Betrayal Trauma, Mengapa Dikhianati Orang Terdekat Begitu Menyakitkan?

- Betrayal trauma adalah luka psikologis akibat pengkhianatan dari orang tepercaya, yang merusak rasa aman dan kepercayaan, terutama dalam hubungan dengan kedekatan emosional atau ketergantungan.
- Dampaknya dapat berupa sulit percaya, kecemasan, kewaspadaan berlebihan, gangguan tidur, rasa marah, malu, bersalah, hingga kecenderungan menghindari hubungan dekat; tingkatnya berbeda pada setiap orang.
- Pemulihan dilakukan bertahap dengan mengakui perasaan tanpa menyalahkan diri, menetapkan batasan sehat, membangun kepercayaan secara perlahan, serta mencari dukungan dan mengutamakan keselamatan bila ada ancaman.
Pernah merasa sulit mempercayai orang lain setelah dikhianati seseorang yang selama ini kamu percaya? Entah itu pasangan, sahabat, atau anggota keluarga, pengalaman disakiti oleh orang terdekat bisa meninggalkan luka emosional yang tidak mudah hilang. Bahkan, ketika kejadian tersebut sudah berlalu, kamu mungkin masih merasa waswas, takut mengalami hal serupa, atau terus mempertanyakan apakah seseorang benar-benar tulus kepadamu.
Dalam psikologi, pengalaman ini berkaitan dengan konsep betrayal trauma atau trauma akibat pengkhianatan. Istilah ini merujuk pada dampak psikologis ketika seseorang mengalami pengkhianatan dari orang yang menjadi sumber kepercayaan, keamanan, atau ketergantungan baginya. Lantas, mengapa pengkhianatan dari orang terdekat bisa terasa begitu menyakitkan, dan bagaimana cara mengatasi dampaknya? Yuk, kenali lebih jauh melalui penjelasan berikut!
1. Apa Itu betrayal trauma?

ilustrasi seorang wanita yang menyimpan kesedihan sendiri (pexels.com/Pavel Danilyuk) Betrayal trauma adalah konsep psikologi yang menjelaskan pengalaman traumatis akibat pengkhianatan oleh seseorang yang dipercaya atau diandalkan. Pengkhianatan tersebut bisa terjadi dalam hubungan romantis, keluarga, persahabatan, maupun hubungan lain yang melibatkan kedekatan emosional dan ketergantungan.
Contohnya, kamu selama ini menganggap pasangan sebagai tempat paling aman untuk bercerita. Namun, suatu hari kamu mengetahui bahwa ia justru menggunakan rahasia pribadimu untuk mempermalukanmu. Pengalaman tersebut bukan hanya membuatmu kecewa, tetapi juga memunculkan konflik emosional dalam diri.
Inilah yang membuat betrayal trauma berbeda dari kekecewaan biasa. Luka yang muncul bukan hanya berkaitan dengan tindakan pengkhianatan itu sendiri, tetapi juga dengan hilangnya rasa aman dan kepercayaan terhadap seseorang yang memiliki peran penting dalam kehidupan. Meski begitu, tidak semua pengalaman dikhianati otomatis menyebabkan trauma. Dampaknya dapat berbeda-beda, bergantung pada tingkat keparahan kejadian, hubungan dengan orang yang mengkhianati, pengalaman sebelumnya, dan dukungan yang dimiliki seseorang
2. Kenapa betrayal trauma bisa terjadi?

ilustrasi seorang wanita menenangkan sahabtanya yang sedih (pexels.com/SHVETS production) Salah satu alasan mengapa pengkhianatan terasa begitu menyakitkan adalah karena manusia membutuhkan hubungan yang dapat memberikan rasa aman dan dukungan emosional. Ketika kepercayaan tersebut dirusak, seseorang mungkin kesulitan memahami bagaimana orang yang selama ini dianggap baik justru mampu menyakitinya.
Dalam beberapa situasi, faktor ketergantungan juga dapat memengaruhi respons terhadap pengkhianatan. Seseorang yang bergantung secara finansial, emosional, atau praktis pada orang yang menyakitinya mungkin merasa kesulitan untuk menjauh. Hal ini bisa membuatnya menekan perasaan, mengabaikan perilaku yang merugikan, atau menunda mencari pertolongan demi mempertahankan hubungan yang dianggap penting.
Selain itu, pengalaman masa lalu dan lingkungan sosial turut berperan. Seseorang yang pernah mengalami pengkhianatan sebelumnya mungkin menjadi lebih waspada terhadap tanda-tanda ketidakjujuran. Sementara itu, norma keluarga atau tekanan masyarakat yang menuntut seseorang mempertahankan hubungan dengan segala cara dapat membuat korban merasa bersalah ketika ingin mengambil jarak.
Namun, penting dipahami bahwa respons tersebut bukan berarti korban lemah atau sengaja membiarkan dirinya disakiti. Dalam kondisi tertentu, mempertahankan hubungan, menghindari konflik, atau menunda mengambil keputusan bisa menjadi cara seseorang menghadapi situasi yang dirasanya sulit atau tidak aman.
3. Apa dampak betrayal trauma bagi kesehatan mental?

ilustrasi pasangan yang sedang bertengkar (freepik.com/Drazen Zigic) Dampak betrayal trauma tidak selalu berhenti setelah kejadian pengkhianatan berakhir. Bagi sebagian orang, pengalaman tersebut dapat memengaruhi cara mereka memandang diri sendiri, mempercayai orang lain, dan membangun hubungan di kemudian hari.
Salah satu dampak yang mungkin muncul adalah kesulitan mempercayai orang lain. Seseorang bisa menjadi lebih curiga, terus mencari tanda-tanda kebohongan, atau merasa cemas ketika orang terdekat tidak segera memberikan kabar. Bahkan, perhatian yang sebenarnya wajar dapat terasa mencurigakan karena ia takut kembali mengalami pengalaman menyakitkan.
Selain itu, pengkhianatan dapat memicu perasaan sedih, marah, malu, bersalah, atau kehilangan harga diri. Ada pula orang yang terus mempertanyakan dirinya sendiri, seperti merasa kurang baik dan kurang menarik. Dalam beberapa kasus, bahkan pengalaman tersebut juga dapat berkaitan dengan kecemasan, gangguan tidur, kewaspadaan berlebihan hingga menghindari hubungan yang terasa dekat.
4. Bagaimana cara mengatasi betrayal trauma?

ilustrasi seorang wanita yang mengalami kecemasan (pexels.com/https://kaboompics.com/) Memulihkan diri dari betrayal trauma membutuhkan waktu. Tidak ada batas waktu yang sama bagi setiap orang untuk kembali merasa aman setelah mengalami pengkhianatan. Namun, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu proses pemulihan.
Pertama, akui perasaan yang muncul tanpa menyalahkan diri sendiri. Kamu tidak harus langsung memaafkan seseorang atau berpura-pura baik-baik saja setelah disakiti. Berikan ruang bagi diri sendiri untuk merasakan sedih, marah, kecewa, atau bingung. Cobalah menuliskan apa yang kamu rasakan agar lebih mudah memahami kebutuhan emosionalmu.
Kedua, bangun kembali batasan yang sehat. Jika seseorang berulang kali melanggar kepercayaanmu, kamu berhak menentukan batasan untuk melindungi diri. Bentuknya bisa berupa membatasi komunikasi, tidak lagi membagikan informasi pribadi, atau mengambil jarak dari hubungan yang merugikan. Jika terdapat ancaman atau kekerasan, utamakan keselamatan dan cari dukungan dari orang yang dapat dipercaya.
Ketiga, jangan memaksakan diri untuk langsung percaya kepada orang lain. Memulihkan kepercayaan tidak berarti kamu harus segera membuka diri kepada siapa pun. Mulailah secara bertahap dengan memperhatikan konsistensi perilaku, kejujuran, dan penghormatan terhadap batasan pribadi. Belajar mempercayai orang lain juga perlu diimbangi dengan kemampuan mengenali hubungan yang sehat.
Disakiti oleh orang yang dipercaya memang bisa mengubah cara seseorang memandang hubungan dan dunia di sekitarnya. Pengalaman tersebut bahkan dapat membuat seseorang mempertanyakan penilaiannya sendiri atau takut membuka hati kembali. Namun, pengkhianatan yang kamu alami tidak menentukan nilai dirimu dan tidak berarti semua hubungan di masa depan akan berakhir dengan cara yang sama.
Jika kamu sedang berusaha pulih dari pengalaman tersebut, tidak apa-apa untuk melangkah perlahan. Kamu berhak mengambil waktu untuk memahami perasaan, menetapkan batasan, dan mencari dukungan ketika membutuhkannya.






![[QUIZ] Tes Bahasa Korea untuk Daftar Beasiswa, Sudah Siap?](https://image.idntimes.com/post/20250113/pexels-karolina-grabowska-6632580-8c042c2cd5a5efdccddb45311f973381.jpg)


![[QUIZ] Desain Nail Art Pilihanmu Tunjukkan Pesonamu yang Terpancar](https://image.idntimes.com/post/20260421/merged-image-2026-04-21t06-21-53_595acdf1-a039-4adb-bcde-e27e0076dd62.png)
![[QUIZ] Kami Tahu Karaktermu dari Cara Memilih Kursi di Kereta](https://image.idntimes.com/post/20220526/pexels-photo-6466385-1899637c84cbfcb8a99b876b09308647-f1afcde478e8bffff04dc2c096f75b52.jpeg)
![[QUIZ] Kebiasaanmu Sebelum Tidur Ungkap Isi Kepalamu Belakangan Ini](https://image.idntimes.com/post/20261007/iam_os-tgmkce-qo5o-unsplash_b2b04fc4-3c8d-47cb-82ad-66e6847f6117.jpg)


![[QUIZ] Cara Kamu Menghabiskan Uang Bisa Bocorkan Hidupmu 5 Tahun Lagi](https://image.idntimes.com/post/20241110/1000162335-3159a2704e4b6062c72c7e3be406df32-eb3255749c92985829830ddb104cdaae.jpg)





