

    Lima menit setelah bekerja bisa digunakan untuk mengembalikan barang ke tempatnya. Lima menit sebelum tidur bisa digunakan untuk membersihkan meja atau mempersiapkan barang yang diperlukan untuk hari berikutnya. Pola kecil seperti ini membantu mencegah pekerjaan rumah menumpuk sekaligus membuat lingkungan terasa lebih siap digunakan.

     

  4. 4. Biasakan tidur dan bangun pada jam yang kurang lebih sama

    ilustrasi tidur (pexels.com/cottonbro studio)
    ilustrasi tidur (pexels.com/cottonbro studio)

    Keteraturan hidup bukan hanya soal jadwal pekerjaan atau kondisi kamar. Waktu tidur juga punya peran besar. Tidur terlalu larut pada satu hari, bangun sangat siang pada hari berikutnya, lalu kembali tidur larut dapat membuat rutinitas harian sulit diprediksi.

    Oleh karena itu, membiasakan waktu tidur dan bangun yang relatif konsisten dapat menjadi salah satu fondasi hidup yang lebih teratur. Lembaga National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) menyarankan agar seseorang tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk pada akhir pekan.

    "Usahakan untuk mempertahankan jadwal tidur yang sama, baik pada hari kerja maupun akhir pekan. Batasi selisih waktunya hingga tidak lebih dari sekitar satu jam. Begadang dan bangun lebih siang saat akhir pekan dapat mengganggu ritme tidur-bangun jam biologis tubuh kamu," demikian laporan NHLBI tentang Healthy Sleep Habits.

  5. 5. Lakukan review singkat sebelum tidur

    Ilustrasi bersantai di rumah (unsplash.com/Photo by Marcos Paulo Prado)
    Ilustrasi bersantai di rumah (unsplash.com/Photo by Marcos Paulo Prado)

    Kebiasaan kecil terakhir adalah melakukan pengecekan singkat sebelum hari berakhir. Kamu bisa meluangkan sekitar lima menit untuk melihat apa yang sudah selesai, apa yang belum, dan apa yang perlu dilakukan hari berikutnya. Tidak perlu membuat evaluasi yang rumit. Tujuannya hanya memastikan tidak ada hal penting yang terlupakan.

    Kebiasaan ini dapat membantu menciptakan hubungan antara satu aktivitas dengan aktivitas berikutnya. Kamu bisa membuat ritual sederhana seperti cek kalender, lihat tiga prioritas untuk hari berikutnya, siapkan barang yang dibutuhkan, lalu berhenti memikirkan pekerjaan.

    Kebiasaan tersebut membuat pagi hari terasa lebih ringan karena beberapa keputusan sudah dibuat sebelumnya. Yang penting, jangan mengubah review malam menjadi sesi bekerja lagi. Cukup lakukan seperlunya agar pikiran bisa mendapatkan tanda bahwa hari sudah selesai.

    Hidup yang lebih teratur tidak harus dimulai dari perubahan besar. Justru, kebiasaan sederhana bisa menjadi fondasi yang kuat jika dilakukan secara konsisten. Kamu tidak perlu langsung sempurna; pilih satu kebiasaan yang paling mudah dilakukan, ulangi setiap hari, lalu biarkan keteraturan tumbuh sedikit demi sedikit.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More