Istilah minority stress semakin sering dibahas seiring meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama di kalangan Gen Z. Minority stress merupakan tekanan psikologis yang dialami seseorang karena menjadi bagian dari kelompok minoritas. Baik berdasarkan identitas, latar belakang, kondisi fisik, agama, orientasi seksual, disabilitas, maupun karakteristik lain.
Situasi demikian membuat seseorang merasa berbeda dari mayoritas. Tekanan ini tidak selalu muncul dalam bentuk perundungan secara langsung. Ada banyak pengalaman sehari-hari yang tampak sepele, tetapi jika terjadi berulang dapat menimbulkan stres berkepanjangan. Berikut tujuh hal yang dapat memicu minority stress pada Gen Z selain bullying.
