Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Kebiasaan yang Bikin Parfum Terasa Cepat Hilang, Kamu Lakukan?

4 min read
6 Kebiasaan yang Bikin Parfum Terasa Cepat Hilang, Kamu Lakukan?
ilustrasi menggunakan parfum (pexels.com/ Ron Lach)

Sudah menyemprotkan parfum sebelum berangkat, tetapi wanginya terasa samar saat baru setengah hari beraktivitas? Situasi seperti ini memang bikin kesal, apalagi kalau parfum yang kamu pakai bukan produk murah. Kamu mungkin langsung berpikir bahwa kualitas parfumnya kurang bagus atau wanginya memang gak tahan lama.

Padahal, aroma parfum bisa bertahan berbeda pada setiap orang. Formulasi, konsentrasi, kondisi kulit, suhu lingkungan, dan kemampuan hidung mengenali aroma yang terus-menerus tercium ikut memengaruhi pengalaman tersebut. Sebelum buru-buru membeli parfum baru, coba periksa beberapa kebiasaan berikut.

  1. 1. Membiarkan kulit terlalu kering sebelum memakai parfum

    ilustrasi memakai parfum saat kulit sangat kering
    ilustrasi memakai parfum saat kulit sangat kering (pexels.com/ MART PRODUCTION)

    Kulit yang kering bisa membuat parfum terasa kurang tahan lama dibandingkan kulit yang terhidrasi dengan baik. Namun, efeknya gak selalu sama pada setiap orang karena karakter parfum dan interaksi bahan aromatik dengan kulit juga berpengaruh.

    Kamu bisa mencoba menggunakan pelembap tanpa pewangi sebelum menyemprotkan parfum. Cara ini membantu menjaga kelembapan kulit dan mengurangi kemungkinan aroma pelembap bercampur dengan parfum. Meski begitu, pelembap bukan jaminan wanginya akan bertahan sepanjang hari.

  2. 2. Menggosok pergelangan tangan setelah menyemprotkan parfum

    ilustrasi menggosok pergelangan tangan
    ilustrasi menggosok pergelangan tangan (pexels.com/ Tima Miroshnichenko)

    Kebiasaan menggosok kedua pergelangan tangan setelah memakai parfum memang cukup umum. Namun, anggapan bahwa gesekan tersebut langsung merusak molekul parfum hingga wanginya cepat hilang perlu diluruskan. Gesekan dapat mengubah penyebaran parfum pada kulit, tetapi dampaknya terhadap ketahanan aroma secara keseluruhan belum bisa dipastikan berlaku untuk semua parfum.

    Cara yang lebih baik saat memakai parfum adalah menyemprotkannya langsung ke kulit, lalu membiarkannya mengering secara alami. Kamu juga bisa mengamati perkembangan aromanya selama beberapa jam tanpa menggosok area penyemprotan agar karakter wanginya lebih mudah dievaluasi.

  3. 3. Menambah semprotan setiap kali merasa wanginya hilang

    ilustrasi menyemprot ulang berkali-kali
    ilustrasi menyemprot ulang berkali-kali (pexels.com/ RDNE Stock project)

    Merasa parfum sudah gak tercium, lalu langsung menyemprotkannya lagi? Kebiasaan ini belum tentu diperlukan. Hidung dapat beradaptasi terhadap aroma yang terus-menerus terpapar sehingga kamu merasa wanginya menghilang, padahal orang lain mungkin masih bisa menciumnya.

    Sebelum menambah semprotan, beri jeda dan perhatikan apakah aroma tersebut benar-benar sudah memudar. Ketahanan parfum dipengaruhi formulasi dan konsentrasi bahan aromatik, sehingga menambah jumlah semprotan belum tentu memperpanjang durasi wanginya secara sebanding. Terlebih saat bekerja di ruangan tertutup, penggunaan parfum berlebihan bisa mengganggu orang di sekitarmu.

  4. 4. Menyimpan parfum di tempat yang panas dan terkena sinar matahari

    ilustrasi menyimpan parfum di tempat yang terkena matahari
    ilustrasi menyimpan parfum di tempat yang terkena matahari (istockphoto.com/ Mumemories)

    Meletakkan parfum di dekat jendela atau di kamar mandi mungkin terlihat praktis. Namun, paparan panas, cahaya, dan perubahan suhu dapat mempercepat penurunan kualitas parfum selama penyimpanan. Akibatnya, karakter aromanya berpotensi berubah dan gak lagi tercium seperti saat pertama kali dibeli.

    Simpan parfum di tempat yang sejuk, kering, dan terlindung dari sinar matahari langsung. Lemari tertutup atau laci kamar bisa menjadi pilihan yang lebih baik daripada rak kamar mandi. Kebiasaan ini membantu menjaga kualitas parfum, meskipun gak secara langsung menjamin aroma akan bertahan lebih lama setelah disemprotkan ke kulit.

  5. 5. Memilih parfum hanya berdasarkan aroma saat pertama disemprotkan

    ilustrasi memilih parfum
    ilustrasi memilih parfum (pexels.com/ iram shehzad)

    Aroma yang langsung tercium setelah parfum disemprotkan belum tentu sama dengan aroma yang bertahan beberapa jam kemudian. Parfum terdiri dari berbagai bahan aromatik yang memiliki tingkat penguapan berbeda. Karena itu, kesan awal yang segar bisa memudar lebih cepat daripada aroma yang tersisa setelah parfum berkembang di kulit.

    Saat memilih parfum, cobalah mengamati aromanya selama beberapa jam sebelum memutuskan membeli. Sejumlah parfum dengan karakter citrus atau segar memang cenderung memiliki kesan awal yang cepat memudar, sedangkan aroma kayu, resin, dan musk sering digunakan untuk memberikan kesan yang lebih tahan lama. Namun, karakter bahan saja gak cukup untuk memastikan ketahanan karena formulasi setiap parfum berbeda.

  6. 6. Menganggap parfum sudah hilang karena wanginya gak lagi tercium oleh hidung sendiri

    ilustrasi menganggap parfum sudah hilang karena wanginya gak lagi tercium
    ilustrasi menganggap parfum sudah hilang karena wanginya gak lagi tercium (magnific.com/ marymarkevich)

    Pernah merasa parfum sudah hilang, padahal orang lain masih bisa mencium wanginya? Fenomena ini dapat terjadi karena adaptasi penciuman atau olfactory adaptation. Ketika hidung terus-menerus terpapar aroma yang sama, kepekaan terhadap aroma tersebut bisa menurun sehingga wanginya terasa semakin samar bagi diri sendiri.

    Jadi, jangan langsung menyimpulkan bahwa parfum sudah habis aromanya hanya karena kamu gak lagi bisa menciumnya. Beri jeda sebelum mengevaluasi wanginya kembali atau mintalah pendapat orang tepercaya jika memang diperlukan. Hindari menambah semprotan berkali-kali tanpa pertimbangan karena aroma yang sudah samar bagi hidungmu belum tentu samar bagi orang lain.

    Kalau parfum favoritmu terasa cepat memudar, jangan buru-buru menganggap produknya berkualitas buruk. Coba perhatikan cara penyimpanan, kondisi kulit, dan perkembangan aromanya setelah beberapa jam pemakaian. Bisa jadi, wanginya memang memiliki karakter yang lebih ringan atau hidungmu sudah terbiasa dengan aroma tersebut.

    Kamu gak harus mencari parfum dengan aroma paling kuat untuk tetap wangi sepanjang hari. Kenali karakter parfum yang sesuai dengan kebutuhanmu, gunakan secukupnya, dan pertimbangkan untuk mengaplikasikannya kembali jika memang diperlukan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More